Pekerja kimia, Siapakah keberuntungan kecilmu?
Thread Content
Nasib Baik yang Kecil – Bai JingchenSaya dengar bunyi titisan hujan yang jatuh di atas rumput yang hijau. Saya juga dengar bunyi loceng yang menandakan tamatnya waktu belajar di kejauhan. Namun, saya tidak mendengar suaramu. Tolong panggil nama saya dengan serius. Ketika saya jatuh cinta padamu, saya masih belum memahami apa itu perasaan cinta. Hanya setelah berpisah barulah saya menyedari betapa pentingnya kamu dalam hidup saya. Mengapa saya tidak menyedari bahawa bertemu denganmu merupakan hal terbaik dalam hidup saya? Mungkin pada masa itu saya terlalu sibuk untuk tersenyum dan menangis, sibuk mengejar bintang jatuh di langit. Orang sering lupa siapa yang sentiasa berada di sana, melindungi saya dalam hujan dan angin. Rupanya kamu adalah nasib baik yang paling saya inginkan. Rupanya cinta kita pernah begitu dekat. Keputusanmu untuk melindungi saya dari segala kesulitan, serta air hujan yang turun demi saya… Semuanya adalah tanda kasih sayangmu yang tulus. Bertemu denganmu sungguh merupakan nasib baik. Namun saya sudah kehilangan hak untuk menangis demi kamu. Semoga di tempat yang tak dapat saya lihat ini, kamu dapat membuka sayapmu dan bertemu dengan orang yang ditakdirkan untukmu. Betapa beruntungnya dia nanti. Mungkin pada masa itu saya terlalu sibuk untuk tersenyum dan menangis, sibuk mengejar bintang jatuh di langit. Orang sering lupa siapa yang sentiasa berada di sana, melindungi saya dalam hujan dan angin. Rupanya kamu adalah nasib baik yang paling saya inginkan. Rupanya cinta kita pernah begitu dekat. Keputusanmu untuk melindungi saya dari segala kesulitan, serta air hujan yang turun demi saya… Semuanya adalah tanda kasih sayangmu yang tulus. Bertemu denganmu sungguh merupakan nasib baik. Namun saya sudah kehilangan hak untuk menangis demi kamu. Semoga di tempat yang tak dapat saya lihat ini, kamu dapat membuka sayapmu dan bertemu dengan orang yang ditakdirkan untukmu. Betapa beruntungnya dia nanti