Thread Content
Sistem obor di darat umumnya memiliki beberapa tingkat pelepasan udara. Pada umumnya, hanya satu tingkat yang aktif secara terus-menerus, sedangkan tingkatan-tingkatan berikutnya akan aktif secara otomatis sesuai dengan tekanan pelepasan udara. Lalu muncul pertanyaan: agar sumbu api dapat segera dibuang saat terjadi kejadian darurat, apakah tingkat pembuangan gas dari sumbu api tersebut boleh diatur agar selalu dalam kondisi terbuka? Jika tidak bisa dibuka terus-menerus, apa alasannya? Mohon bantuan dari para ahli!
Ketika terjadi kejadian darurat, tekanan di dalam saluran pipa pembuangan api akan meningkat. Pada saat itu, katup yang berfungsi secara terus-menerus tidak lagi mampu menangani tekanan tersebut. Ketika tekanan mencapai tingkat yang diperlukan oleh katup kedua, maka pembakar kedua akan mulai bekerja. Demikian seterusnya. Ketika tekanan di sistem saluran pembuangan kembali ke kondisi normal, semua burner ditutup secara bertahap, kecuali burner tingkat pertama.
Perbedaan antara tingkat emisi normal dan tingkat emisi saat terjadi kondisi darurat sangat besar. Pemilik bangunan, pernahkah mempertimbangkan masalah kecepatan aliran airnya?
Umumnya, katup berada pada tingkat pertama yang bersifat terbuka secara permanen. Pada tingkatan-tingkatan lainnya, digunakan katup kupu-kupu pneumatik. Berdasarkan volume udara yang dikeluarkan, tekanan di dalam saluran pembuangan akan berubah. Dengan demikian, dapat ditentukan berapa banyak katup kupu-kupu yang perlu dibuka secara bertahap. Setelah proses pembuangan selesai, katup-katup tersebut akan tertutup secara otomatis satu per satu
Gas obor masuk ke tabung pembakaran tingkat pertama. Gas tersebut mengirimkan sinyal tekanan melalui transmitter tekanan ke katup pengatur pada tabung pembakaran. Jika tekanannya mencapai nilai yang ditentukan, katup pengatur akan perlahan-lahan terbuka. Dengan cara yang sama, tingkat pembakaran yang digunakan ditentukan berdasarkan nilai tekanan gas obor tersebut. Pertanyaan kedua tidak terlalu jelas, semoga penulis dapat menjelaskannya.
Penyesuaian beban kerja pembakar obor dilakukan melalui sistem kontrol bertingkat. Pengoperasian katup kontrol tersebut diatur oleh transmitter tekanan tipe 3-pilihan-2 yang terletak pada saluran utama obor. Kontrol bertingkat ini memungkinkan pembagian aliran gas obor ke beberapa tingkat pembakar, sesuai dengan kebutuhan. Tingkat pertama selalu dalam kondisi terbuka, sedangkan tingkat-tingkat lainnya dikendalikan melalui grup katup kontrol, sehingga gas obor dapat didistribusikan ke satu atau beberapa tingkat pembakar untuk proses pembakaran. Tingkat pertama dilengkapi dengan sistem penghilang asap berupa uap.