HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Contoh kecelakaan saat operasional ketel uap–8

2016-12-26View Original

Thread Content

Pada tanggal 8 September 2000, terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa di sebuah pabrik listrik. Berikut adalah kronologis kejadian: Pada tanggal 8 September 2000, turbin nomor 2 di pabrik listrik tersebut sedang beroperasi secara normal. Pada pukul 02.30, beban yang digunakan adalah 150 MW, tekanan uap utama sebesar 13,6 MPa, dan suhu uap utama sebesar 537°C. Petugas kimia meminta agar dilakukan proses pembuangan kotoran dari turbin nomor 2 secara berkala. Sekitar pukul 02.40, petugas yang bertugas mempersiapkan diri untuk melakukan proses pembuangan kotoran tersebut. Pada pukul 02.45, petugas pengendali tiba-tiba mendengar suara keras disertai getaran. Petugas pengawas tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, sehingga segera memeriksa indikator-indikator di panel kontrol. Ternyata tidak ada perubahan apa-apa. Ketika keluar, ditemukan bahwa ada asap dalam jumlah besar yang keluar dari tangga di sisi A dan B. Katup pembuangan air di bagian belakang turbin juga terbuka, begitu pula katup pembuangan air di bagian depan turbin. Pada saat yang sama, tutuplah katup pengalir air yang berada di bagian bawah sudut D di depan tungku dan sudut B di belakang tungku. Pembuangan uap dari pipa tersebut berhenti. Setelah itu, orang-orang mencari korban di ketinggian nol meter, dan ditemukan bahwa tukang masak kedua tergeletak di tanah. Ia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ternyata ia mengalami luka bakar tingkat dua, dengan luas area luka sebesar 70%. Upaya penyelamatan di rumah sakit tidak membuahkan hasil, dan pada pukul 22.30 tanggal 9 September, ia meninggal karena gagal napas. Setelah kecelakaan, dilakukan pemeriksaan ulang terhadap posisi katup di lokasi kejadian, dan ditemukan bahwa katup pembuangan sekali pakai di sudut B di belakang tungku terbuka sejauh 1,2 putaran.
Reply #22016-12-26
Analisis penyebab kecelakaan: Berdasarkan analisis awal, saat petugas pembantu tersebut pergi untuk membuang kotoran dari bagian bawah tungku, seharusnya ia membuka katup pembuangan air yang berada di sudut D di depan tungku dan sudut B di belakang tungku. Namun, ia salah membuka katup pembuangan air yang berada di sudut D dan B tersebut sebagai katup pembuangan air biasa. Karena beberapa katup listrik tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadi kebocoran uap, maka cairan uap bertekanan tinggi mengalir ke saluran bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan pipa sistem pembuangan air pecah, sehingga uap bertekanan tinggi keluar dalam jumlah besar. Uap tersebut menimpa petugas pembantu tersebut hingga ia terjatuh ke tanah dan terluka parah. Upaya penyelamatan tidak berhasil, dan ia pun meninggal dunia. Petugas pengoperasian tidak memahami sistem dan peralatan dengan baik, dan saat melakukan proses pembuangan limbah, mereka tidak memeriksa nama katup dengan cermat, sehingga katup yang dibuka salah.
Reply #32016-12-26
Ringkasan kecelakaan: 1. Perkuat pengelolaan keamanan dalam berbagai pekerjaan, tingkatkan upaya pengawasan dan perbaikan, serta pastikan keamanan peralatan produksi dan lingkungan kerja. 2. Perlu dilakukan pendidikan mengenai keselamatan dalam berbagai bentuk secara teratur, agar para karyawan memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya perlindungan diri, serta memahami cara-cara untuk melindungi diri. 3. Para pekerja utama yang terlibat dalam proses produksi perlu secara berkala diuji mengenai aturan-aturan keselamatan, agar tanggung jawab mereka terkait keselamatan menjadi lebih jelas, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan pun semakin ditingkatkan. 4. Sebaiknya, seluruh karyawan dilatih secara berkala mengenai metode pertolongan darurat, terutama cara memberikan pertolongan pertama pada kasus sengatan listrik. 5. Perkuat pengelolaan keamanan dalam berbagai aspek pekerjaan, tingkatkan upaya pengawasan dan perbaikan, agar peralatan produksi serta lingkungan kerja tetap aman. 6. Pada setiap saluran hidrofobik, bahan pipa yang berada di belakang katup pengatur aliran harus sama dengan bahan pipa yang berada di depan katup, agar terhindar dari kondisi tekanan berlebih pada pipa di belakang katup setelah katup dibuka.
Reply #42016-12-27
Kurangnya pemahaman mengenai proses produksi memang merupakan masalah, dan masalah ini masih umum terjadi~~~~

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.