Thread Content
Ketika uap memasuki katup drainase lebih dulu daripada air kondensat yang perlu dikeluarkan, sehingga katup drainase terpaksa menutup, hal ini menyebabkan air kondensat di bagian belakang tidak dapat dikeluarkan. Fenomena ini disebut “steam lock”. Locking akibat uap tidak hanya menyebabkan penumpukan air di dalam peralatan sehingga menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga sering disertai dengan fenomena water hammer, yang dapat menimbulkan masalah keamanan yang serius. Pada saat yang sama, lock gas dapat menyebabkan ketidakteraturan suhu pemanasan, yang berdampak pada kualitas produk. Hal ini bahkan bisa membuat produk menjadi tidak layak digunakan sama sekali. Lalu, dalam kondisi apa terjadi fenomena lockout? Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan pengetahuan yang dimilikinya, Fred merangkum beberapa situasi di mana terjadi “steam lock”. 1) Ketika katup drainase dipasang di bagian atas pipa vertikal, fungsinya adalah untuk mengeluarkan air kondensat sekaligus mencegah kebocoran uap. Karena tekanan uap dan air kondensat di pintu masuk katup drainase sama, sedangkan densitas uap lebih rendah daripada air, maka jika ada pipa pengangkut, uap akan naik ke titik yang lebih tinggi dan masuk ke dalam katup drainase. Hal ini menyebabkan katup drainase menutup, sehingga terbentuklah “lockout” akibat uap. 2) Ketika katup drainase uap dipasang pada posisi yang jauh dari peralatan yang membutuhkan uap, meskipun ada banyak air kondensat yang menumpuk di dalam saluran pipa yang sempit di depan katup tersebut, uap yang beratnya ringan tetap dapat masuk ke dalam katup drainase uap melalui celah-celah yang ada di atas air kondensat tersebut. Hal ini menyebabkan katup drainase uap tertutup, sehingga terbentuklah “steam lock”. 3) Ketika saluran masuk katup drainase terhubung ke katup drainase dengan sudut miring ke atas, kondisi ini mirip dengan situasi di mana terdapat bagian saluran yang naik sebelum katup drainase. 4) Ketika bagian saluran masuk katup drainase uap membengkok ke bawah, densitas uap lebih rendah dibandingkan densitas air kondensat. Uap yang berdensitas lebih rendah akan masuk ke dalam katup drainase uap melalui celah-celah di atas air kondensat. Adanya saluran yang membengkok ke bawah memudahkan hal ini terjadi. 5) Ketika air kondensat masuk ke katup drainase melalui saluran sifon, dan permukaan air kondensat di dasar silinder berada di bawah ujung saluran sifon, maka uap akan masuk ke dalam saluran sifon dan katup drainase. Hal ini menyebabkan katup drainase menutup, sehingga terjadi kondisi “lockout” akibat uap. Selain itu, karena selang sifon dimasukkan ke dalam air kondensat melalui uap, selang tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai semacam kumparan pemanas. Air kondensat yang masuk ke dalam selang tersebut dapat dipanaskan kembali oleh uap di sekitarnya sehingga menguap. Hal ini akan memperparah masalah blokade akibat uap. Saat terjadi lock-up uap, air kondensat tidak dapat dikeluarkan, sehingga air menumpuk di dalam drum dan efisiensi pengeringan menurun. Pada saat yang sama, peningkatan berat total rol tersebut menyebabkan kebutuhan tenaga penggerak menjadi lebih besar. Yang lebih parah lagi, ketika air di dalam silinder mencapai tingkat di atas garis tengah, beban mekanis yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan. (Teks ini pertama kali diterbitkan di “Freed Steam Energy Saving”)
Anda dapat mencari informasinya di akun WeChat “Fured Steam Energy Saving” atau di pusat berbagi informasi di situs web perusahaan tersebut. Judul artikelnya adalah “Apakah Anda benar-benar memahami konsep ‘steam lock’?” 》Artikel ini.
Saya sudah mempelajari banyak hal. Apakah ada metode koneksi katup hidrofobik yang dapat mengatasi masalah-masalah di atas dengan baik?