Thread Content
Postingan ini terakhir diubah oleh *a*umao pada tanggal 25-11-2016 pukul 15:52. Untuk mengurangi jumlah uap yang dihasilkan oleh unit produksi amonia sintetis, dari aspek teknis, dari mana sebaiknya kita memulai perbaikan tersebut? Mohon bimbingan dari para ahli.
Pertanyaannya terlalu luas. Coba cari artikel terkait di internet, lalu unduhnya dengan membayar biaya tertentu.
Mengapa perlu mengurangi jumlah uap? Apakah uapnya tidak akan habis?
Semakin sempurna proses pemulihan panasnya, maka semakin hemat energi pula perangkat tersebut. Apakah Anda ingin tahu maksudnya secara lebih rinci?
Setuju, umumnya caranya adalah dengan berusaha meningkatkan produksi uap. .
Anda dapat mempertimbangkan efisiensi energi suatu perangkat dari sudut pandang penggunaan teknologi baru untuk **mengurangi konsumsi listrik di pabrik
Mengurangi suhu air panas di dalam ketel bekas, serta mengubah tekanan di saluran luar ketel tersebut, dapat meningkatkan tekanan uap. Hal ini pada gilirannya dapat mengurangi produksi uap.
Ya, bisa dipertimbangkan untuk menghemat energi listrik
Misalnya, dengan memasang sistem pengatur volume udara yang dapat diatur secara bertahap pada kompresor
Ya, memang uapnya tidak habis-habisnya. Ingin melakukan modifikasi teknis untuk menghemat gas dan listrik
Bisakah Haiyou menjelaskan lebih rinci, seperti proses sintesis amonia, produksinya, volume uap yang dihasilkan, dan sebagainya? Uap dari tingkatan tertentu tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya, bukan?
Uapnya tidak akan habis, jadi cara termudahnya adalah mengganti motor besar tersebut dengan motor yang digerakkan oleh uap
1. Tingkatkan tekanan uap sebisa mungkin. Misalnya, dalam proses sintesis amonia dihasilkan uap dengan tekanan 3,9 MPa (banyak pabrik hanya menghasilkan uap dengan tekanan 1,3 atau 0,8 MPa). Jika bukan uap bertekanan rendah, maka uap tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif (misalnya untuk proses konversi atau dekarbonisasi). Semakin rendah tekanannya, semakin rendah pula efisiensi penggunaan energi panasnya. Untuk jumlah energi panas yang sama, volume cairan hasil kondensasi akan semakin sedikit, sehingga air (baik air lunak maupun air keras) dapat dihemat. Dalam kondisi yang memungkinkan, gunakan uap dengan berbagai tingkat kualitas tersebut secara efisien dan terstruktur. 2. Dalam kondisi operasi sistem yang stabil dan efisien, semakin baik proses pengumpulan uap samping yang dihasilkan oleh peralatan tersebut, maka semakin efektif pula pemanfaatan energi yang ada. Akibatnya, biaya produksi amonia akan menjadi lebih rendah. Tentu saja, terkadang diperlukan penambahan peralatan untuk memanfaatkan energi panas tersebut. Dengan demikian, jumlah panas buangan yang masuk ke sistem pendingin akan berkurang, sehingga menghemat volume air yang digunakan serta beban dan biaya peralatan pendingin. 3. Jika uap bertekanan rendah tidak terpakai, dapat digunakan untuk menghasilkan air panas yang digunakan sebagai sumber panas bagi ketel atau mesin pendingin, sehingga panas sisa dapat dimanfaatkan secara efektif.