Thread Content
Wu Qingxian, laki-laki, etnis Dong, merupakan anggota partai. Ia adalah seorang petani sejati dari Desa Sizhai, Kecamatan Shuangjiang, Kabupaten Liping, Provinsi Guizhou. Ia adalah orang yang tulus dan ramah. Ia menyukai kegiatan penanaman pohon. Sambil menanam pohon, ia selalu memprioritaskan keselamatan kebakaran, sehingga dapat mencegah terjadinya bencana sebelum terjadi. Selama lebih dari tiga puluh tahun, ia berdedikasi melindungi hutan dari kebakaran, dan berhasil menciptakan keajaiban di Desa Sizhai, yaitu tidak adanya kebakaran hutan maupun kebakaran di desa tersebut selama lebih dari tiga puluh tahun. Sejak tahun 1984, perusahaan ini mengelola lahan hutan kolektif seluas 5500 hektar. Pada tahun 1985, mereka mulai mengelola lahan gundul untuk ditanami pohon, sehingga luas lahan yang ditanami meningkat menjadi 15.500 hektar. Perusahaan ini pun menjadi pelaku penanaman pohon yang terkenal di daerah tersebut. Mereka memberikan kontribusi positif dalam upaya menghilangkan lahan gundul, memperindah lingkungan di Li Ping, menjaga keseimbangan ekologi, serta meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat setempat. Menurut survei hutan yang dilakukan oleh **Biro Kehutanan pada tahun 2003: sejak tahun 1984, dalam hal penanaman pohon secara pribadi, Wu Qingxian menempati posisi teratas di Guizhou, dan berada di urutan kedua di tingkat nasional. Ia dianugerahi “Medali Penghijauan Nasional” oleh Komite Penghijauan Nasional dan **Biro Kehutanan**. Dijuluki sebagai “Raja Penanaman Pohon di Guizhou”. Setelah hampir 35 tahun upaya penanaman pohon dan pengelolaan hutan, di bawah kepemimpinannya, daerah pegunungan gersang seluas lebih dari 13.000 hektar yang dulunya termasuk dalam 9 desa di kecamatan Sizhai pun kini berubah menjadi wilayah hijau, seolah-olah menjadi “bank hijau”. Sambil melakukan kegiatan penanaman dan perlindungan hutan, ia justru menempatkan upaya pencegahan kebakaran sebagai prioritas utama. Ia secara sukarela terlibat dalam upaya pencegahan kebakaran, selalu menganggap keselamatan dari bahaya kebakaran sebagai hal yang paling penting. Ia memeriksa berbagai potensi bahaya kebakaran di desa-desa, serta menyebarkan pengetahuan tentang cara mencegah kebakaran, agar tidak terjadi kebakaran di daerah tersebut. Bekerja sama untuk membuka jalur penyelamatan dalam keadaan darurat terkait kebakaran. Karena di Desa Sizhai tidak ada jalan khusus untuk kendaraan pemadam kebakaran, maka ketika terjadi kebakaran, kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat sampai ke lokasi kejadian. Pada tahun 2016, ia mengajak masyarakat setempat untuk bekerja bersama membangun jalan yang panjangnya 22 kilometer dan lebarnya 4,5 meter, agar memudahkan akses bagi kendaraan pemadam kebakaran. Sejauh ini, sudah ada 20 kilometer jalan yang selesai dibangun. Sisa bagian jalan tersebut masih dalam proses pembangunan. Pembangunan jalan ini tidak hanya memudahkan masyarakat untuk beraktivitas, tetapi juga memastikan kelancaran jalur penyelamatan. Menggunakan mobil pribadi untuk keperluan umum, serta menggunakan biaya sendiri untuk menyewa kendaraan pengangkut pesan-pesan promosi guna melakukan patroli dan memberikan peringatan terkait bahaya kebakaran. Dengan demikian, upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kebakaran, mengurangi risiko kebakaran di daerah pedesaan, serta meningkatkan kemampuan penanganan kebakaran. Ia berusaha mendorong warga desa untuk ikut berkontribusi dalam pembentukan tim pemadam kebakaran, sehingga kelemahan yang ada dalam kapasitas pemadam kebakaran di desa tersebut dapat diatasi. Pada tahun 2009, ia membeli truk pikap senilai 100.000 yuan dengan uangnya sendiri ; Pasang berbagai slogan promosi keselamatan kebakaran di mobil pribadi, dan setiap musim gugur dan musim dingin serta pada momen-momen penting, gunakan mobil tersebut untuk berkeliling desa sambil melakukan sosialisasi. Dengan demikian, selain berfungsi sebagai alat promosi, mobil tersebut juga berperan sebagai alat pengawasan. Dengan mengumpulkan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang ada, ia menyusun aturan-aturan khusus untuk desanya sendiri. Mengingat adanya kebiasaan buruk para penduduk desa dalam menggunakan api, ia pergi ke desa-desa contoh yang berhasil mencegah kebakaran, untuk mempelajari pengalaman-pengalaman positif mereka. Dengan demikian, ia dapat menyusun aturan-aturan terkait keselamatan kebakaran yang sesuai dengan kondisi desanya, sehingga para penduduk desa dapat menggunakan api dan listrik secara lebih aman. Dan melakukan sosialisasi keselamatan kebakaran kepada para penduduk desa dengan cara yang mudah dipahami. Ia bersikeras untuk setiap hari mengingatkan para penduduk desa melalui siaran radio agar berhati-hati saat menggunakan api dan menjaga keselamatan dari bahaya kebakaran. Aturan-aturan desa tidak hanya menjelaskan tanggung jawab dan kewajiban para penduduk desa, tetapi juga merinci berbagai cara penanganan bila terjadi kebakaran. Dengan demikian, keamanan di desa tersebut dapat terjaga melalui adanya aturan-aturan yang jelas. Setiap saat libur dan hari raya, ia selalu memeriksa infrastruktur pemadam kebakaran di desa tersebut, serta penggunaan api dan listrik oleh para petani. Jika ditemukan masalah, ia segera memperbaikinya. Pembangunan desa baru: keindahan dan keselamatan berjalan seiring. Pembangunan desa baru dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga keamanan. Saat ini, Desa Sizhai sedang mengembangkan pariwisata dan membangun desa yang lebih modern. Berbagai rumah kayu yang indah dibangun di sana, sehingga desa ini menjadi pemandangan yang menarik. Namun, hal ini juga meningkatkan risiko bahaya kebakaran. Tuan Wu Qingxian, sambil terus berupaya untuk mengembangkan diri, juga sangat memperhatikan aspek keamanan. Ia membuat papan pengumuman tentang pentingnya keselamatan kebakaran, lalu memasangnya di pinggir jalan dan di atap rumah-rumah, sebagai peringatan kepada masyarakat agar tetap memperhatikan aspek keselamatan kebakaran saat membangun sesuatu. Dengan penuh dedikasi dan tanpa mengeluh, ia merupakan utusan suci dalam upaya promosi keselamatan kebakaran. Ia tidak hanya bekerja keras dalam menjalankan tugas-tugas terkait keselamatan kebakaran, tetapi juga menyebarkan pengetahuan tentang keselamatan kebakaran kepada setiap orang di sekitarnya. Dengan semangat pengabdian yang tak kenal lelah, ia aktif berkarier sebagai relawan pemadam kebakaran. Sebutan sebagai relawan pemadam kebakaran membuatnya merasa sangat terhormat dan bangga, sekaligus menyadari betapa beratnya tanggung jawab yang harus dipikulnya. Sering memanfaatkan waktu luangnya untuk mengunjungi rumah-rumah petani dan sekolah-sekolah. Bahkan saat berbelanja atau berbincang-bincang, ia tidak melewatkan kesempatan apa pun untuk menyebarkan pengetahuan tentang pencegahan kebakaran. ““Jalan yang harus ditempuh masih panjang, namun aku akan terus berusaha mencarinya.” Komitmen penuh Wu Qingxian dalam kehidupan sehari-hari telah menghasilkan lingkungan yang aman dari segi kebakaran. Dalam perannya sebagai relawan pemadam kebakaran, ia dengan setia mendedikasikan waktunya dan energinya. Ia juga aktif menyebarkan pengetahuan tentang keselamatan kebakaran yang ia miliki. Dengan demikian, semakin banyak orang yang memahami betapa pentingnya keselamatan kebakaran, sehingga kecelakaan akibat kebakaran dapat dihindari. Sejarah pahit akibat kebakaran pun tidak akan terulang lagi. Itulah mimpinya dan apa yang ia kejar; itulah nilai hidupnya. Usaha yang gigih membuahkan hasil. Berkat ketekunan dan pengorbanan Tuan Wu Qingxian, keamanan dari bahaya kebakaran di desa tersebut dapat terjaga. Dengan demikian, desa Sizhai berhasil terbebas dari kebakaran hutan maupun kebakaran di desa itu sendiri selama lebih dari tiga puluh tahun. Ia bukan hanya pemimpin yang membantu warga setempat menjadi kaya, tetapi juga pelindung nyawa dan harta benda masyarakat.