HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Pengetahuan pemilihan solenoid valve: Mari kita tambahkan lebih banyak informasi yang berguna agar semuanya dapat memilihnya dengan lebih baik*

2016-12-18View Original

Thread Content

Pengetahuan pemilihan solenoid valve – Mari kita tambahkan lebih banyak informasi yang berguna untuk membantu proses pemilihan yang lebih baik. Prinsip-prinsip pemilihan: Pemilihan solenoid valve harus mengikuti empat prinsip utama, yaitu keamanan, keandalan, kesesuaian, dan efisiensi ekonomi. Selain itu, perlu juga diperhatikan enam aspek kondisi di lapangan, yaitu parameter saluran, parameter media, parameter tekanan, parameter sumber daya listrik, cara kerja, serta persyaratan khusus. Prinsip pemilihan: Keamanan: Artinya, saat memilih suatu produk, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah keamanan nyawa dan properti, terutama di tempat-tempat yang rawan terhadap bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak! 1. Keandalan: Katup elektromagnetik yang tidak berfungsi dengan baik dapat merusak komponen-komponen lain dalam sistem! II. Kesesuaian: Saat memilih produk, pastikan untuk berkonsultasi dengan para ahli. Misalnya, menggunakan katup suhu rendah untuk uap merupakan pemborosan! III. Efisiensi ekonomi: Artinya, bila digunakan untuk media ber suhu rendah, tidak perlu memilih jenis yang ber suhu tinggi, karena biaya penggunaan jenis yang ber suhu tinggi lebih mahal! Dasar pemilihan: Pertama, memilih katup elektromagnetik berdasarkan parameter pipa, yaitu ukuran diameter saluran (yaitu DN) dan jenis sambungannya. Cara termudah untuk menentukan ukuran diameter saluran adalah dengan mengikuti langsung ukuran diameter dalam pipa di lokasi tersebut. Atau, dapat ditentukan dengan membandingkan besarnya laju aliran fluida di dalam pipa di lokasi tersebut dengan nilai Kv dari katup elektromagnetik milik perusahaan kami.   2. Metode sambungan: Umumnya, untuk ukuran >DN50 sebaiknya digunakan sambungan flensa, sedangkan untuk ukuran ≤DN50, pengguna dapat memilih metode sambungan sesuai keinginan.
II. Pemilihan katup elektromagnetik berdasarkan parameter media: bahan dan rentang suhu. 1. Media yang bersifat korosif: Sebaiknya digunakan katup elektromagnetik berbahan plastik atau katup yang terbuat dari baja tahan karat sepenuhnya ; Untuk media yang bersifat korosif tinggi, harus digunakan membran isolator, seperti OK69. Dalam media netral, sebaiknya digunakan katup elektromagnetik dengan bahan cangkang dari paduan tembaga. Jika tidak, sering kali akan terjadi kerak karat yang terlepas dari cangkang katup, terutama pada situasi di mana katup tersebut tidak digunakan secara rutin. Valve untuk amonia tidak boleh terbuat dari bahan tembaga. Untuk saluran proses pembuatan anggur dan susu, digunakan katup elektromagnetik berbahan stainless steel kelas makanan. 2. Media ber suhu tinggi: Suhu media harus berada dalam rentang yang diizinkan oleh katup elektromagnetik. Untuk air panas, uap, dan minyak pemanas, perlu digunakan kumparan elektromagnetik yang tahan suhu tinggi serta bahan penyegel yang sesuai. Selain itu, sebaiknya digunakan struktur tipe piston. Misalnya: Uap pada suhu 200°C sebaiknya menggunakan bahan stainless steel seri OK72 atau OK87. Penggunaan bahan tembaga dalam kasus ini tidaklah baik, karena ketika suhu melebihi 170°C, koefisien ekspansi tembaga akan bertentangan dengan toleransi antara komponen piston katup elektromagnetik dan rongga pistonnya, sehingga menyebabkan fungsi katup menjadi tidak efektif. 3. Keadaan medium: Umumnya ada dalam bentuk gas, cair, atau campuran. Untuk hal ini, diperlukan katup elektromagnetik yang berbeda-beda, yaitu yang cocok digunakan untuk gas atau cairan. Bentuk medium perlu dicantumkan, karena jika tidak, kinerja katup akan terganggu. 4. Viskositas medium: Umumnya, nilai viskositas yang di bawah 50 cSt dapat dipilih sesuai keinginan. Jika nilai viskositas melebihi angka tersebut, maka diperlukan katup elektromagnetik dengan viskositas yang lebih tinggi. 5. Kebersihan media: Jika media mengandung sedikit kotoran halus, maka dapat digunakan struktur membran. Namun, jika kotorannya berukuran besar dan jumlahnya banyak, sebaiknya pasang filter di depan katup elektromagnetik. III. Pemilihan katup elektromagnetik berdasarkan parameter tekanan: Prinsip dan jenis strukturnya 1. Tekanan nominal: Parameter ini memiliki arti yang sama dengan valve umum lainnya, yaitu ditentukan berdasarkan tekanan nominal dari saluran pipa tersebut. 2. Perbedaan tekanan kerja: Untuk nilai yang kurang atau sama dengan nol, harus digunakan tipe aktuator tipe langsung atau tipe langkah-langkah langsung. Tekanan kerja minimum yang diperlukan adalah di atas 0,04 Mpa; dalam kondisi seperti itu, penggunaan sistem pilot tak langsung dapat dipertimbangkan ; Untuk sistem pengisapan vakum atau saluran sifon, digunakan katup elektromagnetik vakum. 3. Rentang tekanan: Harus dipilih dalam rentang yang diizinkan oleh katup elektromagnetik. Umumnya, untuk tekanan kerja yang lebih dari 1 Mpa, digunakan struktur piston yang lebih andal dan tahan lama. Jika tekanannya kurang dari 1,0 Mpa, menggunakan struktur membran akan lebih menghemat biaya.  IV. Pemilihan tegangan sumber daya: 1. Berdasarkan jenis sumber daya pengisi daya, gunakan katup elektromagnetik tipe arus bolak-balik atau arus searah secara terpisah. Umumnya, sumber daya listrik AC mudah didapatkan.   2. Untuk spesifikasi tegangan, sebaiknya gunakan AC220V atau DC24V sebagai pilihan utama.   3. Fluktuasi tegangan supply listrik: untuk arus bolak-balik, batasnya adalah +10% hingga -15%. Untuk arus searah, batasnya sekitar ±10%. Jika fluktuasinya melebihi batas tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk menstabilkan tegangan, atau perlu diajukan permintaan khusus saat memesan.   4. Arus nominal dan daya yang dibutuhkan harus dipilih berdasarkan kapasitas sumber daya listriknya. Perlu diperhatikan bahwa nilai VA akan tinggi saat proses start berlangsung. Jika kapasitasnya tidak mencukupi, sebaiknya gunakan katup elektromagnetik tipe tak langsung terlebih dahulu. V. Pemilihan berdasarkan waktu kerja yang berkelanjutan: normal tertutup, normal terbuka, atau dapat tetap dalam keadaan terhubung listrik. 1. Katup elektromagnetik bekerja berkat medan magnet yang dihasilkan ketika kumparan elektromagnetik dialiri listrik. Oleh karena itu, katup elektromagnetik hanya memiliki dua posisi, yaitu normal tertutup (dalam keadaan tertutup saat tidak ada arus listrik) dan normal terbuka (dalam keadaan terbuka saat tidak ada arus listrik). 2. Jika solenoid valve perlu digunakan dalam kondisi terus-menerus dibuka dan ditutup secara berulang-ulang, maka pilih tipe yang selalu dalam keadaan terbuka jika waktu pembukaannya lebih lama daripada waktu penutupannya. Sebaliknya, pilih tipe yang selalu dalam keadaan tertutup jika waktu pembukaan dan penutupannya hampir sama. Namun, untuk beberapa kondisi yang memerlukan perlindungan keamanan, seperti pengendalian bahan bakar dan pemantauan nyala api di tungku atau oven, tidak boleh digunakan katup elektromagnetik tipe terbuka terus-menerus. Sebab, jika terjadi kerusakan dan diperlukan penutupan darurat pada katup elektromagnetik tersebut, maka alat kontrol atau sumber daya listriknya pun akan bermasalah, sehingga hal ini dapat menimbulkan bencana ; VI. Pilih fungsi tambahan sesuai dengan persyaratan lingkungan: tahan ledakan, tahan kabut air, tahan semprotan air, cocok untuk penggunaan di bawah air, tahan suhu ekstrem rendah. 1. Lingkungan yang berpotensi meledak: Harus digunakan katup elektromagnetik yang memiliki tingkat ketahanan terhadap ledakan yang sesuai. 2. Untuk pemasangan di luar ruangan atau di tempat yang banyak debunya, sebaiknya gunakan jenis yang tahan air dan debu. 3. Untuk air mancur, harus digunakan katup elektromagnetik tipe selam. 4. Media atau lingkungan dengan suhu sangat rendah harus menggunakan katup elektromagnetik berkekuatan rendah. ●Perlu ditekankan kepada para pengguna bahwa faktor ekonomis bukan hanya berkaitan dengan harga produk, tetapi juga perlu memperhatikan fungsinya, kualitasnya, serta biaya pemasangan, perbaikan, dan perlengkapan tambahan yang diperlukan. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk sebuah katup elektromagnetik dalam seluruh sistem kontrol otomatis, bahkan di seluruh jalur produksi, sangatlah kecil. Jika kita memilihnya hanya demi menghemat sedikit uang, hal tersebut justru akan menimbulkan kerugian yang besar. Pada dasarnya, efisiensi ekonomis tidak hanya merujuk pada harga produk, tetapi juga pada rasio kinerja terhadap harga serta total biaya yang diperlukan.

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.