Thread Content
Perusahaan perlu merancang sebuah kondenser. Karena uapnya kotor, maka saluran uap perlu digunakan. Aliran uapnya adalah 1474 kg/jam. Suhu uap menurun dari 143°C menjadi 45°C. Media pendinginnya berupa air sirkulasi, dengan suhu yang naik dari 30°C menjadi 35°C. Tekanan operasi pada bagian pipa adalah 3,98 bar, sedangkan tekanan operasi pada bagian cangkang adalah 2 bar. Dengan menggunakan EDR, laju aliran air sirkulasi dihitung sebesar 35482 kg/jam. Laju aliran fluida di bagian shell side adalah 0,57 m/dtk, sedangkan laju aliran fluida di bagian tube side adalah 0,82 m/dtk. Namun, setelah dihitung, diperoleh hasil bahwa sifat-sifat fisika fluida tersebut tidak sesuai. Rekan kerja menggunakan HTRI untuk menghitung laju aliran air sirkulasi, yang bernilai 176890 kg/jam. Laju aliran fluida di bagian shell adalah 1,21 m/detik, sedangkan laju aliran fluida di bagian tube adalah 0,03 m/detik. Tidak tahu mengapa perbedaan volume air sirkulasi begitu besar? Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan HTRI, kecepatan aliran di sisi pipa terlalu rendah, sehingga mudah terjadi penyumbatan, dan koefisien konduksi panasnya juga rendah. Tidak tahu apakah jumlah air yang dihitung oleh EDR sudah benar?
Belum lagi hal-hal lainnya, jelas sekali bahwa dalam hasil perhitungan menggunakan EDR, pengaturan pada sisi uapnya pasti salah. Uap dengan suhu 143 derajat Celsius dan tekanan 3,98 bar berada tepat pada titik kritis antara fase gas dan cair; sehingga mudah saja berubah menjadi cairan jika tidak hati-hati. Meskipun saya tidak melihat metode perhitungan Anda, jelas sekali bahwa jumlah air yang dihitung menggunakan EDR tersebut tidak benar. Hal ini disebabkan oleh masalah pada data yang dimasukkan; seharusnya yang digunakan adalah uap, tetapi kenyataannya yang digunakan adalah cairan. Karena tidak ada panas laten, maka jumlah air yang dihitung menjadi sangat kecil. Selesaikan masalah ini dulu, baru kita bahas yang lainnya.
Halo, saya sudah menghitungnya secara manual, dan ternyata EDR tidak memperhitungkan panas laten penguapan. Saya akan menyesuaikannya lagi. Selain itu, bisakah Anda tolong kirimkan kepada saya file sumber yang telah Anda buat dalam postingan ini? Terima kasih, http://bbs.hcbbs.com/forum.php?mod=viewthread&tid=508908&page=1
File-file di postingan ini sudah terlalu lama, saya tidak tahu apakah masih bisa ditemukan atau tidak. Malam ini saya akan cek di hard disk lama untuk melihat apakah masih ada file tersebut… Jika ada, saya akan kirimkan ke Anda.
Baik, terima kasih banyak. Saya pernah mengirim email kepada Anda sebelumnya, tetapi akun Yahoo Anda telah dibatalkan. Jika ditemukan, tolong kirim ke email saya: 181974507@qq.com
Menurut saya, baik menggunakan EDR maupun HTRI, yang paling penting adalah terlebih dahulu memodelkan sifat-sifat fisiknya dengan baik, terutama untuk uap. Jika tidak, kedua metode tersebut tidak dapat dibandingkan.