Thread Content
Suhu gas buang sekitar 160°C, perlu diturunkan hingga suhu normal, yaitu sekitar 6000 kubik per jam. Komponen utamanya adalah udara, dan jumlah air yang digunakan untuk menurunkan suhu tersebut cukup banyak. Selain itu, ada juga proses penyerapan menggunakan arang aktif. Dengan demikian, uap air yang dihasilkan dari proses pendinginan akan masuk ke dalam tangki penyerap, sehingga berdampak yang cukup besar! Apakah ada saran yang bagus dari kalian? ! Terima kasih! ! reward_7ree
Bisa menambahkan kipas pendingin, atau menambahkan ekstraktor panas sisa, keduanya boleh
Dari sudut pandang penghematan energi, panas sisa sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu.
Apakah panas sisa 160 derajat dapat dimanfaatkan? !
Apakah panas sisa 160 derajat dapat dimanfaatkan? !
Menggunakan air tentu tidak baik, karena akan berdampak besar pada molekul sieve. Lebih baik pertimbangkan penggunaan sistem recupulasi panas buangan atau pendinginan udara saja!
Jika panas tidak dikembalikan, pasang ekstensor untuk mendinginkan menggunakan menara air pendingin.
Panas sisa dari gas buang digunakan terlebih dahulu melalui pertukaran panas dengan gas buang. Lalu tangani lagi.
Bisakah Anda memberikan latar belakang kasusnya? Apakah masih ada peralatan lain di jalur produksi tersebut?
Masalah ini ada pada gas sisa fermentasi. Suhu gas sisa fermentasi sangat tinggi dan volumenya besar; secara umum, suhu tersebut perlu diturunkan dengan cara memanfaatkan kembali panas yang dihasilkan.
Energi ini sebaiknya dimanfaatkan, seharusnya diutamakan penggunaannya; pada dasarnya, itu merupakan proses pertukaran panas! Jika tidak dapat digunakan, maka bisa dilakukan hal berikut: 1. Gunakan sistem pendinginan udara untuk menurunkan suhu (pendinginan udara dapat berupa jenis pendinginan udara kering atau basah; air yang digunakan dalam pendinginan udara basah dapat digunakan kembali, hanya saja hal ini akan meningkatkan konsumsi listrik). 2. Setelah proses pendinginan udara, pasang tangki pemisah cairan di bagian atasnya; cairan akan keluar dari bagian bawah, sedangkan gas akan keluar dari bagian atas.
1. Panas sisa dapat dimanfaatkan. 2. Untuk proses pendinginan, bisa digunakan metode pendinginan berbasis penguapan. Detailnya dapat dibicarakan lebih lanjut
Cara pendinginan yang Anda gunakan sepertinya merupakan metode pendinginan langsung. Cara ini dapat diganti dengan menggunakan ekschanger jenis tabung, atau dengan menambahkan peralatan dehidrasi setelah tahap pendinginan
Menggunakan air tentu tidak baik, karena akan berdampak besar pada molekul sieve
Bukan zeolit, melainkan arang aktif. . .
Dapat dipertimbangkan penggunaan uap bertekanan rendah untuk menghasilkan listrik; hal ini tidak hanya dapat digunakan untuk mendinginkan suhu, tetapi juga untuk menghasilkan listrik. Selain itu, panas sisa dapat dimanfaatkan kembali, sehingga cara ini ramah lingkungan dan ekonomis.
Dengan memanfaatkan panas sisa sebesar 160 derajat, dapat digunakan untuk pemanasan, menghasilkan air panas untuk mandi, atau sebagai sumber panas untuk masukan air ke dalam boiler
Gas dengan suhu 160 derajat dapat digunakan bersama dengan ekschanger untuk memanaskan air atau air yang telah diproses, sehingga panasnya dapat didaur ulang sekaligus suhunya diturunkan