HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Kartu Identifikasi Risiko Pekerjaan

2016-12-01View Original

Thread Content

I. Kartu Identifikasi Risiko Pekerja Perbaikan
Peringatan risiko: 1. Cedera mekanis yang dapat terjadi akibat penggunaan alat perbaikan yang berbasis tenaga listrik atau udara. 2. Cedera yang terjadi selama pekerjaan pengangkatan benda berat. 3. Mengatasi kerusakan mekanis pada peralatan yang terjadi saat mesin dijalankan. 4. Kecelakaan akibat sengatan listrik. 5. Kebakaran. Penanganan darurat: 1. Jika terjadi cedera mekanis, segera jauhkan korban dari sumber cedera, lakukan perawatan darurat, kemudian bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. 2. Setelah seseorang terkena sengatan listrik, segera matikan sumber listrik yang bersangkutan atau pisahkan korban dari sumber listrik tersebut. Selanjutnya, berikan pertolongan pertama kepada korban. Jika kondisinya parah, bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. 3. Lakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah yang telah ditentukan. Pemeriksaan dan persiapan: 1. Pakailah perlengkapan keselamatan kerja sebelum memulai pekerjaan. 2. Siapkan alat bantu untuk pekerjaan, seperti kunci pas dan alat pembongkar lainnya. 3. Siapkan alat pengukur khususnya. 4. Periksa apakah alat pengangkatnya dalam kondisi baik, dan apakah benda yang akan diangkat terikat dengan kuat. 5. Periksa apakah lampu alat dan kabelnya dalam kondisi baik. 6. Periksa apakah bangku pengaman tersebut dalam kondisi baik, dan apakah penyangganya kokoh. 7. Kendaraan harus diparkir di tempat yang telah ditentukan. Langkah 1: Pekerjaan perbaikan dan pembongkaran mobil harus dilakukan secara berurutan. 2. Saat membongkar atau memasang suku cadang, pastikan kedua kaki berpijak dengan kokoh, dan jangan gunakan kekuatan penuh saat menggunakan obeng. 3. Jika di tempat perbaikan mobil diperlukan penggunaan bahan-bahan yang mudah terbakar, sebaiknya periksa terlebih dahulu apakah ada api atau potensi bahaya kebakaran di sekitarnya. 4. Dilarang keras memasuki bawah mobil untuk memeriksa sasis atau melakukan pekerjaan perbaikan saat mesin masih menyala. 5. Saat menggunakan peralatan listrik, alat-alat mekanis, bor listrik, gerinda tangan, kunci pas angin, dan lampu minyak, harus mematuhi prosedur operasional yang berlaku. Pastikan agar sumber listrik diputus dan sumber api dimatikan setelah penggunaan selesai. 6. Tutup tong minyak dan tangki bahan bakar harus disegel dengan rapat. 7. Saat melakukan pekerjaan yang membutuhkan api, harus ada pengawasan yang ketat. Tidak boleh ada bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak di sekitarnya. 8. Setelah pekerjaan selesai, bersihkan kembali area kerja. Catatan: 1. Gunakan peralatan dan alat khusus dengan benar; jangan memukul atau mengetuk benda-benda tersebut, serta jangan melakukan pekerjaan secara melanggar aturan. 2. Jangan biarkan suku cadang atau bahan kerja jatuh ke lantai; pastikan area kerja tetap bersih. 3. Saat menggunakan peralatan angkat dan melakukan pekerjaan pengangkatan, patuhi prosedur operasional yang berlaku dengan ketat. 4. Memahami rencana darurat dengan baik.   II. Kartu Identifikasi Risiko Pekerjaan Listrik. Peringatan risiko: 1. Kecelakaan listrik. Saat berhubungan dengan peralatan distribusi listrik, pertama-tama gunakan alat tes listrik untuk memeriksa apakah permukaan peralatan tersebut bermuatan listrik atau tidak, guna mencegah terjadinya sengatan listrik dan luka bakar akibat listrik. Ketika saklar dan circuit breaker tidak dalam posisi yang tepat, terjadi kerusakan pada bagian distribusi listrik, sehingga timbul cahaya api yang dapat menyebabkan luka bakar. Selain itu, peralatan juga bisa rusak atau terjadi kebakaran akibat arus listrik yang berlebihan. Saat memeriksa peralatan distribusi listrik, jika terdapat tanda-tanda korosi atau oksidasi pada bagian-bagian kontak komponen elektroniknya, segera matikan aliran listriknya untuk mencegah kerusakan pada peralatan atau kebakaran akibat listrik. Tindakan darurat: 1. Jika terjadi sengatan listrik, segera matikan sumber listrik atau pisahkan tubuh manusia dari benda yang bermuatan listrik, lalu berikan pertolongan pertama di tempat kejadian ; Segera laporkan ke pihak atasan, lalu bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 2. Jika terjadi luka bakar akibat listrik, hentikan operasi tersebut, jauhkan diri dari sumber listrik, matikan aliran listriknya, lalu bawa korban ke rumah sakit untuk ditangani. 2. Setelah terjadi kebakaran akibat listrik, pertama-tama usahakan untuk memutus aliran listrik secepat mungkin, kemudian lakukan upaya pemadaman api ; Jika sumber listrik tidak dapat diputuskan dengan segera, gunakan alat pemadam api berbahan karbon dioksida atau pemadam api berbentuk serbuk kering untuk memadamkan api. Segera pula hubungi nomor darurat kebakaran 119. Prosedur dan langkah-langkah: Pemeriksaan dan persiapan
1. Periksa apakah alat-alat yang digunakan sudah lengkap dan memenuhi standar.
2. Kenakan perlengkapan keselamatan kerja. Langkah 1: Periksa apakah peralatan telah diberi tanda sesuai kondisinya, yaitu tidak beroperasi, sedang beroperasi, dalam keadaan siap pakai, atau sedang diperbaiki.
Langkah 2: Periksa apakah berbagai saklar dan switch listrik pada panel distribusi berada dalam posisi yang benar.
Langkah 3: Periksa apakah lampu indikator pada berbagai alat pengukur otomatis menunjukkan petunjuk yang normal. 4. Periksa apakah tegangan yang ditunjukkan oleh voltmeter berada dalam kisaran 380±5%. Pastikan pula bahwa tegangan tiga fasa tetap stabil.
5. Periksa apakah arus yang ditunjukkan oleh ampermeter berada dalam rentang yang diizinkan.
6. Periksa setiap sirkuit dan komponen listrik yang ada di panel distribusi, apakah ada perubahan warna, percikan api, atau bau hangus yang tidak normal.
7. Kumpulkan kembali alat-alat kerja dan bersihkan area kerja.

III. Kartu Identifikasi Risiko untuk Pekerja Mesin Gerinda
Peringatan risiko:
1. Cedera mekanis:
① Gerakan rotasi chuck mesin.
② Tidak adanya pelindung saat mengoperasikan mesin, sehingga tubuh berada terlalu dekat dengan mesin ; ③ Benda kerja yang diproses terlalu panjang. ④ Tangan dan tubuh berada terlalu dekat dengan komponen yang berputar; gunakan rem tangan untuk menghentikan putaran chuck tersebut. 2. Benda-benda yang jatuh menimbulkan benturan. Benda kerja dan alat pemotong tidak terpasang dengan kuat, sehingga benda kerja bisa terlempar keluar. 3. Terbakar akibat serpihan logam. Saat melakukan proses pemotongan, tanpa adanya pelindung, serpihan besi dapat terbang dan melukai orang. Jangan gunakan tangan untuk membersihkan serpihan besi tersebut; gunakan alat khusus untuk melakukannya. 4. Kecelakaan akibat sengatan listrik atau luka bakar akibat listrik. Saat menyalakan/mematikan saklar listrik, harus memiringkan badan. Penanganan darurat: 1. Jika terjadi cedera akibat mesin atau benda tajam, segera hentikan operasionalnya, pisahkan korban dari sumber bahaya, lakukan tindakan pertolongan pertama seperti menghentikan pendarahan dan membalut luka. Sementara itu, laporkan kejadian tersebut kepada pimpinan pabrik ; Jika cederanya parah, segera hubungi nomor darurat “120” untuk mendapatkan bantuan medis dan dibawa ke rumah sakit. 2. Jika terjadi luka bakar, segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 3. Jika terjadi sengatan listrik atau luka bakar akibat listrik, segera matikan sumber listriknya atau jauhkan korban dari sumber bahaya tersebut. Lakukan pertolongan pertama di tempat kejadian, dan rawat luka bakar tersebut sebagaimana layaknya luka biasa ; Segera laporkan hal ini kepada pimpinan bengkel. Jika cederanya parah, segera hubungi nomor darurat 120 untuk mendapatkan bantuan medis dan dibawa ke rumah sakit. Prosedur dan langkah-langkah: Pemeriksaan dan persiapan
1. Pakailah perlengkapan keselamatan dengan benar, ikatlah ujung lengan baju dengan rapat. Saat memotong, pakailah kacamata pelindung. Para wanita diwajibkan untuk mengikat rambutnya ke dalam topi kerja. 2. Periksa apakah semua bagian mesin berfungsi dengan baik. Jika tidak ada kelainan pada peralatan tersebut, nyalakan saklar daya, lalu hidupkan mesin pada kecepatan rendah selama 1–2 menit. Amati apakah mesin beroperasi secara normal atau tidak. 3. Hitung jumlah pisau pemotong dan alat-alat lainnya, lalu pilih pisau yang diperlukan untuk digunakan dalam proses pemotongan. 4. Benda kerja dan pisau pemotong harus dipasang dengan kuat. 5. Bagian-bagian yang menonjol dari chukat, dial, dan klem yang digunakan untuk menggenggam benda kerja sebaiknya dilengkapi dengan pelindung. Jika tidak ada pelindung, hindarilah mendekati bagian-bagian tersebut saat melakukan operasi. 6. Saat menggunakan paku penjepit untuk menahan benda kerja, posisi paku penjepit tersebut harus sesuai dengan lubang pusatnya. Jangan gunakan paku penjepit yang rusak atau miring. Sebelum digunakan, bersihkan terlebih dahulu paku penjepit dan lubang pusatnya. Ujung kursi belakang harus dipasang dengan kuat. 7. Setelah benda kerja dipasang, kunci pengencang chuck harus segera dilepaskan. 8. Pekerja baru tidak diperbolehkan bekerja tanpa mengikuti pelatihan teknis dan pendidikan keselamatan terlebih dahulu. Langkah 1: Saat melakukan proses pemotongan permukaan luar atau permukaan samping benda kerja di mesin bubut, pisau bubut dipasang pada alat penyangga khusus. Ujung pisau sebaiknya berada pada ketinggian yang sama dengan pusat mesin bubut. Panjang bagian pisau yang menjulur keluar dari bingkai pisau sebaiknya kurang dari 2 kali tinggi badan pisau itu sendiri. Bantalan perlu diletakkan dengan rata, dan jumlah bantalan tidak boleh terlalu banyak (tidak lebih dari 3 buah). Untuk menekan pisau tersebut, digunakan dua buah sekrup. 2. Saat melakukan pemotongan di mesin bubut, perhatikan posisi pemasangan pisau pemotong, sehingga ujung pisau berada pada ketinggian yang sama dengan pusat benda kerja. Titik pemotongan benda kerja sebaiknya berada dekat dengan chuck, agar benda kerja tidak bergetar saat dipotong, serta untuk menghindari pemotongan di bagian ujung penjepit. Saat mengoperasikannya, lakukan proses pemberian bahan secara merata. Saat akan memotong, kecepatan pemberian bahan harus dikurangi agar tercipta keamanan. 3. Sebelum membuat lubang pada mesin bubut, harus terlebih dahulu meratakan permukaan ujungnya. Untuk mencegah bit berpindah posisi atau patah, sebaiknya buatlah lubang terlebih dahulu menggunakan alat pemotong, atau gunakan bor pusat untuk membuat lubang pusat sebagai panduan. Saat membor, perlu ditambahkan cairan pendingin. Saat bor akan menembus bahan, kecepatan pemotongan perlu dikurangi, agar bor tidak patah. 4. Saat memotong benda yang berbentuk panjang dan tipis, gunakan alat penyangga pusat atau alat penyangga pisau untuk menjaga keselamatan. 5. Saat memotong benda kerja yang berbentuk tidak teratur, perlu dipasang balok penyeimbang, lalu lakukan uji putar untuk memastikan benda tersebut seimbang sebelum memulai proses pemotongan. 6. Saat mengasah permukaan benda kerja menggunakan kain pasir, pastikan alat pengasah berada di posisi yang aman. Jangan biarkan pakaian atau tangan bersentuhan dengan permukaan benda kerja tersebut. Saat mengolah lubang bagian dalam, jangan gunakan jari untuk menopang kain pasir; gunakan tongkat kayu sebagai penggantinya. Selain itu, kecepatan prosesnya sebaiknya tidak terlalu cepat. 7. Setelah proses pemrosesan selesai, bersihkan semua peralatan yang telah digunakan. Gunakan kait khusus untuk menghilangkan sisa-sisa potongan logam. Olesi bagian-bagian alat kerja, penjepit, dan alat pengukur dengan minyak agar tidak berkarat.
8. Pindahkan papan penggerak utama mesin ke ujung belakang mesin. Letakkan tombol-tombol pengendali pada posisi netral. Olesi bagian-bagian yang membutuhkan pelumasan, lalu matikan saklar listrik utama.

Catatan:
1. Tangan dan tubuh tidak boleh mendekati bagian-bagian mesin yang sedang berputar. Jangan gunakan tangan untuk menghentikan putaran chuck mesin.
2. Jangan pasang mata pisau saat mesin sedang beroperasi ; Untuk mengubah kecepatan poros utama, pertama-tama hentikan mesin terlebih dahulu ; Kecuali mesin bubut yang dilengkapi dengan alat pengukuran otomatis saat beroperasi, maka perlu menghentikan mesin untuk mengukur benda kerja, dan memindahkan alat pemotong ke posisi yang aman. 3. Lakukan segala tindakan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku, dan pakailah perlengkapan keselamatan kerja secara benar. IV. Kartu Identifikasi Risiko Pekerja Welding. Peringatan risiko: 1. Kebakaran, ledakan. Masalah seperti kondisi lingkungan di lokasi tersebut dapat menyebabkan kecelakaan kebakaran atau ledakan bila terjadi api. 2. Kecelakaan akibat sengatan listrik atau luka bakar listrik. Perangkat perlindungan keamanan rusak ; Menghidupkan/mematikan saklar listrik tanpa memiringkan tubuh. 3. Luka bakar akibat panas dan luka bakar akibat arus listrik. 4. Jatuh dari ketinggian. Saat melakukan pengelasan di ketinggian, rak penyangga tidak stabil atau sabuk pengaman belum dipakai. 5. Cedera akibat benda-benda di sekitar. Sisa-sisa duri akibat proses pemotongan belum dibersihkan dengan baik. 6. Sesak napas, keracunan. Saat melakukan proses pengelasan di dalam wadah tersebut, para pekerja tidak mengenakan perlengkapan pelindung diri, sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya sesak napas dan keracunan. Tindakan darurat yang perlu dilakukan: 1. Setelah terjadi kebakaran atau ledakan, segera evakuasi orang-orang yang ada di sana, dan pindahkan bahan-bahan yang mudah terbakar dan meledak ke tempat yang aman. Untuk mencegah terjadinya ledakan sekunder, lakukan tindakan pemadaman api dalam kondisi yang aman. Segera laporkan kepada pimpinan pabrik dan aktifkan rencana darurat. 2. Jika terjadi sengatan listrik atau luka bakar akibat listrik, segera matikan sumber listrik atau jauhkan korban dari sumber bahaya. Berikan pertolongan pertama di tempat kejadian, lalu bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 3. Jika terjadi luka bakar, segera bilas dengan air dingin yang bersih, lalu bawa korban ke rumah sakit untuk ditangani. 4. Jika terjadi kecelakaan jatuh dari ketinggian: ① Jika kepala yang terlebih dahulu menyentuh tanah, korban bisa muntah atau pingsan; kemungkinan ada cedera pada otak. Segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan darurat ; ②Penderita mengalami pendarahan di telinga dan hidung; dilarang sekali menggunakan sapu tangan, kapas, atau kain kasa untuk menutupnya ; ③Bagian punggung dan pinggang korban yang terlebih dahulu menyentuh tanah; kemungkinan terjadi patah tulang belakang atau kelumpuhan pada anggota tubuh bagian bawah. Jangan memindahkan korban secara sembarangan ; ④Ikuti sumbu tubuh korban, gulirkan tubuhnya ke atas tandu keras atau tempat tidur kayu, lalu posisikan korban dalam posisi berbaring. Hindari getaran selama proses pengangkutan ; ⑤Segera setelah menemukan pasien, hubungi nomor darurat 120, dan laporkan hal tersebut kepada atasan di pabrik. 5. Jika terjadi cedera mekanis, segera hentikan operasinya, jauhilah sumber bahaya tersebut. Lakukan tindakan pertolongan darurat seperti menghentikan pendarahan dan membalut luka. Segera laporkan keadaan ini kepada pimpinan bengkel ; Jika cederanya parah, segera hubungi nomor darurat “120” untuk meminta bantuan medis. 6. Jika seseorang mengalami sesak napas atau keracunan, segera pindahkan orang tersebut ke tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan udara segar. Lepaskan kancing baju serta ikat pinggangnya, pastikan dia tetap hangat, lakukan tindakan pertolongan pertama seperti CPR. Segera hubungi “120” untuk meminta bantuan medis. Jangan lupa untuk memberitahu orang lain agar melaporkannya kepada atasan di pabrik. Prosedur dan langkah-langkah: Pemeriksaan dan persiapan
1. Periksa apakah alat dan perangkatnya dalam kondisi baik, apakah kulit luar mesin las terhubung ke tanah dengan baik, serta apakah terminal kabelnya tidak terbuka. Kabel penghantar bumi harus dipasang dengan kokoh dan aman. Tidak diperbolehkan menggunakan perancah, kabel baja, mesin perkakas, atau benda lainnya sebagai kabel penghantar bumi. 2. Periksa lingkungan kerja dengan seksama. Dalam jarak 10 meter dari area operasi, tidak boleh disimpan bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak, termasuk saluran pipa yang berisi gas yang mudah terbakar atau meledak ; Saat melakukan pengelasan di lokasi, benda-benda mudah terbakar di sekitarnya harus dibersihkan. Benda-benda yang tidak dapat dibersihkan perlu dilindungi dengan baik, dan perlu disediakan pula alat pemadam kebakaran. Jika di sekitar area pengelasan terdapat peralatan presisi seperti rol, rel pandu, dan peralatan listrik, maka perlu dilakukan tindakan perlindungan yang memadai untuk mencegah tercipatnya serpihan logam akibat proses pengelasan serta luka bakar akibat arus listrik. Hanya setelah kondisi aman dapat dipastikan, barulah pekerjaan dapat dimulai. 3. Pakailah perlengkapan pelindung diri yang sesuai, seperti sarung tangan pelindung, kacamata pelindung, dan helm pengaman. Harus memiliki sertifikat untuk bekerja. Saat bekerja di ketinggian, harus memakai sabuk pengaman. Untuk memecahkan sisa leleh logam atau menggunakan gerinda, pakailah kacamata pelindung. Saat melakukan pengelasan dalam posisi terlentang, kerah baju harus diikat rapat, begitu pula ujung lengan bajunya. 4. Saat mempreheats bahan yang akan disambung, perlu digunakan bahan penghalang panas seperti kain asbes atau pelindung lainnya. 5. Ketika beberapa mesin pengelasan digunakan secara bersamaan untuk proses pengelasan, platform pengelasan atau bahan yang akan dilas harus dihubungkan ke tanah. Selain itu, diperlukan pula pelindung cahaya. Langkah 1: Saat melakukan proses pengelasan, pilihlah elektroda dan arus pengelasan yang sesuai dengan jenis bahan yang akan dilas. Untuk komponen yang membutuhkan kekuatan yang tinggi atau yang berada di area yang sering mengalami getaran, sebaiknya buatlah alur khusus terlebih dahulu sebelum melaksanakan proses pengelasan. Setiap lapisan yang disambung perlu dibersihkan dari sisa-sisa las menggunakan alat khusus. Setelah proses pengelasan selesai, serpihan logam dan benjolan akibat pengelasan harus dibersihkan dengan baik. 2. Saat melakukan proses pengelasan pada peralatan tersebut, harus dilakukan upaya perlindungan yang tepat terhadap barang-barang berharga. Dan lakukan pula pengumpulan serpihan hasil penyambungan serta slag yang terlepas akibat proses penyambungan tersebut. Saat melepas perlengkapan pelindung setelah proses pengelasan selesai, pastikan untuk tidak membiarkan serpihan las atau kotoran lainnya jatuh ke dalam peralatan. 3. Saat melakukan proses pengelasan di dalam wadah tersebut, harus ada orang yang mengawasi dari luar, serta diperlukan sistem ventilasi yang baik. Sumber listrik untuk penerangan sebaiknya berupa sumber listrik dengan tegangan kurang dari 36 V. Dilarang melakukan proses pengelasan di dalam wadah yang telah dilapisi cat atau plastik. 4. Saat menyambung, memotong, atau menyegel wadah dan pipa, sebaiknya buka terlebih dahulu lubang pelepas udara. Untuk memperbaiki wadah yang telah dilapisi minyak, wadah tersebut perlu dibersihkan terlebih dahulu. Tutup lubang atau lubang pelepas udara perlu dibuka, dan setelah diperiksa oleh petugas keamanan, barulah proses pengelasan atau pemotongan dapat dilakukan. 5. Saat melakukan pengelasan di ketinggian, harus dibangun perancah yang memadai atau digunakan sabuk pengaman. Pekerjaan ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang dalam kondisi fisik yang sehat. 6. Setelah pekerjaan selesai, wajib mematikan mesin las, memutus sumber listriknya, memeriksa dan membersihkan lokasi kerja, serta memastikan tidak ada sumber api yang tersisa, sebelum akhirnya pergi dari sana. Catatan 1: Dilarang sekali-kali melakukan proses pengelasan pada jendela atau pipa yang masih berisi tekanan. Untuk peralatan yang masih terhubung ke sumber listrik, sumber listriknya harus diputus terlebih dahulu sebelum dilakukan pengelasan. 2. Alat pengelas dan kabel pengelas perlu diperiksa serta dirawat secara rutin. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki atau ganti alat tersebut. Jika terjadi short circuit selama proses pengelasan, matikan mesin pengelas terlebih dahulu, lalu cari penyebabnya agar mesin pengelas tidak rusak. 3. Saat mengganti elektroda, pakailah sarung tangan, dan jangan biarkan tubuh bersentuhan dengan pelat besi atau benda konduktif lainnya. 4. Saat memecahkan serpihan logam, gunakan kacamata pelindung ; Untuk mengubah posisi mesin las portabel, haruslah matikan mesin terlebih dahulu dan cabut sumber listriknya. V. Kartu Identifikasi Risiko untuk Pekerja Las Gas. Peringatan risiko: 1. Ledakan: Penyimpanan dan penggunaan tabung gas yang tidak tepat, serta paparan api atau radiasi ; Tumbukan dan benturan keras saat memindahkan atau mengangkut ; 1. Pada tabung gas, oksigen yang mengandung lemak akan teroksidasi secara cepat saat dialirkan.
2. Luka bakar dan terbakar: Butiran logam cair dan serpihan besi yang terlempar dapat menyebabkan luka bakar atau terbakar.
3. Kebakaran: Butiran logam cair dan serpihan besi yang berukuran besar dapat memicu bahan-bahan yang mudah terbakar, sehingga menimbulkan kebakaran. Saat melakukan pekerjaan pemotongan di ketinggian, bahan-bahan yang mudah terbakar yang berada dalam jangkauan percikan api dapat menyebabkan kebakaran. Tindakan darurat yang perlu dilakukan: 1. Segera hubungi nomor darurat kebakaran 119 untuk melaporkan situasi tersebut, dan laporkan pula kepada atasan. Personel di lokasi menerapkan metode yang efektif untuk mengendalikan penyebaran api, memutus pasokan listrik, menggunakan alat pemadam api dengan benar, serta mengevakuasi orang-orang dan peralatan. Jika ada orang yang terluka, segera pindahkan mereka ke tempat yang aman untuk mendapatkan pertolongan medis di sana, dan segera hubungi nomor darurat 120. 2. Jika terjadi luka bakar atau terbakar akibat panas, hentikan proses kerja tersebut. Balut luka tersebut, lalu bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

**Prosedur dan langkah-langkahnya:**
**Pemeriksaan dan persiapan:**
1. Pakailah perlengkapan keselamatan kerja, termasuk kacamata pelindung saat menggunakan alat pemotong gas.
2. Siapkan alat pemadam api di lokasi kerja, serta bersihkan bahan-bahan yang mudah terbakar di sekitar area kerja.
3. Periksa apakah sambungan saluran gas dalam kondisi baik.
4. Periksa tabung gas untuk memastikan bahwa tabung tersebut dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan.
5. Pastikan katup pengatur tekanan berfungsi dengan baik, penunjuk tekanannya akurat, dan mudah digunakan.
6. Periksa apakah alat pemotong gas berfungsi dengan baik, saluran udaranya lancar, dan semua katup pengatur berfungsi dengan baik.
7. Jarak antara tabung gas satu dengan lainnya harus lebih dari 5 meter, sedangkan jarak antara tabung gas dan titik pembakaran harus lebih dari 10 meter. 8. Saat bekerja di area yang bukan merupakan area pekerjaan pengelasan atau pemotongan menggunakan listrik, harus ada pengawas keamanan di lokasi tersebut. Langkah 1: Angkat bagian yang akan dipotong sehingga bagian yang akan dipotong berada di udara, lalu bersihkan kotoran dan zat-zat lainnya dari permukaannya. Gunakan pensil batu dan penggaris baja untuk menggambar garis pemotongan pada bahan yang akan dipotong. 2. Saat memulai proses pemotongan, pastikan ujung alat pemotong berada tegak lurus terhadap permukaan bahan tersebut. Pertama, panaskan titik pemotongan menggunakan nyala api netral, lalu gunakan nyala api yang lebih panas untuk melakukan pemotongan. 3. Ketika titik pemanasan sudah berwarna merah terang, bukalah katup pengatur pemotongan secara perlahan. Arah ujung alat pemotong harus miring sekitar 25–40 derajat terhadap benda yang akan dipotong. Jarak antara ujung alat pemotong dan permukaan benda harus tetap sekitar 10–15 milimeter. Alat pemotong harus digerakkan secara merata, dengan kecepatan yang konstan. 4. Setelah proses pemotongan selesai, segera tutup katup pengatur aliran oksigen yang digunakan untuk pemotongan. Angkat alat pemotongan tersebut, lalu tutup katup pengatur aliran asetilen. Terakhir, tutup pula katup pengatur aliran gas di tabung gasnya. Catatan 1. Saat bekerja di luar ruangan, wajib mengurus laporan penggunaan api. 2. Setelah pekerjaan pemotongan dengan gas selesai, lakukan pemeriksaan di lokasi secara ketat untuk memastikan tidak ada api yang menyala, sebelum meninggalkan lokasi tersebut
Reply #22016-12-01
VI. Kartu Identifikasi Risiko Pekerjaan Penggergajian
Peringatan risiko:
1. Cedera mekanis: Kecelakaan akibat pengoperasian yang tidak benar, sehingga bilah gergaji melukai orang.
2. Cedera lainnya: Bahan-bahan yang jatuh dan melukai tubuh.
3. Sengatan listrik: Komponen listrik yang sudah usang dapat menyebabkan sengatan listrik.

Tindakan darurat:
1. Jika ada korban, segera hubungi nomor darurat 120 untuk mendapatkan bantuan medis.
2. Segera hentikan mesin, balut luka tersebut. Jika kondisi korban parah, bawa korban ke rumah sakit.
3. Operator harus segera menekan tombol berwarna merah untuk menghentikan mesin, serta mematikan sumber listriknya.

Prosedur dan langkah-langkah:
Pemeriksaan dan persiapan:
1. Pakailah perlengkapan keselamatan kerja, termasuk pakaian kerja yang ketat. 2. Periksa setiap titik pemeriksaan, gagang, dan tombol yang ada.
3. Pastikan ada cairan pendingin yang cukup untuk proses pemotongan.

Langkah-langkah pengoperasian:
1. Nyalakan sumber daya listrik.
2. Letakkan bilah gergaji di posisi yang tepat.
3. Letakkan benda kerja, lalu atur dan kencangkan posisinya.
4. Nyalakan mesin gergaji, atur kecepatan pemotongan, lalu tambahkan cairan pendingin agar proses pemotongan berjalan lancar, hingga benda kerja terpotong.
5. Matikan sumber daya listrik.

Catatan: Sebelum menyalakan mesin gergaji, pastikan bilah gergaji tidak menyentuh benda kerja, agar bilah gergaji tidak patah.

VII. Kartu Identifikasi Risiko di Posisi Pandai Besi
Peringatan risiko: 1. Cedera mekanis. Saat mengoperasikan peralatan, karena adanya tindakan yang melanggar aturan, mudah terjadi cedera mekanis dan sengatan listrik. Apakah perangkat tersebut terhubung ke tanah, dan apakah kabel dayanya rusak. 3. Luka bakar. Suku cadang menjadi sangat panas akibat proses pemotongan berkecepatan tinggi, sehingga mudah menyebabkan luka bakar. Penanganan darurat: 1. Jika terjadi cedera akibat mesin, segera hentikan operasinya, jauhilah sumber bahaya. Lakukan tindakan pertolongan pertama seperti menghentikan pendarahan dan membalut luka. Segera laporkan ke atas pula ; Jika cederanya parah, segera hubungi nomor darurat “120” untuk mendapatkan bantuan medis dan dibawa ke rumah sakit. 2. Jika terjadi sengatan listrik, segera matikan sumber listrik atau jauhkan korban dari sumber bahaya. Lakukan pertolongan pertama di tempat kejadian, dan rawat luka akibat sengatan listrik sesuai dengan prosedur perawatan luka biasa ; Segera laporkan ke atasan, dan bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 3. Jika terjadi kebakaran, pertama-tama evakuasikan orang-orang yang ada di sana secara darurat. Dalam kondisi yang aman, lakukan tindakan pemadaman api. Sambil itu, laporkan situasi tersebut kepada pimpinan pabrik, dan aktifkan rencana darurat yang telah disusun. Prosedur dan langkah-langkah: Pemeriksaan dan persiapan 1. Pertama, periksa apakah sumber daya listrik dan udara telah diputus. Jika kabel daya dan mesin belum diputus, dilarang melakukan perbaikan. Saat melakukan perbaikan, pasanglah papan peringatan di saklar yang bertuliskan “Dilarang menyalakan”, “Dilarang menghidupkan mesin”, atau “Sedang diperbaiki”. 2. Alat-alat yang digunakan harus lengkap, dalam kondisi baik, dan dapat diandalkan, sebelum memulai pekerjaan. Dilarang menggunakan alat-alat yang memiliki retakan, rambut-rambut tajam, atau gagang yang longgar, serta alat-alat yang tidak memenuhi standar keamanan. Harus selalu mematuhi prosedur operasi yang aman. 3. Periksa apakah di area kerja terdapat minyak atau air kotor, agar tidak terjadi risiko terpeleset. Langkah 1: Saat memindahkan komponen menggunakan tenaga manusia, personel harus disiapkan dengan memadai. Saat bekerja, gerakannya harus seragam. Saat mengangkat batang poros, screw, pipa, dan benda-benda berukuran besar, lakukanlah dengan hati-hati, letakkan dengan stabil, dan bergeraklah secara perlahan. Saat memindahkan mesin perkakas atau mengangkat komponen yang berukuran besar dan berat, harus dipatuhi dengan ketat prosedur operasi keselamatan yang berlaku bagi pekerja pengangkatan beban. 2. Saat membersihkan permukaan rel mesin perkakas, bagian bawah alat yang digunakan harus diletakkan di atas permukaan yang rata. 3. Saat melakukan proses pengasahan, benda yang akan diasah harus diposisikan dengan stabil, agar tidak bergerak. 4. Saat melakukan proses penyesuaian, jari-jari tidak boleh menyentuh permukaan yang akan disatukan.
5. Sebelum perangkat pengaman pada mesin terpasang dengan baik, mesin tidak boleh diujicobakan, apalagi digunakan untuk produksi.

Catatan:
1. Sebelum menghidupkan mesin, perlu diperiksa terlebih dahulu apakah perangkat pengamannya berfungsi dengan baik, apakah sekrup-sekrupnya sudah terpasang dengan kuat, serta apakah saklar listrik, oli, dan gas berfungsi dengan baik. Setelah itu, lakukan uji coba tanpa beban sebelum mesin digunakan untuk bekerja. Saat mengoperasikannya, harus mematuhi ketentuan keselamatan yang berlaku untuk peralatan yang digunakan. 2. Jika terjadi kerusakan pada kabel listrik dan komponen peralatan, serta alat-alat listrik lainnya, sebaiknya serahkan saja kepada teknisi untuk diperbaiki. Jangan mencoba membongkar peralatan tersebut sendiri, dan jangan pula mencoba memasang kabel atau sumber daya listrik sementara sendiri. VIII. Kartu Identifikasi Risiko untuk Pekerja Pengemudi
Peringatan risiko: 1. Kecelakaan lalu lintas: Kecelakaan yang terjadi akibat adanya benda-benda di jalan yang rumit, pejalan kaki, serta kendaraan lainnya. Kecelakaan juga dapat terjadi akibat cuaca ekstrem seperti hujan, salju, atau kabut. 2. Kecelakaan mekanis: Kecelakaan yang terjadi selama proses perjalanan, akibat penuaan komponen kendaraan atau masalah teknis lainnya.
3. Cedera akibat peralatan: Kecelakaan yang terjadi saat memperbaiki kendaraan, akibat kesalahan dalam pengoperasian peralatan. 4. Polusi lingkungan: Polusi akibat gas buang kendaraan bermotor. Dan kebocoran berbagai jenis minyak, yang menyebabkan polusi lingkungan. Penanganan darurat: 1. Jika terjadi kecelakaan dalam kondisi cuaca yang buruk atau kondisi jalan yang tidak memadai, lindungilah tempat kejadian, hubungi nomor 122 untuk melaporkan kejadian tersebut, dan beritahu atasan di perusahaan. 2. Jika rem tidak berfungsi, amati keadaan di sekitar kendaraan. Gunakan rem tangan dan kontrol kecepatan mesin untuk memperlambat laju kendaraan, hingga akhirnya berhenti. 3. Jika kendaraan mengalami kerusakan mekanis, segera rem darurat, parkirkan kendaraan di pinggir jalan dengan aman, lalu turun untuk memperbaikinya. Prosedur dan Langkah-langkah: Pemeriksaan dan Persiapan
1. Sebelum berangkat, periksa setiap item pemeriksaan harian pada kendaraan.
2. Pahami dengan baik tugas yang harus dilakukan serta rute terbaik untuk mencapainya.
3. Sebelum berangkat, pastikan barang-barang yang akan diangkut terikat dengan kuat.

Cara Melaksanakan:
1. Nyalakan mesin kendaraan, periksa apakah mesin berfungsi dengan baik.
2. Periksa apakah semua indikator pada kendaraan berfungsi dengan normal.
3. Sebelum berangkat, periksa sekeliling kendaraan untuk memastikan tidak ada halangan atau orang-orang yang tidak diperlukan di sekitarnya.
4. Selama berkendara, wajib mengenakan sabuk pengaman, fokus perhatian, dan waspada. Dilarang menggunakan ponsel, makan, atau merokok saat berkendara. Catatan:
1. Periksa segala komponen sebelum berangkat.
2. Saat berkendara, kurangi kecepatan jika menghadapi cuaca buruk atau kondisi jalan yang sulit.
3. Patuhi aturan lalu lintas.

IX. Kartu Identifikasi Risiko di Pos Pemotong Baja
Peringatan risiko:
1. Cedera akibat mesin. Karena kurangnya koordinasi antara pekerja operasional dan petugas pemberian bahan, mudah terjadi kecelakaan akibat luka pada petugas pemberian bahan tersebut. 2. Kecelakaan listrik. Kabel listrik dan tombol kontrol yang mengalami penuaan atau kerusakan pada lapisan isolasinya, serta adanya kotoran minyak di permukaannya, dapat menyebabkan insiden kejutan listrik bagi para pengoperasikannya. 3. Peralatan rusak. Memotong lembaran baja dengan ketebalan yang melebihi batas yang ditentukan oleh peralatan, atau lembaran baja yang mengandung silikon, dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan. Ketika memotong pelat baja, bila pisau pemotong menjadi longgar, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada pisau tersebut. Penanganan darurat: 1. Balut luka tersebut. Jika terjadi pendarahan yang hebat, gunakan metode pembalutan dengan tekanan tinggi atau teknik penekanan jari untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu, segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. 2. Jika terjadi sengatan listrik, segera matikan sumber listriknya, agar tubuh terpisah dari benda yang bermuatan listrik, lalu berikan pertolongan pertama di tempat kejadian ; Pada saat yang sama, tunjuk seseorang untuk menelepon nomor darurat 120, membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, serta melaporkan hal ini kepada atasan. Prosedur dan langkah-langkah: Pemeriksaan dan persiapan 1. Pakailah perlengkapan pelindung diri dengan benar. 2. Tempat kerja harus rapi, tanpa adanya rintangan apa pun. 3. Periksa rute kabel listrik dan panel kontrolnya untuk memastikan tidak ada kebocoran listrik, serta kabel-kabel tersebut tidak rusak atau mengalami penuaan. 4. Sebelum mengemudi, lakukan pemeriksaan sesuai rute pemeriksaan yang telah ditentukan. Bagian-bagian yang memerlukan pelumasan harus dilumasi terlebih dahulu, agar berfungsi dengan lancar. 5. Pastikan ketebalan pelat yang akan dipotong tidak melebihi ketebalan maksimum yang dapat dipotong oleh mesin tersebut. 6. Periksa bahan pelat pemotongnya, harus memenuhi persyaratan untuk proses pemotongan. 7. Lakukan penyesuaian pada peralatan, pastikan semuanya terpasang dengan baik, dan berikan pelumas yang cukup. 8. Periksa apakah bilah pemotongnya longgar atau rusak. Langkah 1: Putar badan ke samping untuk menyalakan saklar daya perangkat. Mencegah terjadinya sengatan listrik dengan memungkinkan pemisahan yang cepat. 2. Setelah motor beroperasi secara seimbang, masukkan pelat baja yang akan dipotong ke dalamnya. 3. Sesuai dengan dimensi pemotongan, lakukan pemotongan satu per satu. 4. Setelah pekerjaan selesai, tekan tombol penghentian peralatan untuk mematikan sumber daya listriknya. 5. Setelah semua komponen mesin pemotong pelat berhenti bekerja, bersihkan area kerja tersebut agar tetap rapi. Catatan 1: Saat bekerja, tangan tidak boleh menyentuh bagian penekan bahan atau dekat dengan bilah pemotong. Lebih lanjut, tangan juga tidak boleh menyentuh permukaan meja kerja saat mesin sedang beroperasi untuk mengambil bahan. 2. Dilarang memotong bila pelat baja bersifat licin dan tidak rata, ujung bahan yang sulit dipress dengan kuat, atau ketika beberapa pelat baja bertumpuk satu sama lain. 3. Pengoperasian peralatan harus dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab. Jika dua orang bekerja bersama, maka salah satu dari mereka harus mengendalikan kopling, sambil memberi isyarat kepada yang lainnya. 4. Saat melakukan perawatan pada peralatan, mesin harus dimatikan dan aliran listriknya diputus. 5. Saat digunakan, jika ditemukan kelainan (bunyi bising yang berlebihan, kerusakan pada kopling), segera hentikan mesin untuk diperbaiki. Jangan biarkan mesin tetap beroperasi meskipun ada kerusakan.
Reply #32016-12-02
Bagus, isinya rinci dan bisa dijadikan referensi. Terima kasih
Reply #42016-12-02
Barang yang bagus, terima kasih sudah berbagi, tambah poin...
Reply #52016-12-03
Isinya sangat lengkap, tetapi tidak spesifik. Misalnya, soal pemeriksaan apakah sesuatu dalam kondisi baik atau tidak, seharusnya dijelaskan standar khusus untuk menilai kondisi “baik” tersebut. Hindari penggunaan kalimat-kalimat umum yang tidak memiliki kejelasan dan kurang dapat dijalankan.
Reply #62016-12-06
Terima kasih sudah berbagi, sedang dibagikan di dalam pabrik saya. Sangat komprehensif

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.