Thread Content
Seiring dengan semakin matangnya proses gasifikasi, serta meningkatnya persyaratan lingkungan, bagaimanakah cara menangani slag dan abu yang dihasilkan oleh berbagai unit gasifikasi tersebut? Silakan bagikan bersama.
Berapa ukuran butiran abu batu bara? Berapa kandungan airnya?
Abu hasil proses gasifikasi ini sulit untuk ditangani. Katanya abu tersebut bisa digunakan di industri konstruksi, tetapi kualitasnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Saat ini, beberapa pabrik menggunakan abu dengan kandungan karbon tinggi sebagai bahan bakar di boiler CFB. Nantinya, perlu dilihat apakah abu ini bisa digunakan sebagai bahan pengisi kembali di tambang batu bara; hal tersebut mungkin akan lebih baik.
Komposisi abu yang dihasilkan oleh berbagai jenis tungku berbeda-beda. Abu dari beberapa jenis tungku dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau semen, tetapi abu dari jenis tungku lainnya tidak dapat dimanfaatkan dan langsung dianggap sebagai limbah. Termasuk juga lumpur batu bara yang dihasilkan setelah proses sedimentasi di Black Water. Beberapa pabrik menggunakan lumpur tersebut untuk dibakar dalam boiler CFB. Mari kita berbagi pengalaman masing-masing, bagaimana cara memprosesnya agar lebih baik? Misalnya, pada proses penghilangan abu secara kering menggunakan gas sintetis, karena abunya berukuran sangat halus dan kandungan karbonnya tinggi, bagaimana cara memanfaatkan energinya secara lebih efektif?
Bata ringan, bahan baku semen, dan campuran serbuk batu bara digunakan langsung untuk pembuatan dasar jalan, dan sebagainya.
QQ1594147107, menurut Anda, bagaimana prospek teknologi pengolahan abu dan sisa limbah menjadi bahan yang berguna? Mohon bimbingannya, bagaimana?