Thread Content
Keberuntungan Kecil - Bai Jingchen Saya mendengar tetesan air hujan jatuh di rumput hijau. Aku mendengar bel berbunyi di kejauhan, tapi aku tidak mendengar suaramu memanggil namaku dengan serius. Saat aku jatuh cinta padamu, aku tidak mengerti perasaan sampai kita berpisah. Saya merasa tak terlupakan setelah berpisah. Mengapa aku tidak menyadari bahwa bertemu denganmu adalah hal terbaik dalam hidup? Mungkin saat itu aku sedang sibuk tersenyum dan menangis. Orang yang sibuk menangis dan mengejar meteor di langit tentu saja lupa siapa yang diam-diam menjagamu di tengah angin dan hujan. Ternyata kamu adalah rejeki yang paling ingin aku pertahankan. Ternyata cinta kami dulunya begitu dekat. Keputusan untuk melawan dunia demi aku. Hujan untukku. Setiap adegan adalah ketulusanmu yang tak bernoda. Saya sangat beruntung bertemu dengan Anda. Aku telah kehilangan hak untuk menangis untukmu. Kuharap kau melebarkan sayapmu dan menemui takdirmu di langit yang tak bisa kulihat. Betapa beruntungnya dia. Mungkin dia sibuk tersenyum, menangis, dan mengejar meteor di langit. Wajar jika orang melupakan siapa yang diam-diam menjagamu di tengah angin dan hujan. Ternyata kamu adalah rejeki yang paling ingin aku simpan. Ternyata cinta kita dulunya begitu erat, keputusan memperjuangkan dunia untukku, hujan untukku, setiap adegan adalah ketulusanmu yang tak bernoda. Aku sangat beruntung bertemu denganmu, tapi aku kehilangan hak untuk menangis untukmu. Kuharap kau melebarkan sayapmu di langit yang tak bisa kulihat. Aku ditakdirkan untuk bertemu denganmu. Dia akan sangat beruntung. Dia akan sangat beruntung.