Thread Content
1. Tujuan dan cakupan: Pedoman ini menetapkan persyaratan dasar untuk penyusunan “Petunjuk Kerja HSE”, dan berlaku bagi unit-unit organisasi di tingkat bawah yang berada di bawah naungan perusahaan. Semua organisasi di tingkat dasar harus menyusun “Petunjuk Pelaksanaan HSE” berdasarkan panduan ini. “Petunjuk Kerja HSE” merupakan pedoman dasar bagi pekerjaan di tingkat lapangan terkait aspek HSE, serta aturan-aturan yang digunakan oleh organisasi-organisasi di tingkat lapangan untuk mengurangi dan mengendalikan berbagai jenis risiko. Petunjuk ini bertujuan untuk mendukung prosedur operasional dan dokumen-dokumen terkait HSE yang sudah ada, bukan untuk menggantikannya. 2. Persyaratan penyusunan: Organisasi di tingkat dasar dapat dibagi berdasarkan unit proses, atau juga berdasarkan unit operasional peralatan (seperti bengkel kerja, tim pengeboran, tim fracturing, tim perbaikan), namun integritasnya harus tetap dipertahankan sebisa mungkin. “Petunjuk Pelaksanaan HSE” disusun oleh para manajer HSE, ahli teknis yang terkait, atau pekerja berpengalaman di bidang tersebut. Setelah itu, petunjuk tersebut ditinjau oleh pihak pengelola HSE sebelum diterapkan. Organisasi di tingkat dasar sebaiknya memenuhi persyaratan yang tercantum dalam panduan ini sebisa mungkin. Karena karakteristik proses produksi, penyesuaian dapat dilakukan tanpa mengganggu tingkat kualitas lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan. 3. Istilah dan definisi sesuai dengan “Buku Panduan Sistem Manajemen HSE Perusahaan”. 4. Menyusun panduan 4.1 mengenai sistem manajemen HSE. Panduan ini menjelaskan isi utama dari sistem manajemen HSE yang diterapkan oleh organisasi atasan di tingkat bawah, termasuk komitmen, kebijakan, dan tujuan terkait HSE. Selain itu, juga dijelaskan indikator-indikator HSE yang ditetapkan berdasarkan kebijakan dan tujuan HSE yang ditetapkan oleh organisasi atasan. Terutama mencakup komitmen HSE, tujuan dan kebijakan HSE, serta indikator kontrol HSE di tingkat organisasi dasar. 4.2 Struktur Organisasi 4.2.1 Deskripsi model manajemen yang menjelaskan hubungan hierarki dalam organisasi, sifat pekerjaan konstruksi (produksi), serta struktur manajemen produksi internal dan manajemen HSE. Terutama mencakup struktur organisasi dan tanggung jawab dalam manajemen produksi, diagram struktur jaringan manajemen HSE beserta tanggung jawabnya, serta daftar peralatan teknis utama. 4.2.2 Deskripsi distribusi posisi kerja: Menggambarkan proses produksi, alur kerja, komposisi posisi kerja dalam organisasi tingkat dasar ini, serta distribusi posisi kerja yang berkaitan dengan proses produksi tersebut. Terutama mencakup diagram alur produksi dan distribusi posisi pekerjaan, peta sumber bahaya dan lokasi posisi pekerjaan, serta tabel komposisi posisi pekerjaan. 4.3 Tugas dan tanggung jawab di bidang HSE: Semua posisi yang ada dalam organisasi tingkat dasar ini harus disusun sesuai dengan persyaratan berikut. 4.3.1 Persyaratan untuk posisi tersebut ditentukan berdasarkan persyaratan sistem manajemen HSE serta ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Persyaratan tersebut mencakup kualifikasi-kualifikasi HSE yang harus dimiliki oleh orang yang akan menjabat di posisi tersebut. Terutama mencakup kualitas budaya, sumber daya keterampilan, tingkat keahlian, pengalaman kerja, kondisi fisik, dan kinerja kerja. 4.3.2 Tanggung jawab setiap posisi ditentukan berdasarkan sistem manajemen produksi di organisasi tingkat dasar serta struktur organisasi HSE. Hubungan antar posisi juga mempengaruhi penentuan tanggung jawab HSE masing-masing posisi. Terutama mencakup kepada siapa harus bertanggung jawab, apa yang harus ditanggung jawabkan kepada bawahan, hak-hak HSE, dan kewajiban-kewajiban HSE. 4.3.3 Deskripsi Risiko Pekerjaan: Jelaskan risiko-risiko umum yang muncul dalam pekerjaan ini, serta langkah-langkah pengurangan dan pengendalian risiko yang perlu diambil. Terutama mencakup apa saja risiko yang ada di suatu posisi, prosedur dan frekuensi kerugian yang mungkin terjadi, serta tindakan pengendalian apa yang perlu diambil. 4.3.4 Aturan terkait posisi kerja ditentukan berdasarkan sifat pekerjaan tersebut serta tanggung jawab HSE yang harus dipenuhi. Dengan demikian, daftar dokumen pengelolaan HSE yang perlu dipatuhi pun dapat ditentukan dengan jelas. Terutama mencakup hukum dan peraturan, dokumen sistem manajemen HSE, serta ketentuan kontrak. 4.3.5 Panduan operasi menjelaskan secara rinci prosedur-prosedur operasi yang berkaitan dengan risiko HSE. Terutama mencakup prosedur operasi HSE untuk suatu posisi, prosedur operasi untuk posisi tersebut, diagram prosedur operasi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan. 4.4 Bahaya dan Pengendaliannya 4.4.1 Identifikasi Bahaya Deskripsi berbagai bahaya yang jelas dan umum terjadi di tingkat organisasi dasar. Dapat digunakan matriks risiko atau daftar untuk menjelaskan tingkat bahaya suatu risiko, frekuensinya, serta posisi pekerjaan yang terlibat. 4.4.2 Pengurangan dan pengendalian risiko: Untuk risiko-risiko yang berpotensi menimbulkan bahaya, langkah-langkah rutin untuk mengurangi dan mengendalikan risiko tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan daftar tugas HSE untuk posisi-posisi kunci. Daftar tersebut mencantumkan berbagai jenis bahaya, lokasi atau tahap-tahap yang terkait, konsekuensi potensialnya, frekuensinya, serta langkah-langkah pengurangan dan pengendalian risiko. Selain itu, titik-titik penting dalam proses operasional di setiap posisi juga perlu ditandai secara khusus. Untuk pekerjaan yang bersifat spesifik atau khusus, selain mengidentifikasi risiko-risiko tersebut, perlu pula dianalisis potensi risiko yang mungkin timbul akibat perubahan proyek, perubahan isi pekerjaan, atau perubahan personel. Langkah-langkah pengendalian dapat ditentukan lebih rinci melalui “Rencana Kerja HSE”, dan langkah-langkah tersebut perlu diterapkan pada posisi dan personel yang terkait. 4.4.3 Langkah-langkah darurat perlu dirumuskan berdasarkan bencana alam atau kejadian darurat yang mungkin terjadi. Dengan demikian, dapat ditentukan siapa saja yang bertanggung jawab dalam proses penanganan darurat, serta tugas dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat. 4.5 Pencatatan dan Penilaian 4.5.1 Manajemen Pencatatan Menentukan hal-hal terkait HSE yang perlu dilaporkan oleh setiap posisi dalam proses produksi, serta cara pengisian catatan HSE tersebut. Terutama mencakup persyaratan pengisian, manajemen dokumen, dan persyaratan penerimaan. 4.5.2 Penilaian kinerja karyawan dilakukan secara berkala berdasarkan “Kartu Panduan Pelaksanaan HSE untuk Setiap Posisi”, dengan tujuan untuk menilai kinerja dan prestasi HSE para karyawan. Metode penilaian serta prosedur pelaksanaannya juga diatur dalam kartu tersebut. Terutama mencakup organisasi penilaian, metode pelaksanaan, prosedur penilaian, siklus penilaian, serta sistem penghargaan dan hukuman.