HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Faktor-faktor yang mempengaruhi operasi aman katup pengatur dan upaya penangkalannya

2016-12-18View Original

Thread Content

Faktor-faktor yang mempengaruhi operasi aman katup pengatur dan upaya penangkalannya. Dalam sistem kontrol kimia yang memiliki tingkat otomatisasi yang tinggi, katup pengatur berfungsi sebagai perangkat eksekusi akhir dalam sistem pengendalian otomatis, yang menerima sinyal kendali untuk mengatur proses kimia tersebut. Sensitivitas geraknya secara langsung berkaitan dengan kualitas sistem pengaturannya. Menurut statistik di lokasi, sekitar 70% dari kerusakan berasal dari katup pengatur. Oleh karena itu, dalam pemeliharaan sehari-hari perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi operasi aman katup pengatur, beserta upaya-upaya penanggulangannya. Masalah yang sering terjadi pada katup pengatur adalah penyumbatan. Masalah ini sering muncul pada sistem yang baru dioperasikan atau pada masa awal setelah perbaikan. Penyumbatan tersebut disebabkan oleh sisa-sisa las atau karat di dalam saluran, yang menyebabkan aliran fluida terhambat. Selain itu, bahan penutup katup yang terlalu ketat selama proses perbaikan juga dapat meningkatkan gesekan, sehingga menyebabkan sinyal kecil tidak berfungsi dengan baik, sedangkan sinyal besar justru berfungsi secara berlebihan. Penanganan kerusakan: Dapat dengan cepat menyalakan/mematikan saluran tambahan atau katup pengatur, sehingga kotoran dapat terbawa pergi oleh media yang mengalir melalui saluran tambahan atau katup pengatur tersebut. Cara lainnya adalah dengan menggunakan klem untuk mengencangkan batang katup. Dengan adanya tekanan sinyal yang diberikan, batang katup diputar ke arah depan dan belakang, sehingga komponen katup dapat melewati bagian yang menyebabkan hambatan tersebut. Jika tidak berhasil, tingkatkan tekanan sumber udara dan daya penggeraknya, lalu gerakkan naik turun beberapa kali untuk menyelesaikan masalahnya. Jika masih tidak bergerak, maka perlu dilakukan proses pembongkaran. 2. Kebocoran 2.1 Kebocoran di dalam katup, panjang batang katup yang tidak sesuai. Pada katup tipe pneumatik, jika panjang batang katup terlalu panjang, jarak antara batang katup ke arah atas (atau bawah) menjadi tidak cukup. Hal ini menyebabkan adanya celah antara komponen katup dan dudukannya, sehingga keduanya tidak dapat bersentuhan dengan baik. Akibatnya, katup tidak dapat menutup dengan rapat dan terjadi kebocoran. Demikian pula, batang katup pengatur aliran udara yang terlalu pendek menyebabkan adanya celah antara komponen katup dan dudukannya. Hal ini mengakibatkan kedua komponen tersebut tidak dapat bersentuhan dengan baik, sehingga katup tidak dapat menutup dengan rapat dan terjadi kebocoran di dalamnya. Solusinya: Batang katup pengatur perlu dipersingkat (atau dipanjangkan) agar panjang katup pengatur menjadi sesuai, sehingga tidak terjadi kebocoran di dalamnya. 2.2 Kebocoran bahan pengisi: Setelah bahan pengisi dimasukkan ke dalam kompartemen pengisi, tekanan aksial diberikan pada bahan tersebut melalui kap penutupnya. Karena sifat plastisitas bahan pengisi tersebut, terciptalah gaya radial yang menyebabkan bahan pengisi tersebut bersentuhan erat dengan batang katup. Namun, kontak antara keduanya tidaklah sepenuhnya merata. Beberapa bagian bersentuhan dengan longgar, beberapa bagian bersentuhan dengan ketat, bahkan ada beberapa bagian yang sama sekali tidak bersentuhan. Selama proses penggunaan katup pengatur, terjadi gerakan relatif antara batang katup dan bahan pengisi, gerakan ini disebut gerakan aksial. Selama proses penggunaan, akibat pengaruh suhu tinggi, tekanan tinggi, serta media cair yang memiliki sifat permeabilitas tinggi, komponen stuffing box pada katup pengatur juga sering mengalami kebocoran. Penyebab utama kebocoran pada bahan pengisi adalah kebocoran di antara permukaan-permukaan tersebut. Pada bahan pengisi yang digunakan dalam industri tekstil, juga dapat terjadi kebocoran akibat aliran media bertekanan melalui celah-celah kecil di antara serat-serat bahan pengisi tersebut. Kebocoran di antara batang katup dan bahan pengisi terjadi karena penurunan tekanan kontak antara keduanya, serta penuaan bahan pengisi itu sendiri. Akibatnya, media bertekanan akan bocor keluar melalui celah kontak antara bahan pengisi dan batang katup. Solusi: Agar penukar padat dapat dimasukkan dengan mudah, buatlah sudut tajam di bagian atas sumur penukar padat. Di bagian bawah sumur penukar padat, letakkan cincin pelindung logam yang tahan terhadap korosi dan memiliki celah yang kecil (permukaan kontaknya dengan penukar padat tidak boleh berbentuk miring), agar penukar padat tidak terdorong keluar oleh tekanan media. Permukaan logam di bagian-bagian komponen stuffing box yang bersentuhan dengan bahan pengisi perlu diproses secara cermat, agar permukaannya menjadi lebih halus dan mengurangi keausan bahan pengisi tersebut. Bahan pengisi yang digunakan adalah grafit fleksibel, karena bahan ini memiliki sifat kedap udara yang baik, gesekan yang rendah, perubahan bentuk yang minim setelah digunakan dalam jangka panjang, kerusakan akibat aus yang sedikit, mudah diperbaiki. Gesekan tidak berubah setelah baut penutup diputar kembali. Selain itu, grafit fleksibel memiliki ketahanan terhadap tekanan dan suhu yang baik, tidak terpengaruh oleh zat-zat di dalamnya, dan tidak menyebabkan korosi atau kerusakan pada logam yang bersentuhan dengan batang katup dan bagian dalam sumur pengisi. Dengan demikian, keamanan sirkulasi bahan pengisi pada batang katup dapat terjaga dengan baik, sehingga keandalan dan ketahanan pengisian tersebut tetap terjaga dalam jangka panjang. 2.3 Kerusakan pada katup dan dudukan katup yang menyebabkan kebocoran. Penyebab utama kebocoran pada katup dan dudukan katup adalah adanya cacat selama proses pembuatan katup, seperti cacat akibat pengecoran atau pemadatan logam, yang dapat memperparah kondisi korosi. Selain itu, masuknya media korosif dan aliran fluida yang kuat juga dapat menyebabkan kebocoran pada katup pengatur. Korosi umumnya terjadi dalam bentuk erosi atau kavitasi. Ketika zat korosif melewati katup pengatur, hal tersebut akan menyebabkan kerusakan pada bahan komponen katup, seperti bilah katup dan dudukan katup. Akibatnya, bentuk bilah katup dan dudukan katup menjadi oval atau berbentuk lainnya. Seiring berjalannya waktu, hal ini akan menyebabkan ketidaksesuaian antara bilah katup dan dudukan katup, sehingga tercipta celah yang memungkinkan terjadinya kebocoran. Cara mengatasinya: Yang penting adalah memperhatikan pemilihan bahan untuk komponen katup dan dudukan katup, serta memastikan kualitasnya yang baik. Pilihlah bahan yang tahan korosi, dan buanglah produk yang memiliki cacat seperti bintik-bintik atau kerusakan akibat pasir. Jika deformasi pada komponen katup dan dudukan katup tidak terlalu parah, maka komponen tersebut dapat digosok menggunakan kertas pasir halus untuk menghilangkan bekas deformasi tersebut. Dengan demikian, kehalusan permukaan katup akan meningkat, sehingga kinerja penyegelan pun akan membaik. Jika kerusakannya parah, maka katup perlu diganti dengan yang baru. 3. Oscilasi: Kekakuan pegas pada katup pengatur yang tidak memadai menyebabkan sinyal keluaran katup pengatur menjadi tidak stabil dan berubah-ubah secara drastis, sehingga memicu terjadinya oscilasi pada katup pengatur tersebut. Ada juga yang mengatakan bahwa frekuensi pemilihan katup harus sama dengan frekuensi sistem, atau akibat getaran yang hebat pada saluran dan alasnya, sehingga katup pengatur ikut bergetar. Pemilihan jenis katup yang tidak tepat menyebabkan katup tersebut bekerja pada posisi pembukaan yang kecil, sehingga terjadi perubahan drastis pada hambatan aliran, kecepatan aliran, dan tekanan. Ketika hal ini melebihi batas keteguhan katup, stabilitasnya menurun, dan dalam kasus yang parah dapat terjadi osilasi. Solusi: Karena penyebab terjadinya osilasi berasal dari berbagai faktor, maka perlu dilakukan analisis yang spesifik untuk setiap masalah. Untuk getaran yang ringan, kekakuan dapat ditingkatkan untuk menghilangkannya. Jika menggunakan pegas dengan kekakuan tinggi, gunakanlah struktur eksekutor berupa piston. Getaran yang hebat pada pipa dan fondasinya dapat dihilangkan dengan menambah penyangga untuk mengurangi gangguan akibat getaran tersebut ; Jika frekuensi pemilihan katup sama dengan frekuensi sistem, maka gantilah katup yang memiliki struktur berbeda ; Oscilasi yang terjadi ketika katup bekerja pada posisi pembukaan yang kecil disebabkan oleh pemilihan nilai kapasitas aliran yang tidak tepat—nilai C yang terlalu besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan ulang, dengan memilih nilai kapasitas aliran yang lebih kecil, atau menggunakan sistem kontrol bertingkat atau katup induk-anak untuk mengatasi masalah ini. 4. Kerusakan pada posisiator katup
4.1 Posisiator biasa
Posisiator biasa bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan gaya mekanis, yaitu teknologi pelindung nozel. Kerusakan yang umum terjadi pada jenis posisiator ini adalah sebagai berikut:
1) Karena bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan gaya mekanis, komponen-komponen yang digunakan cukup banyak. Hal ini membuatnya mudah terpengaruh oleh suhu dan getaran, sehingga menyebabkan fluktuasi pada katup pengatur ; 2) Dengan menggunakan teknologi pelindung nozel, karena lubang nozelnya sangat kecil, maka lubang tersebut mudah tersumbat oleh debu atau udara yang kotor. Hal ini menyebabkan posisiator tidak dapat berfungsi dengan baik ; 3) Dengan menerapkan prinsip keseimbangan gaya, koefisien elastisitas pegas berubah dalam kondisi lapangan yang ekstrem, sehingga menyebabkan perilaku katup pengatur yang tidak linear dan menurunnya kualitas kontrol. 4.2 Penentu posisi cerdas: Perbandingan antara nilai yang ditentukan dan nilai aktual oleh penentu posisi cerdas dilakukan melalui sinyal listrik, bukan melalui keseimbangan gaya. Dengan demikian, kelemahan yang ada pada penentu posisi konvensional akibat keseimbangan gaya dapat diatasi ; Namun, ketika digunakan dalam situasi penghentian darurat, seperti katup pemutus darurat dan katup pelepas tekanan darurat, katup-katup ini perlu berada di posisi tertentu. Katup-katup tersebut hanya perlu berfungsi dengan baik ketika terjadi situasi darurat. Menghabiskan waktu yang lama di suatu posisi dapat menyebabkan konverter listrik kehilangan kendali, sehingga menimbulkan risiko sinyal lemah tidak berfungsi. Selain itu, saat bekerja di lapangan, nilai resistansi potensiometer sensor posisi mudah berubah, sehingga sinyal kecil tidak berfungsi, sedangkan sinyal besar membuatnya beroperasi sepenuhnya. Oleh karena itu, untuk memastikan keandalan dan ketersediaan lokator cerdas tersebut, perlu dilakukan pengujian secara rutin terhadapnya. 5. Kesimpulan Dengan menganalisis penyebab kerusakan pada katup pengatur, dan mengambil tindakan perbaikan yang tepat, maka **tingkat efisiensi penggunaan katup pengatur dapat ditingkatkan, begitu pula tingkat kegagalan alat ukur. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi produksi dan keuntungan ekonomi dalam proses manufaktur, sekaligus mengurangi konsumsi energi. Dengan demikian, kualitas sistem pengendalian dapat ditingkatkan, sehingga memungkinkan peralatan produksi beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.