Thread Content
Postingan ini terakhir diedit oleh yuchenchf pada tanggal 2017-3-31 pukul 07:50. Hari ini, mari kita bahas mengenai cara memasang flow meter elektromagnetik. Karena kualitas pemasangan akan langsung mempengaruhi proses operasional di masa mendatang serta efisiensi kerja, maka proses pemasangan perlu diperhatikan dengan saksama. Menurut pengetahuan pribadi saya, flow meter elektromagnetik memiliki stabilitas yang tinggi, sehingga jarang mengalami kerusakan. Namun, perlu diingat bahwa perubahan kondisi lingkungan serta kondisi saat pemasangan dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah. Kita perlu belajar cara mencegah hal tersebut, terutama dalam beberapa situasi berikut yang perlu kita hindari. (1) Flow meter elektromagnetik memang diperlukan untuk digunakan pada saluran pipa. Panjang bagian pipa yang lurus memiliki persyaratan yang tinggi. Saat merancang pabrik air yang baru, persyaratan tersebut dapat dipenuhi sebaik mungkin. Namun, untuk memodifikasi atau menambahkan peralatan pada pabrik air yang sudah ada, memenuhi persyaratan tersebut menjadi agak sulit. Hal ini akan berdampak pada stabilitas peralatan. Solusinya adalah dengan menambahkan tabung penyeimbang aliran guna meningkatkan kualitas aliran cairan. (2) Selain itu, kecepatan aliran air yang terlalu rendah juga dapat mempengaruhi akurasi pengukuran. Hal ini terutama terjadi pada flow meter yang terpasang di perbatasan wilayah perkotaan. Karena berada di ujung saluran distribusi air milik perusahaan setempat, tekanan yang ada relatif rendah, sehingga kecepatan aliran air menjadi rendah. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya buka katup-katup yang ada di kedua sisi perbatasan tersebut agar kecepatan aliran air bisa ditingkatkan. (3) Sekali lagi, ketika ada gas di dalam saluran tersebut, hal ini akan menyebabkan fluktuasi dan ketidakstabilan dalam hasil pengukuran. Untuk mengatasinya, perlu dicari sumber gas tersebut dan diatasi. Jika diperlukan, bisa dipasang katup pelepas udara di dalam saluran tersebut. (4) Permukaan elektroda sensor flow meter yang terpasang di saluran air mentah terkontaminasi oleh endapan lumpur, sehingga hal ini akan mempengaruhi akurasi pengukuran. Solusinya adalah dengan menggunakan elektroda tipe skraper, serta melakukan perawatan dan pembersihan secara berkala. (5) Adanya endapan benda asing di saluran masuk flowmeter elektromagnetik. Hal ini menyebabkan perubahan mendadak pada karakteristik aliran air yang diukur, sehingga mempengaruhi akurasi pengukuran dan menimbulkan kesalahan yang signifikan. Cara mengatasinya adalah dengan segera membersihkan benda-benda asing yang menumpuk di dalam saluran tersebut. (6) Petir menyebabkan kerusakan pada konverter alat pengukur aliran elektromagnetik, sehingga alat tersebut tidak dapat berfungsi untuk mengukur aliran. Solusinya adalah dengan memasang perangkat penangkal petir yang sesuai di terminal masukan sinyal konverter, terminal masukan arus eksitasi, dan terminal pasokan daya. Itulah bagian dari pengalaman yang saya bagikan berdasarkan penilaian atas hasil kerja selama ini. Jika Anda memiliki tambahan pendapat atau pertanyaan lain, silakan tinggalkan komentar untuk dibahas bersama.