Thread Content
““Wilayah tanggung jawab” mengacu pada cakupan yang berada dalam lingkup tugas pekerjaan tertentu. Bisa berupa area kerja, aset fisik yang dikelola, serta tugas-tugas spesifik yang perlu diselesaikan (proyek-proyek). Selain itu, juga bisa berupa batasan wewenang dan tanggung jawab seseorang. Lalu, bagaimana cara semua orang memahami definisi wilayah ini?
Apakah hanya wilayah yurisdiksi yang bersifat fisik saja?
Yang bersifat konkret, seperti ini akan lebih mudah untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab! Bersihkan salju di depan pintu masing-masing
Semakin ke tingkat dasar, makna dari wilayah tersebut semakin konkret dan terlihat jelas; Semakin ke lapisan atas, arah yang ditunjukkan semakin abstrak dan konseptual. Misalnya, untuk pekerja di suatu pos kerja, wilayah yang menjadi tanggung jawabnya adalah area tempat pos kerjanya berada ; Sedangkan untuk tingkatan manajer tertinggi, wilayah tanggung jawabnya umumnya merujuk pada bidang dan wewenang yang menjadi tanggung jawabnya.
“Semakin ke tingkat dasar, makna dari wilayah tersebut semakin konkret dan terlihat jelas; Semakin ke lapisan atas, arah yang ditunjukkan semakin abstrak dan konseptual. ” Diungkapkan dengan sangat jelas dan praktis! Inilah pola pemikiran yang bersifat generalisasi berlebihan, yang justru merusak sistem manajemen berbasis wilayah.
Wilayah kerja merupakan lingkup tanggung jawab dalam bekerja. Bisa berupa area kerja, aset fisik yang dikelola, serta tugas-tugas tertentu (proyek), atau bisa juga berupa batasan wewenang dan tanggung jawab. Karakteristik wilayah memiliki batas-batas yang jelas, objek pengelolaan yang spesifik (orang, hal-hal, benda, dll.), serta standar dan persyaratan yang jelas. Manajemen wilayah berarti mengorganisir, mengkoordinasikan, memimpin, dan mengendalikan objek-objek yang berada di dalam wilayah tersebut sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku. Pelaksana manajemen wilayah merupakan orang yang bertanggung jawab secara langsung atas pengelolaan wilayah tersebut.