Thread Content
Bisakah TOFD digunakan untuk mendeteksi sambungan sudut? Bagaimana cara melakukannya?
Pos ini terakhir diedit oleh Zhongyuanren pada tanggal 3 Desember 2016 pukul 20:32. Rentang ketebalan yang dapat diterima oleh TOFD adalah ≥13 mm. Prinsip kerja TOFD adalah dengan menggunakan dua probe berbentuk pulsa lebar, satu untuk mengirim sinyal dan satu lagi untuk menerima sinyal. Kedua probe tersebut ditempatkan secara simetris terhadap garis tengah sambungan las. Probes pemancar menghasilkan berkas gelombang longitudinal yang tidak terfokus, yang kemudian masuk ke dalam benda yang akan diperiksa pada sudut tertentu. Sebagian dari berkas gelombang tersebut merambat di dekat permukaan dan ditangkap oleh probes penerima, sementara sebagian lainnya dipantulkan oleh permukaan bawah sebelum akhirnya ditangkap oleh probes penerima. Prober penerima menentukan posisi dan ketinggian cacat tersebut dengan memanfaatkan sinyal difraksi dari ujung cacat tersebut serta perbedaan waktu kedatangan sinyal-sinyal tersebut. Keunggulan: a) Dengan satu kali pemindaian, hampir seluruh area sambungan dapat tercakup (kecuali daerah yang tidak dapat diakses di permukaan atas dan bawah), sehingga memungkinkan kecepatan deteksi yang sangat tinggi ; b) Keandalannya harus baik, dengan tingkat deteksi cacat di bagian tengah sambungan yang sangat tinggi ; c) Dapat mendeteksi berbagai jenis kecacatan, dan tidak peka terhadap arah kemunculan kecacatan tersebut ; d) Dapat mengenali cacat-cacat yang menjorok ke permukaan ; e) Dengan penggunaan teknik pemindaian D, penilaian terhadap cacat menjadi lebih mudah dipahami ; f) Penentuan posisi dan kuantifikasi kecacatan secara vertikal sangat akurat, dengan kesalahan akurasi kurang dari 1 mm ; g) Dikombinasikan dengan metode refleksi pulsa, hasil deteksinya lebih baik, dengan tingkat cakupan 100% ; Keterbatasan teknologi TOFD: a) Ada area buta di dekat permukaan, sehingga keandalan deteksi di area tersebut tidak memadai. b) Sulit untuk menentukan jenis cacat yang ada. c) Diperlukan pengalaman yang luas untuk menganalisis gambar yang dihasilkan. d) Sulit untuk mendeteksi cacat yang berbentuk horizontal. e) Pada bahan berbutir kasar, deteksinya juga sulit. f) Sulit untuk mengukur benda-benda dengan bentuk geometri yang kompleks. Metode deteksi: Sistem pencitraan ultrasonik TOFD. 1) Teknologi TOFD memiliki tingkat keandalan yang baik. Karena teknik ini terutama menggunakan gelombang difraksi untuk mendeteksi, dan sinyal difraksi tidak dipengaruhi oleh berkas suara, maka cacat di segala arah dapat terdeteksi dengan efektif. Hal inilah yang membuat teknik ini memiliki tingkat deteksi cacat yang sangat tinggi. Evaluasi berdasarkan hasil pengujian tingkat deteksi kecacatan di lembaga penelitian di luar negeri adalah: UT manual, 50-70% ; TOFD, 70–90% ; Pemindaian mekanis UT+TOFD, 80-95%. Dari sini dapat dilihat bahwa teknik deteksi TOFD memiliki tingkat keandalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode UT konvensional yang dilakukan secara manual. 2) Teknologi TOFD memiliki akurasi kuantitatif yang tinggi. Penggunaan teknik perbedaan waktu difraksi untuk mengukur kecacatan memberikan akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan deteksi ultrasonik manual konvensional. Umumnya, untuk defek linear atau defek berbentuk area, kesalahan kuantitatif TOFD kurang dari 1 mm. Kesalahan pengukuran tinggi retakan dan cacat tidak menyatu umumnya hanya sekitar beberapa milimeter saja. 3) Pemeriksaan TOFD merupakan metode yang sederhana dan cepat. Untuk metode pemindaian non-parallel yang paling umum digunakan, hanya diperlukan satu orang untuk mengoperasikannya. Prober perlu digerakkan sepanjang kedua sisi sambungan las saja; tidak perlu dilakukan pemindaian berbentuk gigi gergaji. Metode ini memiliki efisiensi yang tinggi dan biaya operasional yang rendah.
4) Sistem pemeriksaan TOFD dilengkapi dengan alat pemindaian otomatis atau setengah otomatis, sehingga dapat menentukan posisi relatif antara cacat dan prober. Sinyal yang dihasilkan dapat diolah menjadi gambar TOFD. Jumlah informasi yang ditampilkan pada gambar TOFD jauh lebih banyak dibandingkan dengan tampilan jenis A scan. Pada tampilan jenis A, layar hanya dapat menampilkan satu sinyal A scan saja, sedangkan gambar TOFD menampilkan kumpulan banyak sinyal A scan yang berasal dari proses deteksi sambungan las. Dibandingkan dengan tampilan bentuk gelombang sinyal tipe A, gambar TOFD yang mengandung informasi yang lebih lengkap lebih efektif untuk mengidentifikasi dan menganalisis cacat. 5) Sistem deteksi TOFD yang digunakan saat ini merupakan alat digital berkinerja tinggi. Alat-alat ini sepenuhnya mengatasi kelemahan alat pendeteksi ultrasonik analog dan alat pendeteksi ultrasonik digital sederhana, yaitu kemampuan mereka yang buruk dalam merekam sinyal. Alat-alat ini tidak hanya mampu merekam sinyal sepanjang prosesnya serta menyimpan data dalam jangka waktu yang lama, tetapi juga mampu memproses sejumlah besar sinyal dengan kecepatan tinggi. 6) Selain digunakan untuk mendeteksi cacat, teknologi TOFD juga dapat digunakan untuk memantau perkembangan cacat tersebut. Ini merupakan salah satu metode yang efektif dan akurat untuk mengukur pertumbuhan retakan. 7) TOFD dapat menentukan posisi kedalaman cacat dengan tepat, serta mengukur tinggi cacat tersebut secara kuantitatif. 8) Karena sinyal difraksi akibat cacat tidak bergantung pada sudut, maka keandalan dan ketepatan deteksi tidak terpengaruh oleh sudut tersebut. 9) Lokasi titik difraksi ditentukan berdasarkan perbedaan waktu penyebaran sinyal difraksi; penentuan posisi defek secara kuantitatif tidak bergantung pada amplitudo sinyal.
Secara prinsip, hal ini tidak diperbolehkan. TOFD pada dasarnya merupakan pengembangan dari metode pemeriksaan ultrasonik yang menggunakan banyak probe dan chip. Metode ini sangat efektif untuk memeriksa sambungan antar komponen.