Thread Content
Berjalan dengan mantap, barulah bisa mencapai tujuan yang jauh! Komentator: Wu Yangyun pernah mengatakan: Hindari terburu-buru, bersabarlah; bertindak dengan hati-hati agar dapat mencapai tujuan jangka panjang. Dalam perjalanan yang panjang, ada bagian yang menanjak, ada pula yang menurun; ada tanah yang rata, gunung yang tinggi, air yang dalam. Jalanannya juga bervariasi, ada yang lurus dan ada pula yang berbelok. Kondisi jalan berbeda-beda tergantung pada lingkungan sekitarnya. Jika ingin pergi jauh, harus selalu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan sekitar, dan menggunakan cara berjalan yang berbeda-beda. Stabil bukan berarti harus berjalan lambat terus-menerus; ketika bisa berjalan cepat, maka sebaiknya berjalanlah dengan cepat ; Saat harus berjalan lambat, maka harus memperlambat langkahnya. Berjalan dengan kecepatan yang tepat, tanpa terburu-buru atau kehabisan napas; melangkah perlahan namun pasti. Dengan begitu, seseorang akan memiliki energi yang cukup untuk menempuh jarak yang jauh, tanpa menghadapi bahaya. Itulah yang disebut keteguhan yang sebenarnya. Hal yang sama berlaku untuk keselamatan kerja. Kita tidak boleh mengabaikan aspek manajemen keselamatan hanya karena tenggat waktu yang ketat, beban pekerjaan yang berat, atau keterbatasan waktu. Kita juga tidak boleh mengabaikan faktor-faktor berbahaya dan mengabaikan upaya pencegahan kecelakaan. Kecelakaan runtuhnya menara pendingin di pabrik listrik Fengcheng, Jiangxi, pada tanggal 24 November mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu harus dilakukan sesuai dengan hukum alamnya. Kita tidak boleh terburu-buru demi efisiensi atau waktu; kita tidak boleh memaksakan diri untuk menyelesaikan proyek-proyek penting dalam waktu 100 hari saja, sambil mengabaikan fakta bahwa proses pengerasan semen membutuhkan waktu tertentu. Lebih lagi, tidak boleh melanggar hukum alam; saat beton belum benar-benar kering, jangan sembarangan membongkar cetakan penyangga. Hal ini dapat menyebabkan runtuhnya peralatan konstruksi serta saluran beton, sehingga terjadi kecelakaan serius yang seharusnya tidak terjadi. Sebaliknya, perlu dilakukan penyelidikan yang cermat terlebih dahulu, serta pembuktian secara ilmiah. Tujuan pengelolaan yang ilmiah perlu ditetapkan, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti kondisi alam, lokasi, dan kerjasama antar pihak yang terlibat. Peningkatan kualitas manajemen keamanan juga perlu dilakukan, agar proses konstruksi dapat berjalan lebih cepat. Dengan demikian, tugas konstruksi dapat diselesaikan secara menyeluruh, dengan tetap memastikan keamanan dan kualitasnya. Begitu pula dengan pengelolaan perusahaan. Dalam menjalankan bisnis, yang paling penting adalah kelangsungan usaha. Pengembangan yang stabil merupakan jalan yang benar, dan itulah sikap yang bertanggung jawab terhadap perusahaan, karyawan, serta masyarakat. Naik turunnya kondisi bisnis suatu perusahaan dalam jangka pendek sebenarnya tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah kemampuan untuk bersikap rendah hati saat berada di masa kejayaan, dan kemampuan untuk bersembunyi atau menghindar saat berada di masa kemunduran, demi mencapai perkembangan di masa depan. Angin kencang tak akan berlangsung lama, hujan lebat juga tak akan bertahan lama; hanya dengan begitu, suatu unit dapat berkembang dengan stabil. Jika seseorang hanya berusaha mencapai pertumbuhan yang tinggi, tanpa memperhatikan perubahan di lingkungan sekitar, maka stabilitasnya akan terancam. Ketika terjadi perubahan di lingkungan eksternal, unit tersebut akan mengalami krisis karena kurangnya stabilitas, sehingga situasi bisa menjadi tidak terkendali kapan saja. Sebaliknya, jika hanya mengejar stabilitas dan mengabaikan pengembangan perusahaan jangka panjang, maka kesempatan-kesempatan bisnis akan hilang, pangsa pasar akan menurun, dan pada akhirnya hal tersebut akan menyebabkan krisis dalam operasional perusahaan. Sebagaimana saat berjalan di jalan yang rata, kita sebaiknya berlari secepat mungkin. Jika kita berjalan lambat, maka para pesaing akan punya kesempatan untuk mengejar dan melampaui kita ; Dan ketika berjalan di pegunungan yang tinggi dan curam, seharusnya berjalan perlahan-lahan agar dapat sampai ke dataran dengan aman. Jika terburu-buru dan tidak hati-hati, pasti akan jatuh ke lembah. Demikian pula dengan perencanaan perjalanan hidup seseorang. Hal yang sama berlaku untuk sebuah perusahaan atau organisasi apa pun. Dengan mengetahui kapan harus maju dan kapan harus mundur, serta kapan harus bertindak cepat dan kapan harus bersabar, seseorang dapat menempuh jalan yang stabil dan jangka panjang. Dengan demikian, seseorang juga akan memahami betapa pentingnya bersabar, sehingga ia dapat meraih kesuksesan. 26 November 2016