Thread Content
Komponen-komponen crane: Crane terdiri dari unit penggerak, mekanisme kerja, alat pengambil benda, sistem kontrol operasi, dan struktur logam. Dengan mengendalikan sistem pengendali tersebut, perangkat penggerak akan mengubah energi listrik menjadi energi mekanis. Energi mekanis ini kemudian digunakan untuk meneruskan gaya dan kecepatan gerak ke perangkat pengambil bahan. Perangkat pengambil bahan inilah yang menghubungkan bahan yang akan dipindahkan dengan crane. Melalui gerakan yang dilakukan secara terpisah atau bersama-sama oleh mekanisme kerja tersebut, tugas pemindahan bahan dapat diselesaikan. Struktur logam yang dapat dipindahkan ini menghubungkan berbagai komponen menjadi satu kesatuan, sekaligus menopang berat crane itu sendiri serta beban yang diangkatnya. 1. Perangkat penggerak: Perangkat penggerak merupakan peralatan yang digunakan untuk menggerakkan mekanisme kerja. Hampir semua crane berrel, lift, elevator, dan sejenisnya digerakkan oleh tenaga listrik. Untuk crane bergerak yang dapat berpindah jarak jauh (crane mobil, crane beroda, dan crane ber rantai), umumnya digunakan mesin pembakaran dalam sebagai sumber tenaganya. Tenaga manusia digunakan untuk peralatan angkat yang ringan dan kecil, serta berfungsi sebagai tenaga bantu untuk beberapa peralatan dan sebagai sumber daya listrik sementara dalam situasi darurat. 2. Komponen kerja: Mekanisme pengangkat, mekanisme pergerakan, mekanisme perubahan jarak angkatan, dan mekanisme rotasi. Keempat komponen inilah yang disebut sebagai empat komponen utama dari crane. Crane mencapai tujuan untuk memindahkan bahan dengan gerakan tunggal dari suatu mekanisme atau kombinasi gerakan dari beberapa mekanisme. Mekanisme pengangkatan merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengangkat atau menurunkan bahan-bahan secara vertikal. Mekanisme ini merupakan komponen paling penting dan mendasar pada crane. Selama ada mekanisme pengangkatan, maka mekanisme tersebut dapat disebut sebagai peralatan angkat. Mekanisme penggerak digunakan untuk memindahkan bahan secara horizontal. Beberapa mekanisme penggerak hanya digunakan untuk menyesuaikan posisi kerja crane. Mekanisme perubahan jangkauan kerja merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengubah jangkauan operasi dengan cara mengubah panjang lengan penyangga dan sudut elevasinya. Mekanisme putar memungkinkan lengan pengangkat untuk berputar mengelilingi sumbu vertikal crane, sehingga crane dapat memindahkan bahan-bahan di dalam ruang berbentuk lingkaran. Mekanisme perubahan amplitudo dan mekanisme rotasi merupakan mekanisme kerja khas pada crane lengan. 3. Alat pengambil benda: Sesuai dengan jenis, bentuk, dan ukuran benda yang akan diangkat, digunakan alat pengambil benda yang berbeda-beda pula. Benda-benda yang sudah jadi biasanya digantung menggunakan kait atau cincin penggantung ; Misalnya, bahan-bahan berbentuk serbuk seperti biji-bijian, bijih logam, dan pupuk biasanya diambil menggunakan alat pengangkat berupa cangkuk atau corong ; Bahan cair disimpan menggunakan tangki atau wadah serupa. Untuk bahan-bahan khusus, sering digunakan alat angkat khusus. Misalnya, menggunakan balok angkat untuk mengangkat bahan berbentuk panjang, menggunakan kipas elektromagnetik untuk mengangkat bahan yang bersifat feromagnetik, menggunakan kait berputar untuk mengangkat gulungan baja, serta alat angkat khusus yang dirancang untuk kontainer. Mencegah benda yang diangkat jatuh, serta memastikan keselamatan pekerja dan tidaknya kerusakan pada benda yang diangkat, merupakan persyaratan keamanan dasar untuk peralatan pengangkatan benda. 4. Sistem pengendali: Sistem pengendali mencakup berbagai macam alat pengendali, layar tampilan, serta komponen dan kabel terkaitnya. Sistem ini merupakan antarmuka yang mencerminkan persyaratan keselamatan pengguna crane. Melalui sistem listrik dan hidraulik, pengemudi crane dapat mengendalikan gerakan crane tersebut, sehingga pekerjaan pengangkatan barang dapat berjalan dengan lancar dan risiko kecelakaan dapat dihindari. 5. Struktur logam: Struktur logam merupakan komponen penting dari crane. Itu merupakan kerangka utama dari seluruh crane tersebut. Kerangka ini menghubungkan berbagai komponen crane menjadi satu kesatuan yang utuh, sekaligus menciptakan ruang kerja yang diperlukan. Kerangka ini juga berfungsi untuk menahan berbagai beban yang bekerja pada crane, termasuk beratnya sendiri. Kerusakan akibat runtuhnya struktur logam dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat serius, bahkan bencana, bagi crane tersebut. Perbedaan mencolok antara crane dan mesin-mesin biasa lainnya adalah: crane memiliki struktur logam yang besar dan dapat bergerak, serta terdiri dari beberapa mekanisme yang bekerja bersama. Crane memiliki karakteristik seperti siklus kerja yang bersifat periodik dan intermiten, ketidakteraturan beban yang diangkat, ketidakseragaman siklus gerak berbagai komponen mesin, serta ketidakteraturan beban yang diterima oleh komponen-komponen tersebut. Selain itu, pekerjaan pengangkatan menggunakan crane membutuhkan partisipasi dan koordinasi dari banyak orang. Semua hal ini meningkatkan tingkat kompleksitas pekerjaan tersebut. Bahkan saat beroperasi dalam kondisi normal sekalipun, crane dan area di sekitarnya dapat menjadi zona berbahaya, sehingga menjadi fokus utama dalam hal perlindungan keselamatan.