Thread Content
【Pertanyaan dan Jawaban No. 216】22.11.2016: Mengapa suhu naik akibat terbentuknya garam pada katup udara kompresor? Setelah membalas, akan terlihat referensi **; cukup jawab poin-poin penting untuk mendapatkan poin. Berdasarkan prinsip mesin reciprocating, pada proses pengisian udara, katup keluar harus tertutup sedangkan katup masuk harus terbuka. Jika terjadi pengendapan garam, maka katup keluar tidak akan dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya, gas akan kembali masuk melalui katup keluar. Gas-gas tersebut merupakan gas yang sudah dikompresi dan memiliki suhu yang tinggi. Gas-gas bersuhu tinggi ini kemudian dikompresi lagi sebelum dikeluarkan. Dengan demikian, suhu katup keluar akan meningkat, dan proses ini berulang-ulang. Kumpulan pertanyaan dan jawaban tahun 2016 (diperbarui hingga bulan November~~~~) http://bbs.hcbbs.com/thread-1597792-1-1.html. Mencari sponsor untuk “Kegiatan Pemilihan 10 Anggota Terbaik HaiChuan Tahun 2016” http://bbs.hcbbs.com/thread-1628108-1-1.html (Sumber: Forum HaiChuan Chemical)
Kompressor seharusnya merujuk pada kompresor tipe reciprocating. Terbentuknya endapan garam pada katup udara sebenarnya sama dengan kerusakan pada katup tersebut, yang disebabkan oleh aliran balik gas bertekanan tinggi. Namun, mengapa bisa terbentuk endapan garam?
Gas bahan baku dari hulu membawa~~~~~ Di beberapa tempat, digunakan hidrogen hasil rekonstruksi~~~
Berdasarkan prinsip mesin reciprocating, pada proses pengisian udara, katup keluar harus tertutup sedangkan katup masuk harus terbuka. Jika terjadi pengendapan garam, maka katup keluar tidak akan dapat menutup dengan sempurna. Akibatnya, gas akan kembali masuk melalui katup keluar. Gas-gas tersebut merupakan gas yang sudah dikompresi dan memiliki suhu yang tinggi. Gas-gas bersuhu tinggi ini kemudian dikompresi lagi sebelum dikeluarkan. Dengan demikian, suhu katup keluar akan meningkat, dan proses ini berulang-ulang.
Berdasarkan prinsip mesin reciprocating, pada proses pengisian udara, katup keluar harus tertutup sedangkan katup masuk harus terbuka. Jika terjadi pengendapan garam, maka katup keluar tidak akan menutup dengan sempurna. Akibatnya, gas akan kembali masuk melalui katup keluar. Gas-gas tersebut merupakan gas yang sudah dikompresi dan memiliki suhu yang tinggi. Gas-gas berkepanasan ini kemudian dikompresi lagi sebelum dikeluarkan. Dengan demikian, suhu katup keluar akan meningkat, dan proses ini berulang-ulang
Pembentukan garam dapat menyebabkan katup pembuangan tidak menutup dengan sempurna. Akibatnya, selama proses pengisian udara, gas akan kembali masuk melalui lubang keluar. Gas-gas tersebut sebenarnya merupakan gas yang sudah terkompresi dan memiliki suhu yang tinggi. Gas-gas bersuhu tinggi ini kemudian dikompresi lagi sebelum dikeluarkan. Dengan demikian, suhu katup pembuangan akan meningkat, dan proses ini berulang-ulang.
Katupnya tidak menutup dengan rapat, sehingga gas panas setelah proses kompresi dapat kembali mengalir ke belakang. Hal ini berulang-ulang terjadi, sehingga suhu katup dan gas buang pun meningkat
Hal ini menyebabkan kebocoran udara pada katup udara. Jika pelat katup rusak atau pegas katup tidak berfungsi dengan baik, maka penutupan katup akan tidak sempurna, sehingga udara masuk ke dalam silinder secara berlebihan. Hal ini akan mengurangi jumlah udara yang masuk, sehingga suhu di dalam silinder meningkat, begitu pula suhu gas buang; Kebocoran pada katup buang akan mengurangi volume gas buang dan gas masuk, sehingga gas yang telah dikompresi akan kembali mengalir ke dalam silinder. Hal ini menyebabkan suhu di dalam silinder meningkat, begitu pula suhu gas buang.
Pembentukan garam akan menyebabkan penyegelan katup udara menjadi tidak baik. Akibatnya, katup udara tidak dapat berfungsi sebagai katup satu arah, sehingga sebagian gas terus-menerus dikompresi dan suhunya meningkat.
Jika katup hisap terkena endapan garam, maka katup tersebut tidak akan menutup dengan sempurna. Akibatnya, udara panas di dalam silinder akan bocor ke bagian katup hisap, sehingga suhu udara yang masuk menjadi lebih tinggi. Suhu udara yang telah dikompresi oleh piston juga akan meningkat. Dengan demikian, suhu di bagian katup hisap, silinder, dan katup keluar semuanya akan naik. 2. Jika katup buang mengalami pengendapan garam, maka katup tersebut tidak akan menutup dengan sempurna. Akibatnya, gas panas yang keluar akan kembali ke dalam silinder, sehingga suhu silinder dan gas buang pun meningkat.
Setelah terbentuknya garam, kinerja penyegel katup udara menurun, sehingga sebagian gas panas yang telah dikompresi mengalir kembali. Proses kompresi pun berulang, akibatnya suhu meningkat
Terbentuknya garam pada katup udara akan mempengaruhi besarnya aliran gas yang melewati katup tersebut. Semakin kecil alirannya, semakin sedikit pula panas yang dapat dibawa, sehingga suhu katup udara pun meningkat
Suhu gas setelah dikompresi umumnya berkisar antara 100–120°C. Jika katup gas tidak dapat ditutup dengan sempurna, proses kompresi akan dilakukan lagi, sehingga suhunya pun naik
Penyumbatan katup udara menyebabkan kesulitan dalam membuang gas, sehingga suhu meningkat
Penumpukan garam menyebabkan kebocoran pada sambungan, sehingga katup udara bocor dan memungkinkan masuknya udara atau keluarnya udara
Katup udara tidak tertutup dengan rapat, sehingga gas panas yang telah dikompresi dapat kembali masuk