Analisis penyebab kesalahan pengukuran alat flow meter tipe vortex street
Thread Content
Flow meter tipe vortex street telah digunakan secara luas dalam proses produksi industri, dan perannya semakin penting. Jika data pengukuran yang dihasilkan oleh flow meter tipe vortex street tidak akurat, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan faktor apa yang menyebabkan kesalahan pengukuran tersebut. Berikut ini akan dibahas bersama penyebab-penyebab kesalahan pengukuran pada flow meter tipe vortex street:1. Pengaruh suhu terhadap pengukuran
Suhu mempengaruhi media yang digunakan dalam proses pengukuran pada flow meter pada umumnya. Suhu yang tinggi atau rendah akan mempengaruhi densitas dan viskositas media tersebut, sehingga mengakibatkan hasil pengukuran yang tidak akurat dan adanya kesalahan. Untuk menghilangkan pengaruh ini, umumnya dilakukan koreksi pada koefisien K. Saat ini, alat pengukur aliran buatan beberapa pabrik telah melakukan koreksi suhu secara otomatis melalui perangkat lunak, baik berupa koreksi suhu tetap maupun koreksi suhu secara real-time. 2. Dampak yang ditimbulkan oleh perbedaan diameter saluran pipa dengan diameter alat ukur aliran tipe vortex flow meter.
3. Masalah terkait pemilihan jenis alat ukur.
Dalam pemilihan alat ukur yang sebenarnya, sebaiknya digunakan diameter yang sesedikit mungkin agar akurasi pengukuran dapat ditingkatkan. Misalnya, sebuah saluran pipa tipe vortex flow meter dirancang untuk digunakan oleh beberapa peralatan. Karena beberapa peralatan tersebut terkadang tidak digunakan, maka volume aliran yang benar-benar digunakan menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan diameter alat ukur yang dipilih terlalu besar, sehingga batas bawah volume aliran yang dapat diukur pun meningkat. Pada kondisi aliran yang rendah, indikator alat ukur tidak dapat memberikan hasil yang akurat; namun pada kondisi aliran yang tinggi, alat ukur masih dapat berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan oleh kesulitan yang besar jika ingin merombak sistem tersebut kembali. Perubahan kondisi proses biasanya bersifat sementara saja. Akurasi indikator dapat ditingkatkan dengan menyesuaikan kembali parameternya. 4. Dampak penumpukan partikel di permukaan yang menghadap arus aliran pada flow meter tipe vortex street Jika ada partikel berviskos dalam fluida yang diukur, partikel-partikel tersebut dapat perlahan-lahan menumpuk di permukaan yang menghadap arus aliran. Hal ini akan menyebabkan perubahan pada bentuk dan dimensi permukaan tersebut, sehingga koefisien alirannya pun berubah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembersihan secara berkala saat menggunakan alat ini. 5. Masalah terkait pemasangan Masalah yang muncul dalam proses pemasangan terutama berkaitan dengan panjang bagian saluran lurus di depan sensor alat ukur aliran tipe vortex. Jika panjangnya tidak cukup, hal tersebut akan mempengaruhi akurasi pengukuran. 6. Alasan arah penyetelan parameter: Kesalahan pada parameter produk menyebabkan indikasi alat pengukur menjadi tidak akurat. Kesalahan parameter menyebabkan perhitungan frekuensi maksimum alat ukur sekunder menjadi salah. Jika perbedaan frekuensi maksimum tersebut tidak terlalu besar, maka indikasinya akan tidak akurat dalam jangka panjang. Namun, jika frekuensi maksimum yang sebenarnya jauh lebih tinggi daripada yang dihitung, maka indikasinya akan berfluktuasi secara drastis sehingga sulit untuk dibaca. Selain itu, ketidakkonsistenan parameter dalam data juga mempengaruhi penentuan nilai parameter yang akhirnya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan kalibrasi ulang dan membandingkan nilai-nilai tersebut satu sama lain. Sebagai alat yang sangat presisi, flow meter memerlukan pemeliharaan yang cermat, tidak hanya selama proses pembuatan dan penggunaannya, tetapi juga pada tahap perawatan berikutnya, agar flow meter tidak perlu diganti lebih awal. Jika Anda masih memiliki pertanyaan lain yang belum jelas, silakan tinggalkan pesan untuk berkonsultasi. Kita dapat membahasnya bersama dan berusaha untuk maju bersama.