Thread Content
Sumber: Qi Lu Wan Bao. Waktu penambahan konten: 2016-12-28 11:14:54. Jumlah pengunjung: 112. Biaya medis yang timbul akibat cedera kerja selama pekerja masih bekerja, harus ditanggung oleh pihak pengusaha, mengingat biaya asuransi kecelakaan kerja belum dibayarkan. Namun, jika perjanjian kerja diakhiri atau berakhir, apakah biaya pengobatan yang diperlukan oleh pekerja yang mengalami cedera di tempat kerja masih harus ditanggung oleh pihak pengusaha? Baru-baru ini, Pengadilan Lan Shan telah memutuskan sebuah kasus seperti ini. Pada bulan Juli 2012, Wang Wei (nama samaran) mulai bekerja di sebuah perusahaan di Rizhao. Ia bekerja sebagai pekerja di bidang pembuatan sabuk. Perusahaan tersebut tidak memberikan asuransi kecelakaan kerja kepada Wang Wei. Pada bulan Juni 2013, lengan kiri Wang Wei terluka akibat sabuk mesin yang menyimpang dari jalurnya. Ia pun dibawa ke Rumah Sakit Rakyat Distrik Lanshan untuk mendapatkan perawatan. Kondisinya dinilai sebagai cedera akibat pekerjaan, dan tingkat disabilitasnya ditetapkan sebesar tingkat delapan. Sejak Oktober 2014, Wang Wei mengajukan permohonan arbitrase dan gugatan hukum, dengan tujuan untuk mengakhiri hubungan kerja antara kedua belah pihak. Ia juga menuntut agar perusahaan di Rizhao tersebut membayarnya gaji selama masa cuti akibat cedera, tunjangan cacat sekali jalan, tunjangan medis akibat cedera sekali jalan, tunjangan pengangguran akibat cacat sekali jalan, biaya makan, biaya perawatan, biaya pemeriksaan kesehatan, serta biaya transportasi untuk pemeriksaan kesehatan. Totalnya sekitar 150.000 yuan. Setelah memeriksa kasus tersebut, pengadilan mengeluarkan putusan pada bulan Maret 2015. Putusan tersebut mendukung tuntutan hukum yang diajukan oleh Wang Wei. Selain itu, perusahaan di Rizhao tersebut juga telah memenuhi kewajiban ganti rugi yang ditetapkan. Dari bulan Juni hingga Juli tahun 2015, Wang Wei dirawat di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Rizhao untuk menjalani pengobatan lanjutan. Pada Januari 2016, Wang Wei kembali mengajukan gugatan ke pengadilan, dengan meminta perusahaan di Rizhao tersebut untuk membayar biaya pengobatan selanjutnya sebesar 5.000 yuan. Setelah memeriksa kasus tersebut, pengadilan berpendapat bahwa dana bantuan medis sekali jalan untuk pekerja yang mengalami cedera akibat pekerjaan, dan dinilai memiliki tingkat kecacatan tingkat lima atau enam, merupakan biaya perlindungan kesehatan yang dibayarkan sekali jalan oleh dana asuransi kecelakaan kerja. Dana ini diberikan kepada pekerja yang secara sukarela memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerjanya dengan pemberi kerja, maupun kepada pekerja yang mengalami cedera akibat pekerjaan dan dinilai memiliki tingkat kecacatan tingkat tujuh hingga sepuluh, pada saat masa kontrak kerja berakhir atau ketika pekerja itu sendiri memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerjanya. Dengan kata lain, tunjangan medis akibat cedera kerja yang diberikan sekali saja merupakan bentuk tunjangan asuransi kecelakaan kerja yang diterima oleh pekerja ketika hubungan asuransi kecelakaan kerja antara pekerja dan pengusaha berakhir. Pada gugatan pertama yang diajukan oleh Wang Wei, pengadilan mempertimbangkan fakta bahwa Wang Wei mengalami cedera kerja, kondisi kesehatannya, serta tingkat disabilitasnya. Berdasarkan hal tersebut, pengadilan memerintahkan perusahaan di Rizhao untuk membayar gaji selama masa cuti akibat cedera kerja, tunjangan disabilitas sekali jalan, tunjangan medis akibat cedera kerja sekali jalan, tunjangan pengangguran akibat disabilitas sekali jalan, biaya makan, biaya perawatan, biaya pemeriksaan medis ulang, dan biaya transportasi untuk pemeriksaan ulang. Totalnya sebesar 150.000 yuan. Dengan demikian, perusahaan di Rizhao tersebut tidak lagi memiliki kewajiban hukum untuk membayar tunjangan kecelakaan kerja kepada Wang Wei, yang sebenarnya tidak memiliki hubungan kerja maupun asuransi kecelakaan kerja dengan perusahaan tersebut. Selain itu, mengingat biaya pengobatan lanjutan yang diminta oleh Wang Wei tidak melebihi jumlah bantuan medis sekali jalan yang telah diberikan oleh perusahaan di Rizhao, maka tuntutan Wang Wei agar perusahaan tersebut membayar biaya pengobatan lanjutan tersebut tidak memiliki dasar hukum. Oleh karena itu, permohonan Wang Wei ditolak. 【Peringatan dari hakim】Setelah seorang pekerja mengalami cedera kerja, apakah hubungan kerja akan diakhiri atau tidak, terserah pada pekerja itu sendiri. Jika pekerja tersebut memilih untuk mengakhiri hubungan kerjanya secara sukarela, berarti ia bersedia menanggung risiko biaya pengobatan yang mungkin timbul nantinya. Sebab, begitu hubungan kerja diakhiri, maka hubungan asuransi kecelakaan kerja juga berakhir, dan lembaga penanggung asuransi sosial maupun pemberi kerja tidak lagi memiliki kewajiban untuk memberikan tunjangan asuransi kecelakaan kerja tersebut. Oleh karena itu, jika pekerja mengalami cedera kerja, sebaiknya tunggu hingga sembuh total sebelum mengakhiri hubungan kerja, agar hak-hak legalnya dapat terlindungi sebaik mungkin.