Thread Content
Postingan ini terakhir diubah oleh vn4893 pada tanggal 28-11-2016 pukul 12:02. Alat pengukur aliran ultrasonik umumnya dapat berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama setelah dipasang, asalkan tidak memerlukan perawatan. Namun, setelah itu diperlukan perawatan dan pemeriksaan rutin. Tidak dapat menerima sinyal atau sinyal yang terlalu lemah merupakan masalah kecil. Jadi, jangan heran jika hal itu terjadi. Dengan melaksanakan langkah-langkah berikut dengan serius, masalah tersebut dapat diatasi dengan mudah. Pertama-tama, pastikan bahwa saluran tersebut terisi penuh dengan cairan. 2. Alat pengukur aliran berbasis gelombang ultrasonik dapat digunakan pada saluran logam yang memiliki endapan keras di dinding dalamnya, dengan cara memecahkan bagian yang berendap atau menciptakan retakan di sana. Namun perlu diperhatikan bahwa metode ini terkadang justru tidak membantu proses transmisi gelombang ultrasonik, karena adanya celah antara endapan tersebut dan dinding dalam saluran. 3. Pilih bagian pipa yang padat dengan hati-hati, haluskan permukaannya hingga mengkilap, oleskan bahan pengikat secukupnya, lalu pasang probe-nya. 4. Jika pipa berada terlalu dekat dengan dinding, maka probe dapat dipasang pada diameter pipa yang memiliki sudut miring, bukan harus pada diameter pipa yang horizontal. Sebaiknya gunakan metode Z untuk memasang probe tersebut. 5. Gerakkan masing-masing probe secara perlahan dan hati-hati di sekitar titik pemasangan, untuk menemukan titik dengan sinyal terkuat. Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi di mana gelombang ultrasonik dipantulkan keluar dari area yang tidak diharapkan, akibat endapan pada dinding dalam pipa atau deformasi lokal pada pipa, sehingga titik pemasangan yang memiliki sinyal kuat terlewatkan. Itulah penjelasan mengenai cara menangani masalah alat pengukur aliran ultrasonik yang tidak dapat menerima sinyal. Jika Anda memiliki tambahan informasi, silakan tinggalkan komentar untuk dibahas bersama.