Thread Content
Kebaikan hatimu tidak bisa dibuat-buat; itu merupakan sifat yang sudah melekat dalam dirimu sejak lahir. Dalam kehidupan ini, semua makhluk hidup memiliki masa berakhirnya, sebagaimana halnya tumbuhan yang layu di musim gugur. Sifat dasar untuk bertahan hidup merupakan sesuatu yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Meskipun keesokan harinya akan berubah karena perbedaan cara merawatnya, tetapi jika tidak ada perubahan yang mendasar, maka upaya Anda untuk menyembunyikannya atau mengabaikannya sama sekali tidak akan membuatnya berubah menjadi bentuk lain yang tidak diketahui orang lain. Keberadaan seseorang dalam masyarakat selalu ditandai oleh berbagai macam pengaruh sosial yang memberikan “cap” yang mendalam pada dirinya. Namun, bagaimanapun caranya—entah dengan berbagai tipu muslihat atau tindakan jahat yang dilakukan secara sengaja—hanya dengan sikap penuh belas kasihan dan toleransilah kita dapat benar-benar memahami dasar dari keberadaan kehidupan. Hanya dengan terus melakukan hal ini, barulah dapat dikatakan tanpa berlebihan: di mana letak orang-orang jahat? Untuk apa bersaing? Lebih baik hidup dengan tenang dan tulus, menjalani kehidupan secara sederhana. Dari sudut pandang ini, dalam berhubungan dengan orang lain, lebih baik bersikap murah hati dan tulus. Hidup yang penuh kejujuran akan membuat seseorang tidak merasa menyesal, bukan? Dari pengalaman bertahun-tahun, saya sudah memahami apa sebenarnya arti “kejujuran”. Itulah prinsip yang seharusnya selalu dipegang oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Namun, sepertinya setelah terbangun dari tidur, barulah saya menyadari segala hal yang rumit di baliknya. Sepertinya juga baru pagi ini saya mulai memahami, dan menyadari makna sebenarnya dari kejujuran. Sejak zaman dahulu hingga kini, orang-orang yang berbudi luhur biasanya juga merupakan orang-orang bijak. Kebijaksanaan yang sejati seringkali tampak seperti kebodohan. Di dunia ini ada banyak hal yang tidak dapat dijelaskan atau dipahami dengan jelas. Terkadang, meski seseorang berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu, pada akhirnya ia tetap tidak akan bisa memperolehnya. Sedangkan orang yang benar-benar jujur biasanya tidak perlu berjuang; apa yang diinginkannya akan datang dengan sendirinya. Padahal, pada dasarnya mereka juga sedang berjuang. Orang yang berbudi luhur biasanya lebih suka memberi, tahu cara menabung. Baik kekuatan maupun kesempatan, apa yang seharusnya didapatkan pasti akan diperoleh. Orang yang berbudi luhur memang mungkin tidak akan mendapatkan imbalan yang setimpal dalam jangka pendek, tetapi waktu akan menjadi katalis terbaiknya. Keunggulan yang berharga dari hal ini adalah, orang-orang yang berbudi luhur tidak terlalu memperdulikannya. Kesungguhan seseorang bukan hanya merupakan sebuah karakter, tetapi juga merupakan sikap yang mulia dan berharga. Oleh karena itu, orang-orang yang berbudi luhur, dalam kondisi apa pun, biasanya hidup dengan penuh kejelasan, kegembiraan, dan ketenangan. Dari sudut pandang ini, orang yang berbudi luhur sebenarnya sudah termasuk orang yang telah mencapai kebenaran. Bergaul dengan orang yang jujur, tidak perlu waspada, sehingga tidak melelahkan. Bersahabatlah dengan orang-orang yang baik hati; tak perlu khawatir, sifat baik akan tetap terjaga. Inilah arti dari “dekat dengan orang baik, maka seseorang pun akan menjadi baik”. Kesungguhan sejati tentu lebih terletak pada kesejahteraan batin, bukan pada kemewahan yang tampak di permukaan. Namun, secara lahiriah, seringkali juga dapat ditemukan tanda-tanda kejujuran. Mereka memiliki tatapan yang tenang, senyuman yang tulus, kecepatan berbicara yang tidak terlalu cepat, dan mampu memberi ruang bagi orang lain. Kesopanan bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan; itu merupakan sifat alami yang melekat dalam diri seseorang. Suka pada orang yang jujur, bersedia berteman dengan orang yang jujur, dan berusaha menjadi orang yang jujur.
Seberapa lama pun dipakai, suatu hari nanti topeng itu akan dilepas~~~~
Ada pepatah yang mengatakan: Orang baik bersikap terbuka, sedangkan orang jahat menyembunyikan niat buruknya.
Orang bijak seringkali bersikap bebas dan tidak terikat aturan. Ji Kang, salah satu dari Tujuh Orang Bijak di Hutan Bambu, sering berada dalam keadaan telanjang di rumahnya. Ia tetap berbuat demikian bahkan ketika ada tamu yang datang. Teman-temannya menasihatinya untuk lebih berhati-hati. Dia malah berkata: “Langit dan bumi adalah ‘rumah’ku, sedangkan rumah-rumah merupakan ‘pakaian’ku. Bagaimana mungkin Anda masuk ke dalam ‘pakaian’ku seperti ini?”
Bergaul dengan orang yang jujur, tidak perlu waspada, sehingga tidak melelahkan. Bersama orang-orang yang berbudi luhur, kita tidak perlu khawatir bahwa sifat baik akan hilang; inilah arti dari “dekat dengan orang baik, maka seseorang pun akan menjadi baik”. Sangat suka kalimat LZ ini
Apa perbedaan antara jujur dan tulus? Sering dikatakan oleh keluarga sebagai orang yang jujur. Saat bertemu pasangan potensial, dia dianggap sebagai orang yang tidak akan mengkhianati pasangannya