Thread Content
Postingan ini terakhir diedit oleh B0SS pada 9-12-2016 20:42. Untuk memperkuat pertukaran teknis antar teman dan mengaktifkan suasana versi reformasi kokas katalitik, postingan ini dirilis secara khusus. Partisipasi akan menghasilkan 4 poin kekayaan, dan jawaban yang benar akan memberi hadiah 10 poin kekayaan! ! ! Diumumkan dalam dua hari * * Tidak ada lagi penilaian. Isi bagian yang kosong: Saluran masuk udara tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran, disebut ( ) dan ( ), ( ) ke dalam tungku, dan ( ) ke dalam jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih besar dari ( ) ℃, dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari ( ) ℃. Saluran masuk udara pada tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran yaitu udara primer dan udara sekunder. Udara primer masuk ke dalam tungku dan udara sekunder masuk ke jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih dari 950°C dan suhu keluar tungku tidak lebih dari 680°C. =============================
Angin primer Angin sekunder Angin primer Angin sekunder 950 derajat 680 derajat
Untuk udara primer dan udara sekunder, udara primer masuk ke tungku dan udara sekunder masuk ke jaket silinder. Suhu tungku harus tidak lebih besar dari 950°C dan suhu keluar tungku tidak boleh lebih besar dari 680°C.
Angin primer dan angin sekunder, angin primer dan angin sekunder 950, 680
Saluran masuk udara pada tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran yaitu (udara primer) dan (udara sekunder). (Udara primer) masuk ke tungku dan (udara sekunder) masuk ke jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih besar dari (950) ℃ dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari (650) ℃.
Angin primer dan angin sekunder Angin primer dan angin sekunder 950 800
Udara primer ----- udara sekunder ------ udara primer memasuki tungku ------ udara sekunder memasuki penjepit silinder ------- 770 ---- 385
Angin primer, angin sekunder, angin primer, angin sekunder, 950.700
Angin primer, angin sekunder, angin primer, angin sekunder, 750℃, 500℃
Udara primer dan udara sekunder, udara primer masuk ke tungku, suhu udara sekunder yang masuk ke jaket silinder tidak lebih besar dari 950°C, dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari 680°C℃
Angin primer, angin sekunder, angin primer, angin sekunder, 950,, 680
Angin primer, angin sekunder, angin primer, angin sekunder, 950, 680
Angin primer dan angin sekunder, angin primer dan angin sekunder. 950 680
Saluran masuk udara pada tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran yaitu (udara primer) dan (udara sekunder). (Udara primer) masuk ke tungku dan (udara sekunder) masuk ke jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih besar dari (950) ℃, dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari (680) ℃.
Udara primer, udara sekunder, udara primer masuk ke tungku, udara sekunder masuk jaket, 950 750
Angin primer, angin sekunder, angin primer, angin sekunder 950, 650 agak banyak: haha
Saluran masuk udara pada tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran yaitu (udara primer) dan (udara sekunder). (Udara primer) masuk ke tungku dan (udara sekunder) masuk ke jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih besar dari (600) ℃ dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari (950) ℃.
Saluran masuk udara pada tungku pembakaran bantu dibagi menjadi dua saluran yaitu (udara primer) dan (udara sekunder). (Udara primer) masuk ke tungku dan (udara sekunder) masuk ke jaket silinder. Selama proses penyalaan dan pemanasan, suhu tungku harus tidak lebih besar dari (950) ℃ dan suhu keluar tungku tidak lebih besar dari (650) ℃.