Thread Content
Dulu saya bekerja di pabrik kimia, mengurus proses produksi. Sekarang saya beralih ke bidang teknologi farmasi. Setelah bekerja selama sebulan, saya merasakan adanya perbedaan: 1. Dalam industri kimia, produksi biasanya dilakukan dalam skala puluhan ribu ton per tahun, sedangkan di industri farmasi, produksinya hanya dalam skala kilogram saja. Paling-paling, hasil produksinya berupa beberapa dosis atau beberapa tablet saja; 2. Peralatan yang digunakan dalam industri kimia umumnya berupa reaktor dan peralatan menara. Dalam industri farmasi, peralatan menara jarang digunakan; hanya ada beberapa alat untuk merekondisi pelarut saja. Peralatan yang umum digunakan adalah reaktor, alat untuk proses kristalisasi, sentrifugasi, serta alat pengeringan.
3. Di pabrik kimia, jarang sekali ditemukan spesialisasi di bidang HVAC, karena proses produksinya dilakukan di luar ruangan. Saat ini, HVAC merupakan bidang yang sangat penting, karena fungsi pemanasan dan ventilasi sangatlah penting. Saya sendiri tidak begitu memahami bidang HVAC.
4. Ada penambahan ruang untuk proses pengeringan yang memenuhi standar GMP. Saya hanya tahu namanya saja, tetapi belum memahami seluk-beluknya. Saya baru bekerja di bidang ini dalam waktu yang singkat, jadi pengetahuan saya masih terbatas. Mohon bantuannya untuk menjelaskan perbedaan antara proses produksi di industri kimia dan industri farmasi
Lihat panduan GMP untuk obat-obatan, peralatan dan fasilitas
Ada banyak perbedaannya: 1. Obat-obatan memiliki persyaratan seperti GMP dan FDA, serta membutuhkan pabrik yang bersih dan sebagainya. 2. Ada banyak bidang dalam industri obat; yang dimaksud penulis terutama adalah bidang bahan baku obat yang mirip dengan industri kimia, sedangkan bidang lainnya mungkin berbeda. 3. Standar pelaksanaannya juga berbeda, begitu pula prosedurnya. Misalnya, desain industri kimia dimulai dari perancangan paket proses, sedangkan desain industri farmasi umumnya dimulai dari URS. Tentu saja masih banyak perbedaan lainnya; nanti akan lebih jelas setelah waktu berlalu
Delapan tahun pertama saya bekerja di bidang petrokimia, awalnya saya menangani proyek-proyek terkait formulasi obat dan bahan baku obat. Saya sangat setuju dengan pendapat pemilik postingan dan pengguna di lantai 5. Ada satu hal lagi, yaitu proyek-proyek di bidang farmasi banyak yang dilakukan secara intermiten, sedangkan di bidang petrokimia sebagian besar prosesnya dilakukan secara kontinu. Perbedaan dalam desainnya juga cukup signifikan.
Pos ini terakhir diedit oleh wxch99219 pada tanggal 2017-2-6 pukul 07:53. Industri kimia umumnya menggunakan metode produksi berkelanjutan, dengan volume produksi yang besar. Sedangkan industri farmasi umumnya menggunakan metode produksi intermiten, dengan volume produksi yang lebih kecil. Prosedur operasinya juga berbeda. Untuk industri kimia, ada prosedur operasi keselamatan dan prosedur operasi teknisnya. Sementara itu, industri farmasi selain mengikuti prosedur-prosedur tersebut, juga harus mematuhi standar GMP, termasuk adanya serangkaian rencana, laporan, verifikasi, catatan, serta jaminan integritas data.
Ya, sebagian besar desain proses di industri farmasi (kimia terapan) berasal dari bagian penelitian dan pengembangan, sedangkan bagian teknik yang bertugas merancang alur prosesnya. Jika itu perlu direnovasi atau diperluas, tidak perlu lembaga desain. Proyek baru membutuhkannya. Pabrik-pabrik kimia besar selalu membutuhkan desain yang dibuat oleh lembaga perancang terlebih dahulu sebelum dibangun!
Bahan baku obat, yang termasuk dalam kategori kimia industri tingkat tinggi, memiliki persyaratan GMP yang lebih ketat, serta memerlukan proses pengeringan yang cermat. Persyaratan terkait kebersihan sangat tinggi, begitu pula dengan standar kesehatan kerja.
Produksi bahan baku obat termasuk salah satu dari enam cabang industri manufaktur obat, dan termasuk dalam industri kimia halus. Industri ini berbeda secara signifikan dengan industri petrokimia serta industri kimia skala besar lainnya. Produksi bahan baku obat memiliki nilai tambah yang tinggi. Suhu dan tekanan reaksi umumnya rendah, tetapi jenis bahan bakunya sangat beragam, dan sebagian besar bersifat iritatif atau alergenik....