Dalam situasi apa desain wadah bertekanan menggunakan metode analisis JB4732? Butuh segera
Thread Content
Dalam situasi apa desain wadah bertekanan menggunakan metode analisis JB4732? Butuh segera**Cakupan penggunaan dan perbedaan utama antara GB150, JB4732, dan JB/T4735:**
| Standar | GB150 “Wadah tekan dari baja” | JB4732 “Wadah tekan dari baja – Pedoman desain analitis” | JB/T4735 “Wadah tekan dari baja yang disambung dengan metode las” |
|---------|---------------------------|---------------------------------------------------|------------------------------------------------------|
| Tekanan desain | 0,1 MPa ≤ pd ≤ 35 MPa; tekanan vakum ≥ 0,02 MPa | 0,1 MPa ≤ pd < 100 MPa; tekanan vakum ≥ 0,02 MPa | -0,02 MPa < pd < 0,1 MPa |
| Suhu desain | Ditentukan berdasarkan suhu maksimum yang dapat ditahan oleh bahan baja (maksimal 700°C, minimal -196°C) | Di bawah suhu yang digunakan untuk mengontrol kekuatan tegangan bahan baja (maksimal 475°C) | Dari -20°C hingga 350°C (untuk wadah dari baja aloi austenitik). Untuk wadah dengan suhu desain di bawah -20°C, tetapi memenuhi kondisi beban rendah pada suhu rendah, maka wadah tersebut tidak tunduk pada batasan ini. |
| Koefisien keamanan dasar | Baja karbon, baja aloi rendah: nb ≥ 3,0; ns = nts ≥ 1,6; nD ≥ 1,5; nn ≥ 1,0 | – | – |; Baja paduan tinggi: nb≥3,0, ns=nts≥1,5, nD≥1,5, nn≥1,0. Baja karbon, baja paduan rendah, baja paduan ferritik: nb≥2,6, ns=nts≥1,5 ; Baja paduan austenitik: ns=nts≥1,5. Baja karbon, baja paduan rendah, baja paduan ferositik: nb≥2,5, ns=nts≥1,5 ; Baja paduan austenitik: ns=nts≥1,5. Tidak ada batasan terhadap jenis media yang dapat digunakan. Tidak cocok untuk wadah yang digunakan untuk menyimpan media beracun tinggi atau berbahaya sekali. Kriteria desain mencakup kriteria kegagalan elastis, kriteria kegagalan plastis, dan kriteria kegagalan akibat kelelahan. Tekanan lokal dinilai menggunakan analisis batas dan analisis stabilitas. Umumnya digunakan kriteria kegagalan elastis dan kriteria kegagalan akibat ketidakstabilan. Metode analisis tegangan didasarkan pada prinsip-prinsip mekanika bahan dan teori pelat/kotak, serta memperhitungkan koefisien peningkatan tegangan dan koefisien bentuk. Untuk analisis plastis, digunakan teori plastis dan prinsip-prinsip pelat/kotak. Analisis tegangan eksperimental juga didasarkan pada prinsip-prinsip mekanika bahan dan teori pelat/kotak, dengan memperhitungkan koefisien peningkatan tegangan dan koefisien bentuk. Teori kekuatan meliputi teori tegangan utama maksimum, teori tegangan geser maksimum. Namun, ketebalan desain sebagian besar wadah ditentukan oleh ketebalan minimum. Tidak ada persyaratan inspeksi non-destruktif untuk struktur wadah, kecuali ditentukan berdasarkan jenis baja, ketebalan, sifat media, dan jenis uji tekanan. Persyaratan inspeksi non-destruktif lokal adalah panjangnya minimal 20% dari panjang setiap sambungan las, atau minimal 250 mm untuk semua sambungan las kategori A atau B. Untuk sambungan las kategori C dengan ketebalan nominal lebih dari 65 mm (kecuali untuk silinder bertekstur ganda), serta sambungan las kategori D dengan diameter lubang lebih dari 100 mm dan ketebalan nominal silinder atau penutup lebih dari 65 mm, diperlukan inspeksi non-destruktif 100%. Keperluan inspeksi non-destruktif ditentukan berdasarkan volume nominal wadah, ketebalan, suhu desain, tingkat keracunan media, tingkat kebakaran, jenis uji tekanan, dan jenis baja. Panjang inspeksi minimal 10% dari panjang setiap sambungan las. Analisis tegangan tidak diperlukan, tetapi jika melebihi batasan yang ditetapkan dalam standar ini, maka analisis tegangan diperlukan. Namun, untuk bola, silinder, penutup, dan sejenisnya yang dirancang sesuai standar ini, analisis tegangan tidak diperlukan. Analisis kelelahan tidak diperlukan untuk wadah yang membutuhkan analisis kelelahan. Namun, ada pengecualian (berdasarkan jumlah siklus beban atau amplitudo tegangan). Persyaratan kualifikasi: Unit desain dan unit produksi harus memiliki surat persetujuan desain atau izin produksi yang sesuai. Proses pengelasan harus dilakukan oleh tukang las yang memiliki kualifikasi yang sesuai. Inspeksi non-destruktif harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang sesuai. Unit desain perlu memiliki sertifikat kualifikasi untuk analisis tegangan, dan dokumen desain harus ditandatangani oleh tiga orang yang memiliki sertifikat kualifikasi. Unit produksi perlu memiliki izin produksi untuk wadah kategori tiga. Proses pengelasan harus dilakukan oleh tukang las yang memiliki kualifikasi yang sesuai. Inspeksi non-destruktif harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi tingkat I atau II. Tidak ada persyaratan kualifikasi untuk proses desain dan produksi. Untuk wadah yang membutuhkan inspeksi non-destruktif, inspeksi harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi tersebut. Beberapa wadah membutuhkan tukang las yang memiliki sertifikat ujian yang sesuai. Aspek ekonomi: Wadah dengan struktur sederhana memiliki efisiensi ekonomi yang baik. Wadah dengan struktur kompleks juga memiliki efisiensi ekonomi yang baik. Wadah dalam rentang yang sesuai juga memiliki efisiensi ekonomi yang baik