Thread Content
Misalnya: dalam proses produksi kimia, digunakan 48 ton amonia per jam. Namun, jumlah kritis amonia adalah 10 ton. Namun, 10 ton tersebut merupakan jumlah yang disimpan. Bagaimana cara menentukan apakah hal ini termasuk sumber bahaya yang serius? Jumlah amonia yang terkonsumsi per jam sebenarnya sangat kecil, sehingga tidak membentuk sumber bahaya yang signifikan.
Setiap jam digunakan 48 ton amonia. Lalu, dari mana asal bahan baku amonia tersebut? ? ? Jumlah penyimpanan di lokasi sangat sedikit, apakah hal ini sesuai dengan proses produksinya? ? Tolong jelaskan lebih rinci! !
Dihitung berdasarkan nilai yang tercantum dalam GB18218; jumlah yang ada saat ini/jumlah kritis > 1
Selain belajar menghitung sendiri. Sumber bahaya yang berpotensi besar memerlukan laporan dari lembaga perantara, dan laporan tersebut harus diserahkan kepada departemen pengawasan keselamatan untuk didaftarkan.
Bisakah dijelaskan lebih rinci? Misalnya, dalam proses produksi, bahan-bahan apa lagi yang digunakan, serta jarak aman antara pabrik dengan bangunan dan fasilitas di sekitarnya.
Menurut ketentuan GB18218, jumlah produksi perlu dihitung selama proses produksi berlangsung! :(:)
Terima kasih kepada semuanya. Mungkin penjelasan saya kurang jelas. Perusahaan pupuk memiliki dua unit produksi, yaitu unit sintesis amonia dan unit sintesis urea. Menurut aturan yang berlaku, unit sintesis dianggap sebagai sumber bahaya yang serius. Bahan baku amonia untuk unit sintesis urea dikirim melalui saluran pipa ke area produksi urea. Jumlah penyimpanannya sangat sedikit. Setelah memasuki area tersebut, amonia akan bereaksi dengan karbon dioksida sehingga membentuk metilammonium. Penyimpanan amonia umumnya dilakukan melalui saluran pipa. Kadar kritis amonia adalah 10 ton. Zat-zat lainnya tidak termasuk dalam kategori zat berbahaya sesuai dengan ketentuan GB18218. Dengan demikian, unit produksi urea seharusnya tidak termasuk dalam kategori sumber bahaya yang serius.