HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Di tempat kebakaran, selain petugas pemadam kebakaran, ada juga orang-orang yang dapat menyelamatkan nyawa Anda……

2016-11-30View Original

Thread Content

Kebakaran merupakan kecelakaan yang terjadi secara tiba-tiba, sekaligus bencana yang membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda manusia. Kejadian darurat seperti kebakaran seringkali menyebabkan orang-orang yang berada di tempat kejadian mengalami kondisi psikologis yang tidak normal, sehingga mempengaruhi proses evakuasi dan pelarian mereka. Dalam arti ini, apakah seseorang memiliki pengetahuan dasar tentang pemadaman kebakaran atau tidak, menentukan hidup atau matinya seseorang. Hari ini, penulis akan menyebutkan perilaku-perilaku yang salah saat melarikan diri dari kebakaran: 01 *Kebiasaan lama, yaitu melarikan diri melalui jalan yang sama. Ini merupakan pola perilaku yang paling umum saat menghadapi kebakaran. Para pengunjung, pelanggan, dan turis yang berada di tempat umum biasanya tidak mengenal lingkungan sekitar dengan baik, maupun rute evakuasi yang ada. Ketika terjadi kebakaran, sebagian besar dari mereka akan berlari kembali ke arah asal mereka untuk mencari jalan keluar. Jika jalur tersebut terblokir oleh efek kembang api, carilah pintu masuk lainnya. Yang tidak diketahui adalah, pada saat itu waktu terbaik untuk melarikan diri sudah berlalu. Oleh karena itu, ketika kita memasuki tempat umum, kita perlu memahami dengan baik lingkungan sekitar serta pintu keluar darurat dan jalur evakuasi, agar dapat menyelamatkan diri dengan cepat jika terjadi kebakaran. Tidak memeriksa terlebih dahulu lokasi pintu keluar yang paling dekat dengan diri sendiri, melainkan secara membabi buta kembali melalui jalan yang biasa digunakan. Cara seperti ini dapat menyebabkan Anda kehilangan kesempatan terbaik untuk melarikan diri, sehingga terperangkap dalam situasi yang sulit. 02 Psikologi yang tertarik pada cahaya: Dalam situasi darurat yang berbahaya, insting, faktor fisiologis, dan psikologis manusia mendorong mereka untuk selalu melarikan diri ke arah yang terang. Dan pada saat itu, di lokasi kebakaran, kemungkinan 90% sumber listriknya sudah terputus, atau terjadi korsleting dan pemadaman listrik. Di tempat yang gelap inilah iblis api dapat bertindak semaunya. Jangan berlari menuju arah cahaya secara membabi buta, tetapi ikutilah petunjuk dari tanda penunjuk pintu keluar yang bercahaya, untuk menuju pintu keluar yang paling dekat. 03 Psikologi kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya, ia mudah kehilangan kemampuan berpikir secara rasional karena rasa panik. Ketika mendengar atau melihat seseorang berlari di depannya, reaksi pertamanya adalah mengikuti orang tersebut tanpa berpikir panjang. Pola perilaku pengikut buta yang umum meliputi melompat keluar jendela atau gedung, bersembunyi di kamar mandi, toilet, atau sudut-sudut ruangan. Cara untuk mengatasi kecenderungan untuk mengikuti orang lain secara membabi buta adalah dengan selalu mempelajari dan memahami pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri dan melarikan diri dari bahaya kebakaran. Dengan demikian, kita tidak akan kehilangan arah ketika situasi genting tiba, dan tidak akan ikut-ikutan tanpa berpikir panjang. Seperti yang terjadi pada kebakaran di Pasar Grosir Barang Kecil Yiwu di Huidong, Huizhou, pada tahun 2015, ada sekitar belasan orang yang berlindung di kamar mandi yang berada di lantai empat, tempat kebakaran terjadi. Ketika api semakin meluas, area tersebut pun terkena dampak dari api dan asapnya. Jika mereka bisa segera evakuasi melalui tangga, kecelakaan maut yang merenggut nyawa 17 orang ini tidak akan terjadi. 04 Dari yang tinggi ke yang rendah. Ada pepatah yang mengatakan: Orang selalu berusaha naik ke tempat yang lebih tinggi, sedangkan api akan naik ke atas. Ketika terjadi kebakaran di gedung-gedung tinggi, terutama ketika gedung tersebut terbakar, orang-orang cenderung berpikir bahwa api berasal dari bagian bawah dan menyebar ke atas. Semakin tinggi suatu lantai, semakin berbahayanya situasinya; sebaliknya, semakin rendah lantainya, semakin aman. Satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan segera melarikan diri ke lantai dasar dan keluar ke luar gedung. Yang tidak diketahui adalah, di lantai bawah mungkin sedang terjadi kebakaran. Jika seseorang berlari turun tanpa arah yang jelas, bukankah itu sama saja dengan memasuki lautan api? Terutama untuk rumah-rumah tua yang hanya memiliki satu tangga evakuasi dan tidak memiliki fungsi pencegahan kebakaran maupun asap, jangan berusaha evakuasi melalui tangga tersebut. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan handuk basah untuk menutupi mulut dan hidung, menyiram air ke pintu untuk mendinginkannya, atau berlindung di balkon yang memiliki udara segar. Beritahu nomor 119 tentang lokasi Anda yang tepat, lalu tunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran. 05 Melompat dari gedung secara nekat. Saat orang-orang menyadari adanya kebakaran, mereka akan segera bereaksi. Pada saat itu, reaksi-reaksi yang muncul umumnya masih berupa analisis dan penilaian yang rasional. Namun, ketika jalur pelarian yang dipilih gagal, api semakin besar, dan asap semakin tebal, orang-orang akan mudah kehilangan akal sehatnya. Pada saat seperti ini, orang-orang harus benar-benar menghindari tindakan berisiko yang sembrono, agar tidak jatuh ke neraka sebelum sempat terlibat dalam bahaya. Melompat dari lantai empat ke atas untuk melarikan diri, pasti akan berakibat mati atau terluka. Jika terpaksa harus memilih untuk melompat dari gedung untuk menyelamatkan diri, lakukanlah dengan cara yang benar. Saat melompat dari ketinggian, sebaiknya lompat ke bagian tengah pelindung pendaratan, atau pilih arah yang memiliki kolam air, atap lunak, atau rumput, agar guncangan akibat benturan dapat berkurang. Jika melompat dari ketinggian tanpa alat bantu, carilah ambang jendela atau balkon untuk memungkinkan tubuh tergantung secara alami saat melompat, sehingga jarak vertikalnya semakin kecil. Sebelum mendarat, peluklah kepala dengan kedua tangan dan tekuk tubuh menjadi satu gumpalan, agar cedera yang dialami berkurang. Karakteristik perilaku seseorang saat kebakaran berkaitan erat dengan karakteristik psikologisnya, dan karakteristik psikologislah yang memainkan peran penentu. Dengan kualitas psikologis yang baik, serta pengetahuan dasar tentang cara menyelamatkan diri saat kebakaran, seseorang umumnya dapat melarikan diri dengan lancar dan aman. Jadi, mari kita semua pelajari “tujuh cara untuk melarikan diri dari kebakaran” ini! Cara evakuasi yang cepat: Saat memasuki tempat umum, perhatikanlah tanda-tanda petunjuk evakuasi yang terdapat di dinding, langit-langit, pintu-pintu, serta di titik-titik belokan, seperti “Pintu keluar darurat”, “Jalan evakuasi”, dan sebagainya. Jika terjadi kebakaran, segeralah evakuasi sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh tanda-tanda tersebut. 2. Metode bergerak sambil membungkuk: Karena asap akibat kebakaran umumnya berkumpul di bagian atas, maka saat melarikan diri sebaiknya tubuh didekatkan ke tanah, dengan cara merangkak atau membungkuk saat bergerak. 3. Metode menutup hidung dengan handuk: Suhu asap di tempat kebakaran sangat tinggi dan beracun; menghirupnya dapat menyebabkan luka pada sistem pernapasan atau keracunan pada tubuh. Saat evakuasi, gunakan handuk yang telah dibasahi atau masker untuk menutupi mulut dan hidung, agar suhu tubuh tetap stabil dan udara yang dihirup dapat disaring. 4. Setelah menentukan rute pelarian yang aman, gunakan selimut atau jaket katun yang sudah dibasahi untuk melindungi tubuh. Dengan cara ini, Anda dapat segera melewati area kebakaran dan mencapai tempat yang aman. Tidak boleh menggunakan bahan plastik atau serat sintetis untuk melindungi tubuh, karena hal tersebut justru akan berdampak negatif. 5. Metode penyelamatan diri dengan tali: Jika di rumah ada tali (atau potong sprei, selimut, tirai, dll. menjadi potongan-potongan kecil, lalu gulungnya menjadi bentuk spiral), maka ujung satu sisi tali tersebut dapat diikat pada pintu, bingkai jendela, atau benda berat lainnya. Dengan begitu, orang bisa turun melalui ujung tali yang lainnya. Selama proses evakuasi, kaki harus digunakan untuk mencengkeram tali tersebut, sementara kedua tangan digunakan secara bergantian untuk memanjat ke bawah. Usahakan juga untuk melindungi tangan dengan menggunakan sarung tangan atau handuk. 6. Metode pelarian menggunakan peralatan khusus: Keluarga yang memiliki fasilitas memadai dapat menggunakan peralatan penyelamatan khusus seperti alat penurun yang disiapkan sebelumnya untuk melarikan diri. 7. Metode meminta bantuan dengan sinyal: Selama menunggu bantuan tiba, sebaiknya gunakan cara-cara seperti berteriak keras, melambaikan kain, mengetuk benda logam, atau melemparkan benda lunak untuk menarik perhatian petugas penyelamat ; Pada malam hari, dapat digunakan senter, lampu darurat, atau benda-benda lain yang dapat memancarkan cahaya untuk mengirim sinyal.
Reply #22016-11-30
Teman saya adalah seorang penggemar panjat gunung; di rumahnya sudah terpasang tali pendaratan~~~~
Reply #32016-11-30
Pemasangan dan pengaturan fasilitas pemadam kebakaran juga umumnya dirancang berdasarkan karakteristik kebakaran
Reply #42016-11-30
Sudah belajar, terima kasih sudah berbagi...
Reply #52016-11-30
Pembimbingnya menjelaskannya dengan baik, terima kasih!

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.