Thread Content
Metode pencegahan kesalahan adalah cara untuk mencegah orang-orang yang tidak cekatan melakukan kesalahan. Dengan langkah-langkah seperti desain dan perbaikan, orang-orang yang kurang cerdas pun tidak akan melakukan kesalahan, sehingga mengurangi kelalaian manusia dan kecelakaan. Mengapa langkah-langkah keamanan dibuat seperti itu? Prinsip-prinsip ini dapat membantu karyawan memahami dengan cepat dan meningkatkan pemahaman mereka! Sepuluh Prinsip Utama: 1. Prinsip Menghilangkan Akar Penyebab 2. Prinsip Asuransi 3. Prinsip Otomatisasi 4. Prinsip Kesesuaian 5. Prinsip Urutan 6. Prinsip Isolasi 7. Prinsip Replikasi 8. Prinsip Pengelompokan 9. Prinsip Peringatan 10. Prinsip Pemeringanan. Definisi dan Aplikasi Sepuluh Prinsip Pencegahan Kesalahan: 1. Prinsip Menghilangkan Akar Penyebab: Menghilangkan akar penyebab kesalahan, sehingga kesalahan tidak akan terjadi sama sekali. Umumnya, kesalahan dicegah dengan menggunakan bentuk yang asimetris, perbaikan alat, dan metode eliminasi. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, peningkatan posisi paku pengunci flensa ini mencegah terjadinya pemasangan yang salah. 2. Prinsip asuransi: Prinsip asuransi menyatakan bahwa diperlukan dua tindakan atau lebih yang harus dilakukan secara bersamaan atau berurutan agar suatu pekerjaan dapat selesai. Umumnya, kesalahan dicegah melalui tindakan bersama, berurutan, dan interaktif. Contoh: Untuk membuka brankas di bank, diperlukan kunci milik pelanggan dan kunci milik bank, yang harus dimasukkan ke lubang kunci secara bersamaan, agar brankas dapat dibuka. 3. Prinsip otomatis: Prinsip ini memanfaatkan berbagai prinsip optik, listrik, mekanika, kinematika, kimia, dan sebagainya untuk mengatur apakah suatu tindakan akan dilakukan atau tidak, sehingga kesalahan dapat dihindari. Saat ini, saklar otomatis ini sangat umum digunakan, dan merupakan contoh penerapan “otomatisasi” yang sangat sederhana. Umumnya, kesalahan dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor seperti daya apung, berat, waktu, dan arah. Contoh: Ketika lift kelebihan beban, pintunya tidak bisa ditutup, lift tidak dapat bergerak naik turun, dan bel peringatan pun berbunyi. 4. Prinsip kesesuaian: Prinsip ini menggunakan tindakan pemeriksaan untuk memastikan adanya kesesuaian, sehingga kesalahan dapat dihindari. Umumnya, kesalahan dapat dicegah dengan cara memanfaatkan perbedaan bentuk, petunjuk berupa simbol, penunjuk jumlah, suara, dan sebagainya. Contoh: Sebelum dan sesudah operasi, perlu dicek apakah jumlah alat yang digunakan sesuai, agar tidak ada alat yang tertinggal di dalam tubuh pasien dan terlupa diambil. 5. Prinsip urutan: Hindari terjadinya kesalahan akibat urutan pekerjaan atau proses yang tidak sesuai. Urutan tersebut dapat disusun berdasarkan nomor, sehingga kesalahan dapat dikurangi atau dihindari. Umumnya, digunakan nomor atau tanda garis miring untuk mencegah kesalahan. Contoh: Banyak dokumen yang disimpan di dalam lemari arsip. Setiap kali dokumen tersebut diambil untuk dilihat, lalu dikembalikan ke tempatnya, seringkali dokumen tersebut diletakkan di tempat yang salah. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan tanda garis miring sebagai petunjuk. 6. Prinsip isolasi: Prinsip ini menggunakan cara memisahkan berbagai area, sehingga wilayah-wilayah tertentu dapat dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya atau kesalahan. Prinsip isolasi juga disebut prinsip perlindungan. Seperti memasukkan orang jahat ke penjara, memisahkan barang-barang yang tidak berkualitas, dan sebagainya. 7. Prinsip penyalinan: Untuk pekerjaan yang sama yang perlu dilakukan lebih dari sekali, sebaiknya gunakan metode “penyalinan”. Dengan cara ini, waktu yang diperlukan dapat dihemat, dan kesalahan pun dapat dihindari. Umumnya, kesalahan dicegah dengan cara meniru, menghafal, menyalin, atau mengulang. Contoh: Saat menyolder suku cadang, orang akan mengucapkan kalimat berikut: “Pertama, periksa bahan baku; kedua, letakkan suku cadangnya; ketiga, tekan tombol alat penjepit; keempat, lakukan proses penyambungan; kelima, lepaskan alat penjepitnya; keenam, ambil suku cadang tersebut; ketujuh, letakkan suku cadang di tempat penyimpanan yang telah ditentukan.” 8. Prinsip pengelompokan: Prinsip ini digunakan untuk membedakan berbagai tugas yang berbeda, agar tugas-tugas tersebut tidak dikerjakan secara salah. Umumnya, ketebalan garis dan warna yang berbeda digunakan untuk mewakili makna-makna yang berbeda, guna mencegah kesalahan. Contoh: Pasang label “merah” pada produk yang tidak berkualitas, gunakan warna “kuning” untuk menandai area berbahaya, dan cat jalur pejalan kaki dengan warna “hijau”. 9. Prinsip peringatan: Jika terjadi fenomena yang tidak normal, sistem ini dapat menampilkan berbagai sinyal “peringatan” melalui suara, cahaya, atau cara lainnya, guna mencegah terjadinya kesalahan. Contoh: Ketika kecepatan mobil terlalu tinggi, lampu peringatan akan menyala. 10. Prinsip mitigasi: Menggunakan berbagai cara untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan setelah terjadinya kesalahan. Meskipun hal ini tidak dapat sepenuhnya mencegah terjadinya kesalahan, namun dampak negatifnya dapat dikurangi. Contoh: Sabuk pengaman mobil, memakai helm saat mengendarai sepeda motor. Langkah-langkah metode pencegahan kesalahan: Mengidentifikasi kelalaian yang dilakukan oleh manusia. Menetapkan tujuan dan menyusun rencana pelaksanaan. http://img.proxx.xmtbang.com/?url=http%3A%2F%2Fmmbiz.qpic.cn%2Fmmbiz_jpg%2Fia7n83nTvQKryOibrWYFNDibnR2mOt9MNiaB2jDcoibvFURlTK0HkL2qAYMEAaQCwkSrVkI15sfWcDY2UDT2c9hVFDw%2F640%3Fwx_fmt%3Djpeg. Menyelidiki penyebab kelalaian tersebut. http://img.proxx.xmtbang.com/?url=http%3A%2F%2Fmmbiz.qpic.cn%2Fmmbiz_jpg%2Fia7n83nTvQKryOibrWYFNDibnR2mOt9MNiaB2jDcoibvFURlTK0HkL2qAYMEAaQCwkSrVkI15sfWcDY2UDT2c9hVFDw%2F640%3Fwx_fmt%3Djpeg. Mengusulkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Melaksanakan solusi yang telah diusulkan. http://img.proxy.xmtbang.com/?url=http%3A%2F%2Fmmbiz.qpic.cn%2Fmmbiz_jpg%2Fia7n83nTvQKryOibrWYFNDibnR2mOt9MNiaB2jDcoibvFURlTK0HkL2qAYMEAaQCwkSrVkI15sfWcDY2UDT2c9hVFDw%2F640%3Fwx_fmt%3Djpeg. Memastikan hasil dari tindakan yang telah dilakukan. http://img.proxx.xmtbang.com/?url=http%3A%2F%2Fmmbiz.qpic.cn%2Fmmbiz_jpg%2Fia7n83nTvQKryOibrWYFNDibnR2mOt9MNiaB2jDcoibvFURlTK0HkL2qAYMEAaQCwkSrVkI15sfWcDY2UDT2c9hVFDw%2F640%3Fwx_fmt%3Djpeg. Menstandarkan proses tersebut, serta membentuk kebiasaan yang baik