HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Soal Harian Gasifikasi: 2016-12-7 Soal Darurat Keamanan (Hadiah 5 poin untuk berpartisipasi, 10 poin untuk jawaban yang benar)

2016-12-07View Original

Thread Content

Pos ini terakhir diedit oleh tfx511024 pada tanggal 2016-12-8 pukul 12:19. Pertanyaan harian tentang proses gasifikasi: Pertanyaan terkait situasi darurat keamanan untuk tanggal 2016-12-7 (hadiah 5 poin untuk partisipasi, 10 poin untuk jawaban yang benar). Dalam proses gasifikasi, hal yang paling berbahaya adalah keracunan CO. Mari kita ingat kembali, apa cara terbaik untuk menangani keracunan CO, serta peralatan darurat apa saja yang diperlukan? Orang yang berbudi luhur memiliki pandangan yang berbeda, begitu pula orang yang bijaksana. Saya telah bekerja di bidang produksi gasifikasi selama beberapa tahun, dan pernah mengalami kejadian darurat seperti kebocoran gas dan keracunan CO. Semakin sering saya bekerja di sini, semakin takut saya. Oleh karena itu, pendapat berikut ini bersifat subjektif. Ini hanyalah pendapat pribadi saya, sebagai bahan referensi bagi semua orang: Pencegahan sebelum terjadinya kecelakaan: Pencegahan merupakan hal yang paling penting. Bagaimana cara mencegahnya? 1. Desain sistem ventilasi di lokasi kerja harus dilakukan dengan baik; umumnya, udara masuk dari satu sisi, sedangkan udara keluar dari sisi lainnya ; 2. Aturlah alat deteksi gas CO/H2 secara tepat. Petugas pengendali harus segera memberitahu petugas di lokasi kejadian melalui walkie-talkie ketika terjadi alarm. 3. Orang-orang yang memasuki lokasi untuk melakukan inspeksi harus mengenakan alat deteksi CO. Alat tersebut harus dipakai di dada, agar dapat terlihat dan terdengar suara peringatan saat terjadi alarm ; 4. Di setiap lantai perlu dipasang kamera pengawas. Jika terjadi kebocoran dan orang tidak dapat masuk ke sana dengan segera, kamera tersebut dapat digunakan untuk memprediksi situasinya terlebih dahulu ; 5. Sebaiknya gunakan walkie-talkie di lokasi kerja; ponsel tidak tahan terhadap ledakan ; 6. Siapkan tabung oksigen medis dan alat bantu pernapasan (setiap pabrik harus memiliki minimal 5–6 set, sedangkan untuk seluruh pabrik, jumlahnya harus minimal 20 set). Periksa tekanan di dalam tabung tersebut secara berkala ; 7. Pasang nomor telepon darurat di tempat yang mudah dilihat. 8. Jika ada kebocoran, segera perbaiki ; 9. Saat melakukan perbaikan, pastikan untuk memisahkan bagian-bagian yang bersangkutan ; 10. Bekerjalah sesuai dengan aturan keamanan yang berlaku ; 11. Saat bekerja di ruang terbatas, perlu memastikan adanya kandungan oksigen yang cukup, sistem ventilasi yang baik, serta penggunaan alat deteksi CO, O2, dan H2S. Jika terjadi kecelakaan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menanggapinya: a. Jika terjadi kebocoran dan tidak ada orang yang terperangkap, pertama-tama lakukan ventilasi untuk mengurangi konsentrasi zat berbahaya tersebut ; 2. Lokasi yang tepat dapat diketahui melalui alat deteksi gas di lokasi kejadian. Pastikan “respirator udara bertekanan positif” dalam kondisi siap pakai. Bentuk tim yang terdiri dari dua orang, dan sediakan dua tim lagi sebagai cadangan. Sediakan pula beberapa tabung oksigen sebagai cadangan. Dilarang menggunakan ponsel di lokasi kejadian (kebocoran CO sering disertai dengan kebocoran H2, dan energi pembakaran H2 sangat rendah) ; 3. Berdasarkan penilaian di lokasi, putuskan apakah perlu menghentikan kendaraan atau tidak.
b. Jika terjadi kebocoran dan ada orang yang terperangkap, lakukan hal berikut: 1. Putus sumber kebocoran tersebut ; 2. Pada saat yang sama, bawa serta “alat pernapasan bertekanan positif” untuk segera menolong orang yang terkena keracunan, lalu pindahkan mereka ke tempat yang berudara segar dan bebas dari CO ; 3. Segera berikan pasien yang terkena keracunan oksigen murni melalui alat oksigen portabel, dan pastikan pasokan oksigen tetap berjalan terus ; 4. Menghitung jumlah orang yang ada di lokasi ; 5. Hubungi pihak medis untuk bantuan darurat. Pendapat saya: Di rumah sakit, belum tentu mereka memiliki pengalaman dalam penanganan darurat di lapangan. Pada kasus keracunan CO, sangat penting untuk segera memberikan oksigen murni, karena hal tersebut dapat membantu “menghidupkan kembali” korban. Yang lainnya, biarkan saja dokter-dokter yang melakukannya.
Reply #22016-12-07
Keluar dari lingkungan yang terkontaminasi, gunakan alat pernapasan
Reply #32016-12-07
Poin-poin penting dalam pertolongan pertama untuk keracunan karbon monoksida: ① Segera buka pintu dan jendela agar udara bisa beredar, sekaligus segera tinggalkan tempat yang terkena keracunan tersebut.    ②Ada pernapasan mandiri, berikan oksigen secara memadai; berikan oksigen kepada pasien yang membutuhkannya.    ③Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi jantung.    ④Hubungi layanan darurat 120.    ⑤Usahakan untuk segera menjalani terapi oksigen bertekanan tinggi, agar efek sampingnya dapat berkurang. Peralatan: Masker oksigen, tabung oksigen, alat pernapasan darurat.
Reply #42016-12-07
(1) Kejadian keracunan dan sesak napas dapat dibagi menjadi dua kasus. Kasus pertama adalah ketika seseorang memasuki ruang tertutup seperti peralatan, wadah, kolam, parit, dan sebagainya, untuk melakukan pekerjaan inspeksi, perbaikan, atau tindakan darurat seperti menutup kebocoran dan menyelamatkan orang; Kedua adalah pekerjaan perbaikan darurat dan penutupan kebocoran akibat insiden tumpahan. (2) Saat bekerja di ruang tertutup, jika pengawas atau orang lain menemukan adanya kasus keracunan atau sesak napas, mereka tidak boleh langsung turun untuk menolong. Mereka harus segera menerapkan berbagai tindakan pertolongan darurat yang telah disiapkan sebelumnya. Gunakan fasilitas ventilasi, masker anti-racun, tali, tangga, dan sebagainya. Saat terjadi kebakaran, tidak boleh menggunakan alat pemadam api berupa karbon dioksida atau karbon tetraklorida yang bersifat memadamkan dengan cara mencegah pasokan oksigen. Singkatnya, kecelakaan tidak boleh diperbesar. (3) Dalam operasi penyelamatan di area yang terjadi kebocoran zat beracun, pertama-tama kenakan perlengkapan pelindung diri dari racun. Buka semua pintu dan jendela agar udara dapat beredar dengan lancar. Bawa pula perlengkapan pelindung diri tersebut untuk diberikan kepada petugas penanggulangan bencana dan korban, sehingga mereka dapat dibantu atau diselamatkan dari area yang terkontaminasi. Harus berhati-hati selama proses pertolongan, untuk mencegah terjadinya bencana sekunder seperti listrik statis, kebakaran, atau ledakan. (4) Penderita dipindahkan ke tempat yang berudara segar, lalu pakaian mereka dibuka. Ketika korban berhenti bernapas, lakukan respirasi buatan ; Ketika jantung berhenti berdetak, lakukan kompresi dada untuk membantu pemulihan pernapasan secara alami ; (5) Segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan, atau hubungi nomor darurat 120
Reply #52016-12-07
Pasien yang terluka dipindahkan ke tempat yang berudara segar. Pakaian pasien dibuka agar udara dapat masuk dengan lancar. Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi jantung. Selain itu, diberikan oksigen serta pengobatan menggunakan kapsul oksigen bertekanan tinggi
Reply #62016-12-07
1. Pindahkan pasien ke tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan udara yang segar, serta pastikan pasien tetap hangat. 2. Pertahankan saluran pernapasan tetap terbuka, bersihkan sekresi di mulut dan hidung. Jika terjadi henti napas, segera lakukan resusitasi pernapasan dengan cara meniupkan udara ke mulut pasien, serta lakukan pemijatan jantung eksternal. 3. Segera berikan oksigen. Jika memungkinkan, segera bawa pasien ke ruang terapi oksigen bertekanan tinggi di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dengan oksigen bertekanan tinggi. Hal ini sangat cocok untuk pasien yang mengalami keracunan gas dalam tingkat sedang hingga parah. Dengan cara ini, pasien dapat sadar kembali, dan gejala-gejala sisa akibat keracunan pun dapat dikurangi. 4. Segera berikan infus intravena sebanyak 50 ml larutan glukosa 50%, ditambah vitamin C sebanyak 500–1000 mg. Pasien dengan kondisi ringan hingga sedang dapat menggunakannya selama 2 hari, 1–2 kali sehari. Obat ini tidak hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga mencegah dehidrasi. Penggunaan obat ini sejak dini dapat mencegah atau mengurangi risiko edema otak.
Reply #72016-12-07
Segera pindahkan pasien ke tempat yang berventilasi baik, lepaskan kancing baju pasien, pastikan pasien tetap hangat, dan awasi kondisi kesadaran pasien secara ketat. Oksigen bertekanan tinggi
Reply #82016-12-07
(1) Keracunan CO dan kecelakaan akibat sesak napas dapat dibagi menjadi dua kasus. Kasus pertama adalah ketika seseorang memasuki ruang tertutup seperti peralatan, wadah, kolam, parit, dll., untuk melakukan pekerjaan inspeksi, perbaikan, atau tindakan darurat seperti menutup kebocoran dan menyelamatkan orang-orang yang berada di dalamnya; Kedua adalah pekerjaan perbaikan darurat dan penutupan kebocoran akibat insiden tumpahan. (2) Saat bekerja di ruang tertutup, jika pengawas atau orang lain menemukan adanya kasus keracunan atau sesak napas, mereka tidak boleh langsung turun untuk menolong. Mereka harus segera menerapkan berbagai tindakan pertolongan darurat yang telah disiapkan sebelumnya. Gunakan fasilitas ventilasi, masker anti-racun, tali, tangga, dan sebagainya. Saat terjadi kebakaran, tidak boleh menggunakan alat pemadam api berupa karbon dioksida atau karbon tetraklorida yang bersifat memadamkan dengan cara mencegah pasokan oksigen. Singkatnya, kecelakaan tidak boleh diperbesar. (3) Dalam operasi penyelamatan di area yang terjadi kebocoran zat beracun, pertama-tama kenakan perlengkapan pelindung diri dari racun. Buka semua pintu dan jendela agar udara dapat beredar dengan lancar. Bawa pula perlengkapan pelindung diri tersebut untuk diberikan kepada petugas penanggulangan bencana dan korban, sehingga mereka dapat dibantu atau diselamatkan dari area yang terkontaminasi. Harus berhati-hati selama proses pertolongan, untuk mencegah terjadinya bencana sekunder seperti listrik statis, kebakaran, atau ledakan. (4) Penderita dipindahkan ke tempat yang berudara segar, lalu pakaian mereka dibuka. Ketika korban berhenti bernapas, lakukan respirasi buatan ; Ketika jantung berhenti berdetak, lakukan kompresi dada untuk membantu pemulihan pernapasan secara alami ; (5) Segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, atau hubungi nomor darurat 120. Setelah menghubungi layanan darurat, sebutkan “tiga hal penting” berikut: ● Sebutkan alamat lengkap lokasi pabrik tempat pasien berada ; ●Jelaskan sifat bencana, jumlah korban luka, dan penyebab cedera ; Jelaskan penyebab keracunan atau sesak napas, agar rumah sakit dapat bersiap untuk memberikan pertolongan darurat. ●Sebutkan nama dan nomor telepon orang yang melaporkan kejadian tersebut. Setelah menelepon pihak medis, segera pergi ke persimpangan jalan untuk menunggu ambulans. (Hati-hati, jangan putuskan panggilan terlebih dahulu) Sebelum dan selama proses pengawalan, perlu berhati-hati untuk mencegah terjadinya syok. Saat memindahkan, gunakan gerakan yang lembut dan langkah yang stabil, agar rasa sakit korban dapat dikurangi sebisa mungkin.
Reply #92016-12-07
1 Pertolongan pertama di lokasi kejadian: Segera pindahkan pasien dari tempat terjadinya keracunan, bawa ke tempat yang memiliki udara segar. Buka jendela dan pintu agar udara dapat beredar dengan lancar. Sementara itu, lepaskan kancing kerah baju pasien dan ikat pinggangnya, agar pernapasannya menjadi lebih lancar. Berikan oksigen secepat mungkin. 2. Segera berikan oksigen: Bagi penderita keracunan ringan, dapat diberikan oksigen melalui selang hidung. Sedangkan bagi penderita dengan tingkat keracunan sedang hingga parah, perlu diberikan oksigen melalui masker tekanan normal. Jika memungkinkan, sebaiknya diberikan terapi oksigen bertekanan tinggi segera. 3. Pemberian hidrogen peroksida secara intravena atau penggunaan oksigen melalui infus intravena.
4. Mengurangi tekanan intrakranial: Pemberian manitol sebesar 20%, diselingi dengan larutan glukosa 50%, atau pemberian furosemid secara intravena.
5. Hormon kortikosteroid: Dapat mengurangi reaksi stres pada tubuh, mengurangi permeabilitas kapiler, sehingga membantu meringankan edema otak. 6 Antioksidan (penghancur radikal bebas): Dapat memperbaiki proses metabolisme sel, serta memiliki efek dehidrasi pada sel-sel otak. Seperti vitamin C: 8. Zat-zat yang membantu fungsi sel otak: adenosin trifosfat, koenzim A, sitokrom c, serta piracetam dan sejenisnya. 9. Antagonis kalsium: Zat ini dapat mencegah masuknya ion kalsium ke dalam sel, sehingga pembuluh darah akan melebar dan aliran darah ke otak pun akan membaik. Nimodipin 10: Mengoreksi keseimbangan asam-basa.
11. Obat penenang untuk kondisi hibernasi: Pada pasien yang mengalami kejang berulang, gelisah parah, atau demam tinggi, dapat digunakan obat penenang seperti diazepam, atau terapi hibernasi.
12. Pencegahan dan pengendalian infeksi secara tepat waktu.
13. Obat pemulih fungsi saraf pusat: Membantu proses metabolisme dan fungsi otak, serta meningkatkan aktivitas saraf pusat agar pasien dapat segera sadar kembali. Kloroesteroksime, citidilkolin. Penggunaan obat-obatan baru: Narotone: Narotone merupakan antagonis murni dari reseptor *.* di dalam tubuh. Obat ini bersaing dengan zat-zat jenis *.* untuk menghambat dan menggantikan ikatan antara zat-zat tersebut dengan reseptor. Dengan demikian, konsentrasi β-endorfin menurun, sehingga terjadi efek peningkatan kesadaran yang signifikan. Selain itu, narotone juga membantu mengatasi kondisi kekurangan oksigen di otak, meningkatkan frekuensi pernapasan, serta mencegah terjadinya edema paru, syok, dan hambatan pernapasan. Xingnao Jing: Obat tradisional Xingnao Jing memiliki efek yang baik dalam membantu pasien yang pingsan akibat keracunan CO untuk sadar kembali. Xingnao Jing dibuat dari resep tradisional Angong Niuhuang Wan, dan memiliki fungsi untuk membangunkan kesadaran, menghentikan kejang, menurunkan panas serta menghentikan pendarahan, serta meredakan rasa sakit akibat racun. Umumnya, selain penggunaan obat-obatan biasa, diberikan Xingnaojing sebanyak 20 ml secara intravena, 1 kali sehari.
Reply #102016-12-07
1. Pindahkan pasien ke tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan udara yang segar, serta pastikan pasien tetap hangat. 2. Pertahankan saluran pernapasan tetap terbuka, bersihkan sekresi di mulut dan hidung. Jika terjadi henti napas, segera lakukan resusitasi pernapasan dengan cara meniupkan udara ke mulut pasien, serta lakukan pemijatan jantung eksternal. 3. Segera berikan oksigen. Jika memungkinkan, segera bawa pasien ke ruang terapi oksigen bertekanan tinggi di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dengan oksigen bertekanan tinggi. Hal ini sangat cocok untuk pasien yang mengalami keracunan gas dalam tingkat sedang hingga parah. Dengan cara ini, pasien dapat sadar kembali, dan gejala-gejala sisa akibat keracunan pun dapat dikurangi. 4. Segera berikan infus intravena sebanyak 50 ml larutan glukosa 50%, ditambah vitamin C sebanyak 500–1000 mg. Pasien dengan kondisi ringan hingga sedang dapat menggunakannya selama 2 hari, 1–2 kali sehari. Obat ini tidak hanya membantu memulihkan energi, tetapi juga mencegah dehidrasi. Penggunaan obat ini sejak dini dapat mencegah atau mengurangi risiko edema otak.
Reply #112016-12-07
Pertolongan pertama di lokasi kejadian: Segera pindahkan pasien dari tempat terjadinya keracunan, bawa ke tempat yang memiliki udara segar, atau buka pintu dan jendela agar udara dapat beredar dengan lancar. Sementara itu, lepaskan kancing kerah baju pasien dan ikat pinggangnya, agar pernapasannya menjadi lebih lancar. Berikan oksigen secepat mungkin. Peralatan keselamatan: Alat deteksi CO, respirator bertekanan positif, masker gas, tandu
Reply #122016-12-07
Saat bekerja di ruang tertutup, jika pengawas atau orang lain menemukan adanya kasus keracunan atau sesak napas, mereka tidak boleh sembarangan turun untuk menolong. Mereka harus segera menerapkan berbagai tindakan pertolongan darurat yang telah disiapkan sebelumnya. Gunakan fasilitas ventilasi, masker anti-racun, tali, tangga, dan sebagainya. Saat terjadi kebakaran, tidak boleh menggunakan alat pemadam api berupa karbon dioksida atau karbon tetraklorida yang bersifat memadamkan dengan cara mencegah pasokan oksigen. Singkatnya, kecelakaan tidak boleh diperbesar. Dalam operasi penyelamatan di area yang terjadi kebocoran zat beracun, pertama-tama kenakan perlengkapan pelindung diri dari racun. Buka semua pintu dan jendela untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Bawa pula perlengkapan pelindung diri tersebut untuk diberikan kepada petugas penanggulangan bencana dan korban, agar mereka dapat dibantu atau diselamatkan dari area yang terkontaminasi. Harus berhati-hati selama proses pertolongan, untuk mencegah terjadinya bencana sekunder seperti listrik statis, kebakaran, atau ledakan. Para korban yang terluka dipindahkan ke tempat yang berventilasi baik, dan pakaian mereka dibuka. Ketika korban berhenti bernapas, lakukan respirasi buatan ; Ketika jantung berhenti berdetak, lakukan kompresi dada untuk membantu pemulihan pernapasan secara alami
Reply #132016-12-07
1 Pertolongan pertama di lokasi kejadian: Segera pindahkan pasien dari tempat terjadinya keracunan, bawa ke tempat yang memiliki udara segar. Buka jendela dan pintu agar udara dapat beredar dengan lancar. Sementara itu, lepaskan kancing kerah baju pasien dan ikat pinggangnya, agar pernapasannya menjadi lebih lancar. Berikan oksigen secepat mungkin. 2. Segera berikan oksigen: Bagi penderita keracunan ringan, dapat diberikan oksigen melalui selang hidung. Sedangkan bagi penderita dengan tingkat keracunan sedang hingga parah, perlu diberikan oksigen melalui masker tekanan normal. Jika memungkinkan, sebaiknya diberikan terapi oksigen bertekanan tinggi segera. Alat pernapasan udara atau alat pernapasan oksigen, beserta pakaian pelindung kimia yang sesuai
Reply #142016-12-07
Segera pindahkan pasien ke tempat yang bebas dari CO, atau buka pintu dan jendela agar pasien dapat menghirup udara segar; Jika ada kesulitan sementara, petugas penyelamat harus memakai masker terlebih dahulu, lalu segera memasang masker oksigen pada pasien, hingga pasien dapat dipindahkan ke tempat yang aman. Langkah kedua, dan juga langkah yang paling penting, adalah memberikan pasien oksigen dengan konsentrasi tinggi melalui selang hidung atau masker (terapi oksigen pada tekanan normal).
Reply #152016-12-07
Tindakan darurat untuk keracunan gas: 1. Keracunan gas terjadi ketika seseorang menghirup sejumlah karbon monoksida tertentu. Gejala ringannya meliputi sakit kepala, pusing, muntah, dan kelemahan pada anggota tubuh; Yang parah dapat mengalami koma hingga kematian, atau kerusakan otak yang serius. 2. Jika terjadi keracunan gas ringan, segera bantu orang tersebut untuk keluar dari area yang penuh gas, lalu biarkan ia beristirahat di tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Berikanlah udara segar untuknya, turunkan suhu tubuhnya, dan berikan air minum (atau minuman lainnya). Jika kondisinya tidak membaik, bawa saja orang tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 3. Jika terjadi keracunan parah, segera bawa pasien keluar dari daerah yang penuh dengan gas tersebut, lalu berikan pertolongan di tempat yang berventilasi baik dan sejuk. Sementara itu, hubungi nomor darurat 5806120 untuk meminta bantuan dari rumah sakit. Sebutkan lokasi, rute perjalanan, serta kondisi pasien yang keracunan. Jika pasien berhenti bernapas, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi dada secara bersamaan, hingga petugas medis tiba.
Reply #162016-12-07
Pertama-tama, tinggalkan area yang terkontaminasi racun dan pergilah ke tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Lepaskan kancing kerah baju Anda. Unit-unit yang lebih baik biasanya dilengkapi dengan ruang oksigen bertekanan tinggi, itu akan lebih baik. Untuk kasus keracunan yang parah, segera bawa korban ke rumah sakit. Menurut saya, peralatan darurat yang penting adalah alat pernapasan bertekanan positif, karena memudahkan proses penyelamatan.
Reply #172016-12-07
Penghangatan; Ventilasi ; Pembersihan saluran pernapasan, ventilasi buatan, dan resusitasi jantung-paru ; Masker pelindung diri tipe penyaring dan respirator oksigen mandiri bertekanan positif, dan sebagainya
Reply #182016-12-07
Poin-poin penting dalam pertolongan pertama untuk keracunan karbon monoksida: ① Segera tinggalkan tempat yang terkontaminasi, sekaligus buka pintu dan jendela agar udara di sekitar tetap bersirkulasi.    ②Masih bisa bernapas secara mandiri dengan menggunakan alat bantu pernapasan untuk mendapatkan oksigen.    ③Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi jantung.    ④Hubungi layanan darurat 120.    ⑤Usahakan untuk menjalani terapi oksigen bertekanan tinggi secepat mungkin. Peralatan: Masker oksigen, tabung oksigen, alat pernapasan darurat.
Reply #192016-12-07
Segera pindahkan pasien dari tempat terjadinya keracunan ke tempat yang memiliki udara segar. Lepaskan kancing baju pasien agar saluran pernapasannya tetap terbuka, dan pastikan pasien tetap hangat. Jika memungkinkan, oksigen harus diberikan secepat mungkin. Ketika ada banyak orang yang keracunan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan klasifikasi kondisi pasien. Pasien dengan status merah harus ditangani terlebih dahulu. Klasifikasi pemeriksaan di lokasi kejadian adalah sebagai berikut: Tanda merah menandakan adanya salah satu dari indikator berikut: koma; perubahan irama pernapasan (pernapasan seperti menghela nafas, pernapasan gelombang); syok; kejang yang berkelanjutan. Tanda kuning diberikan bagi mereka yang memiliki salah satu dari indikator berikut: kesadaran yang kabur atau kondisi mental yang tidak jelas; kejang. Tanda hijau menunjukkan orang yang memiliki gejala-gejala berikut: pusing, sakit kepala, mual, jantung berdebar, muntah, kelelahan, dan sebagainya. Tanda hitam menunjukkan orang yang memiliki kriteria berikut sekaligus: hilangnya kesadaran, tidak adanya pernapasan spontan, hilangnya denyut nadi di arteri utama, dan pelebaran pupil. Untuk pasien dengan tanda merah, perlu dipertahankan posisi resusitasi, dan segera dibuat saluran intravena. Pasien dengan tanda kuning perlu diamati secara cermat terkait perubahan kondisinya. Jika terjadi kejang berulang atau syok, segera lakukan tindakan pendukung yang sesuai. Pasien dengan tanda hijau, setelah dikeluarkan dari lingkungan tersebut, tidak perlu mendapatkan perlakuan khusus untuk sementara waktu; cukup amati perubahan kondisi kesehatannya saja. Pasien yang keracunan, setelah mendapatkan pertolongan darurat di tempat kejadian, sebaiknya segera dipindahkan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas terapi oksigen bertekanan tinggi untuk mendapatkan pengobatan.
Reply #202016-12-07
1. Segera keluar dari lingkungan yang beracun. Pindahkan pasien ke tempat yang memiliki udara segar. Buka jendela di ruangan tertutup agar udara bisa masuk. Lepaskan kancing baju dan ikat pinggang pasien, agar saluran pernapasan tetap terbuka. Pastikan pasien tetap hangat. Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan CPR. 2. Mengatasi kekurangan oksigen: Segera berikan oksigen. Pemberian oksigen dapat mempercepat proses pemisahan hemoglobin karbonmonoksil, sehingga memudahkan pengeluaran karbonmonoksil dari tubuh. Jika memungkinkan, sebaiknya dilakukan terapi oksigen bertekanan tinggi segera. Terapi ini dapat meningkatkan kandungan oksigen yang terlarut dalam darah, sehingga tekanan oksigen dalam darah arteri pun meningkat. Dengan demikian, kekurangan oksigen di jaringan dapat diperbaiki dengan cepat. Terapi oksigen bertekanan tinggi sebaiknya dilakukan pada tahap awal, paling baik dalam waktu 4 jam. Jika pasien dalam keadaan koma atau kadar karboksihemoglobinnya >25%, maka terapi ini tetap diperlukan, meskipun pasien tidak dalam keadaan koma. Jika tidak ada peralatan oksigen bertekanan tinggi, sebaiknya digunakan masker oksigen berkepadatan tinggi atau selang oksigen untuk memberikan oksigen. 3. Meningkatkan metabolisme jaringan otak. Pada pasien yang mengalami koma dalam waktu yang lama, demam tinggi, atau kejang berulang, dapat digunakan terapi hibernasi yang bertujuan untuk menurunkan suhu kepala. Dengan cara ini, laju metabolisme otak dapat dikurangi, sehingga otak lebih mampu bertahan terhadap kondisi kekurangan oksigen. Pada tahap awal, diberikan ATP, koenzim A, sitokrom C, dan sebagainya melalui infus intravena, guna membantu pemulihan fungsi sel-sel otak. Digunakan zat dehidrasi dan diuretik untuk mencegah edema otak. Dapat digunakan 250 mililiter manitol 20%, yang diberikan secara infus intravena. Jika diperlukan, dapat digabungkan atau digunakan secara bergantian dengan furosemid. 4. Pengobatan simptomatik: Pada pasien yang mengalami syok hipotensif, diberikan obat untuk memperbanyak volume darah dan mengatasi syok tersebut. Pada pasien yang mengalami kejang, diberikan obat penenang. Sedangkan pada pasien yang terinfeksi di paru-paru, diberikan antibiotik spektrum luas.
Reply #212016-12-07
Prinsip pertolongan darurat di tempat kejadian keracunan gas: (1) Pasien perlu segera dikeluarkan dari lingkungan yang terkontaminasi gas tersebut, dan pintu serta jendela harus segera dibuka agar udara dapat beredar dengan lancar.    (2) Pasien harus beristirahat dengan tenang, menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan beban pada jantung dan paru-paru serta menambah konsumsi oksigen.    (3) Pasien memiliki kemampuan bernapas secara mandiri, sehingga perlu diberikan oksigen secukupnya.    (4) Pasien yang mengalami keracunan dan dalam kondisi tidak sadar harus segera dikeluarkan dari lingkungan yang berbahaya tersebut. Dalam waktu sesingkat mungkin, perlu diperiksa kondisi pernapasan, denyut nadi, dan tekanan darah pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tindakan darurat perlu segera diambil.    (5) Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi jantung.    (6) Hubungi layanan darurat 120, agar dokter darurat dapat datang ke lokasi untuk menolong pasien.    (7) Setelah kondisi pasien stabil, pasien akan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.    (8) Usahakan untuk segera menjalani pengobatan menggunakan kapsul oksigen bertekanan tinggi, agar efek sampingnya dapat dikurangi. Bahkan untuk kasus yang ringan atau sedang sekalipun, pengobatan menggunakan kapsul oksigen bertekanan tinggi perlu dilakukan.    ◆Poin-poin penting dalam penanganan keracunan karbon monoksida: ① Segera buka pintu dan jendela agar udara bisa beredar, sekaligus segera tinggalkan tempat yang terkena keracunan tersebut.    ②Ada pernapasan mandiri, berikan oksigen secukupnya.    ③Jika pernapasan dan detak jantung berhenti, segera lakukan ventilasi buatan dan kompresi jantung.    ④Hubungi layanan darurat 120.    ⑤Usahakan untuk segera menjalani terapi oksigen bertekanan tinggi, agar efek sampingnya dapat berkurang.

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.