HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Ayah ini menggunakan 22 aturan keluarga tersebut untuk membentuk anak-anak yang baik hati dan penuh empati

2016-12-06View Original

Thread Content

Ayah ini menggunakan 22 aturan keluarga ini untuk membentuk anak-anak yang baik hati dan penuh empati. Diambil dari Junior Business School. Dibaca sebanyak 160 kali, dibagikan sebanyak 25 kali. Simpan ke perpustakaan saya. Bagikan di WeChat: Saya memiliki dua anak. Meskipun mereka akur, tetapi sering juga bertengkar. Untuk sementara waktu, mereka selalu berkata, “Dia yang menyuruhku melakukan ini…” Saya pun sengaja mengajari mereka bahwa “Tidak ada seorang pun yang bisa memaksamu untuk melakukan apa pun. Kamu sendirilah yang memilih untuk melakukan hal tersebut.” Secara perlahan, saya melihat bahwa mereka tidak lagi mengucapkan kalimat “Dia yang menyuruhku…” yang tidak efektif itu. Tentu saja, konflik-konflik lain akan muncul lagi. Sebenarnya, bukan hanya anak-anak saja yang mengalami konflik; kita para orang dewasa juga sering menghadapi konflik. Kita perlu prinsip-prinsip serupa untuk dapat menyesuaikan diri, sehingga apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan tidak bertentangan dengan nilai-nilai diri sendiri, sekaligus bermanfaat bagi orang lain. Saya teringat akan empat prinsip yang pernah saya lihat di Rotary Club (organisasi sosial lokal yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran profesional dan memberikan layanan sosial): “Saat kita berpikir, berbicara, atau bertindak, marilah kita pertimbangkan hal berikut: Pertama, apakah tindakan tersebut sesuai dengan kebenaran?” Kedua, apakah hal tersebut adil terhadap pihak-pihak yang terkait? Ketiga, apakah hal tersebut mendorong terciptanya niat baik dan persahabatan? Keempat, apakah hal tersebut bermanfaat bagi semua orang? ” Rekan saya, David, pemimpin klub Rotary di kota kecil ini, mengatakan bahwa keempat prinsip tersebut sebenarnya merupakan penjabaran dari prinsip “Jangan lakukan pada orang lain apa yang tidak ingin kamu lakukan terhadap dirimu sendiri”. Saya berpikir, semakin rinci suatu hal diuraikan dan dapat dijelaskan dengan jelas, maka semakin bermanfaatnya bagi orang lain. Semakin umum, bantuannya semakin kecil. Maka, berdasarkan pemahaman saya sendiri, saya menuliskan nilai-nilai berikut sebagai aturan keluarga kami. Saya tidak tahu sejauh mana nilai-nilai ini akan diterima, tetapi setidaknya anak-anak akan tahu apa yang saya anggap penting. ▋Memahami orang lain: 1. Yang lebih penting daripada “Jangan lakukan pada orang lain apa yang tidak ingin kamu lakukan untuk diri sendiri” adalah “Jangan berikan kepada orang lain apa yang ingin kamu dapatkan untuk diri sendiri”. Orang lain mungkin memiliki keinginan yang berbeda dari kamu. 2. Tidak semua orang bisa berubah. Jangan memaksa orang lain untuk berubah, melainkan terimalah mereka seadanya, dan gunakan kelebihan mereka untuk menyelesaikan masalah. 3. Pikirkanlah kesulitan orang lain, jangan terlalu memaksakan diri. 4. Gunakan imajinasi yang luas. Pemahaman tidak muncul begitu saja, melainkan membutuhkan kemampuan untuk membayangkan situasi orang lain. ▋Komunikasi yang positif: 5. Gunakan pemahaman Anda tentang orang lain untuk mengembangkan kelebihan mereka, bukan untuk menyerang mereka. 6. Jika sesuatu tidak dapat membentuk seseorang, maka janganlah diucapkan. 7. Selain “Tidak bisa”, “Ikuti kataku”, dan “Ikuti katamu”, ada juga cara lain, yaitu “Kita lakukan bersama”. 8. Jika terjadi konflik dengan orang lain, dan kamu yakin bahwa kamu benar sedangkan pihak lawan yang salah, maka kamu perlu memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang tersebut melalui argumen dan bukti-bukti yang ada. Kamu tidak boleh menggunakan kekerasan atau cara-cara lain untuk menekan pihak lawan. ▋Berhenti pada titik yang tepat. 9. Ada pertempuran yang tidak sepadan untuk diperjuangkan, dan ada pula pertempuran yang sangat layak untuk diperjuangkan. Fokuskan energi Anda pada hal-hal yang lebih penting. Bukan masalah prinsip, jangan buang energi. 10. Jangan mudah meminta orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa atau tidak ingin kita lakukan sendiri. 11. Untuk hal-hal yang tidak ingin atau tidak bisa dilakukan oleh seseorang, biarkanlah orang lain yang melakukannya. Biarkan mereka melakukan hal tersebut dengan cara mereka sendiri, dan tunjukkanlah rasa apresiasi Anda kepada mereka. Jangan memberi instruksi atau mengkritik dari samping. Jika tidak, Anda akan membuat orang lain marah, dan hal itu akan menimbulkan rasa malu bagi diri Anda sendiri. 12. Jika tidak menyukai apa yang dilakukan orang lain, lakukan saja sendiri; jangan mencoba menirunya. 13. Ketika seseorang meminta maaf kepadamu, terimalah saja, lalu lakukanlah apa yang seharusnya kamu lakukan. Jangan terlalu memikirkan apakah orang tersebut tulus atau tidak. Seringkali, sudah sangat sulit bagi pihak lain untuk melangkah maju. Ketika seseorang perlu meminta maaf, ia harus melakukannya sendiri. 14. Ketika orang lain memuji Anda, ucapkan terima kasih, lalu lanjutkan melakukan hal-hal yang harus Anda lakukan. Jangan terus bertanya, akhirnya akan membuat orang jengkel. ▋Jangan memaksakan diri. 15. Kita semua memiliki banyak kekurangan, dan perlu untuk berusaha memperbaikinya. Orang lain tidaklah sempurna, kita pun demikian. 16. Kenalilah diri sendiri, kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri dengan tepat, itulah yang akan membantu seseorang untuk berkembang. Setiap orang perlu melakukan introspeksi diri setiap hari. 17. Jangan biarkan rasa harga diri Anda menghalangi Anda untuk melakukan hal yang benar, termasuk mengakui kesalahan Anda sendiri. 18. Saat bermain, nikmatilah momen tersebut dengan sepenuh hati. Namun, jangan lupa untuk bertanggung jawab terhadap orang lain. Jangan pelanggar privasi mereka, atau mengganggu ketenangan dan waktu istirahat mereka. 19. Jika Anda menghargai suatu nilai tertentu, ungkapkanlah nilai tersebut (misalnya dengan menuliskannya di selembar kertas, lalu membagikannya kepada orang-orang di sekitar Anda). Dengan demikian, nilai-nilai yang Anda hargai akan dapat berperan secara efektif. 20. Baiklah, kebiasaan juga membutuhkan latihan agar dapat diperoleh, sama seperti keterampilan. 21. Pertahankan sikap yang terbuka. Lihatlah berbagai sudut pandang terlebih dahulu, baru buat kesimpulan. 22. Tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hingga ke titik di mana kita tidak mampu lagi atau merasa sangat lelah. Lebih baik menyisihkan sedikit waktu untuk menikmati hidup. “Hati yang baik, itulah emas. ” —— Shakespeare

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.