HCBBS Forum (Bahasa Indonesia)
Submit Chemical Projects / Find Solutions
Amplify Your Requirements on a Broader Chemical Platform *Engineering · Technology · Equipment · Solutions*
Submit Request

Struktur dan perbaikan pompa oli!

2016-12-02View Original

Thread Content

Fungsi pompa oli adalah untuk menghasilkan tekanan tertentu pada sejumlah oli, lalu mengalirkannya ke permukaan-permukaan yang bersinggungan di berbagai komponen mesin diesel, guna melumasi permukaan-permukaan tersebut. Saat ini, pompa oli yang digunakan pada mesin diesel terdiri dari dua jenis, yaitu tipe gigi dan tipe rotor. Mesin diesel seri 135, serta mesin tipe 6110Z, 6120Q, X6130, dan 6140B semuanya menggunakan pompa oli tipe gigi. Sedangkan mesin tipe 495Q, 6105Q, dan YC6110Q menggunakan pompa oli tipe rotor. Berikut ini dijelaskan terutama tentang pompa oli tipe roda gigi; bentuk fisiknya ditunjukkan pada Gambar 8-2. II. Struktur pompa oli tipe gigi
Pompa oli tipe gigi terdiri dari komponen-komponen seperti gigi penggerak, gigi yang digerakkan, badan pompa, penutup pompa oli, poros yang digerakkan, bantalan tekan pada poros penggerak, serta gigi transmisi. Poros penggerak dipasang pada bearing penggerak melalui kunci setengah lingkaran, sedangkan bearing penggerak tersebut ditempatkan pada badan pompa dan penutup depan pompa oli. Gigi gerak dipasang di dalam badan pompa melalui poros gerak. Kesesuaian antara badan pompa dan penutup pompa diatur oleh dua pin penempat. Di antara keduanya terdapat bantalan, dan celah pada permukaan gigi dapat disesuaikan dengan mengubah ketebalan bantalan tersebut. Jika celahnya terlalu besar, hal tersebut akan menyebabkan penurunan tekanan oli ; Sebaliknya, jika jarak antar komponen terlalu kecil, maka akan meningkatkan hambatan gesekan saat pompa oli berputar, sehingga mempercepat keausan gigi-gigi roda gigi tersebut. Dalam kondisi normal, celah antara badan pompa dan penutup pompa seharusnya berada di kisaran 0,05 hingga 0,115 mm. Gigi transmisi dipasang di ujung depan poros penggerak melalui kunci setengah lingkaran dan mur. Di ujung belakang poros penggerak terdapat cincin penahan kawat, guna mencegah poros penggerak terlepas. Antara gigi transmisi dan penutup pompa terdapat bearing torsi. III. Prinsip kerja pompa oli tipe gigi
Saat mesin diesel beroperasi, gigi poros engkol akan memutar gigi transmisi pompa oli melalui gigi perantara. Gigi penggerak yang terdapat di dalam pompa oli akan berputar bersama dengan poros penggeraknya, sekaligus membuat gigi pasif berputar ke arah yang berlawanan. Gigi gigi roda gerak utama dan roda gerak bantu saling berpasangan, sehingga bagian dalam pompa terbagi menjadi dua ruang tertutup yang terpisah. Seiring dengan putaran roda gigi yang cepat, minyak yang berada di antara gigi-gigi roda gigi tersebut terbawa ke ruang tekanan. Hal ini menyebabkan jumlah minyak di ruang tekanan semakin meningkat, sehingga tekanannya pun naik. Minyak tersebut kemudian dipompa keluar melalui lubang keluarnya. Minyak yang ada di rongga penyerap minyak dibawa pergi, sehingga tercipta vakum lokal. Akibatnya, minyak yang ada di bak oli terus-menerus disedot dan masuk ke dalam rongga penyerap minyak tersebut. Tekanan aliran oli yang dihasilkan oleh pompa oli umumnya dikendalikan oleh katup pengatur tekanan yang terletak pada filter oli. Jika tekanan oli terlalu tinggi, katup pengatur tekanan akan terbuka, sehingga oli dapat mengalir langsung ke cangkang mesin. Hal ini dilakukan untuk mencegah tekanan yang berlebihan dalam saluran oli serta kerusakan pada pompa oli. IV. Kerusakan yang sering terjadi pada pompa oli tipe gigi Pada kondisi normal, karena kondisi pelumasan yang baik, laju keausan berbagai komponen pompa oli cenderung lambat. Namun, setelah digunakan dalam jangka waktu yang lama, akan terjadi keausan pada celah antara permukaan gigi roda gigi, serta pada permukaan gigi itu sendiri, antara batang poros dan lubang bearing, serta pada dinding bagian dalam pompa dan cangkang pompa. Tingkat keausan tersebut bervariasi. Seiring meningkatnya keausan, berbagai celah antar komponen akan membesar. Ketika tingkat keausan mencapai batas tertentu, hal tersebut akan menyebabkan penurunan jumlah oli yang disuplai serta penurunan tekanan oli. V. Metode perbaikan pompa oli tipe roda gigi. Jika pada mesin diesel ditemukan bahwa pasokan minyak pelumasnya tidak mencukupi, tekanan minyaknya terlalu rendah, atau terdengar suara yang tidak normal saat mesin beroperasi, maka perlu dilakukan pemeriksaan pada beberapa hal berikut. Periksa apakah ada kebocoran oli pada saluran oli dan sambungannya. Jika tidak ada kebocoran minyak, sebaiknya lakukan pemeriksaan pada aspek lainnya. 2. Periksa viskositas oli. 3. Atur tekanan oli. Jika tekanan oli tidak meningkat selama proses penyesuaian, perlu diperiksa aspek-aspek lainnya. Cara menyesuaikan tekanan oli ditunjukkan pada Gambar 8-5. 4. Periksa apakah selang oli antara roda ayun tersebut rusak atau tidak. Lokasi pemeriksaannya ditunjukkan pada Gambar 8-6. 5. Periksa apakah filter kasar untuk masuknya minyak pada cakram penyerap minyak mengalami penyumbatan atau tidak. Setelah semua pemeriksaan dilakukan dan tidak ditemukan adanya kerusakan, barulah pompa oli dibongkar untuk diperbaiki. VI. Perbaikan setelah pemisahan pompa oli tipe gigi
1. Perbaikan celah antara permukaan gigi yang terlalu besar
Celah antara permukaan gigi dan penutup pompa disebut sebagai celah permukaan pompa oli tipe gigi. Peningkatan jarak antara komponen-komponen ini umumnya disebabkan oleh keausan gigi roda gigi terhadap penutup pompa atau badan pompa, secara aksial. Saat pemeriksaan, dapat digunakan penggaris dan jari-jari karet untuk pengukuran. Jarak ini umumnya berkisar antara 0,05 hingga 0,14 mm, dengan nilai maksimum sebesar 0,15 mm. Ukuran celah antar permukaan berpengaruh besar terhadap kinerja pompa oli. Jika celah antara permukaan gigi roda gigi terlalu besar, celah tersebut dapat dikembalikan ke rentang teknis yang ditentukan dengan cara memipihkan bantalan yang ada di antara badan pompa dan penutup pompa. Jika metode pengurangan ketebalan bantalan tidak dapat mengembalikan celah antar permukaan ke rentang yang ditentukan, maka oleskan pasta pengasah halus pada permukaan tersebut, lalu gosok permukaan sambungan badan pompa atau permukaan penutup pompa dengan tangan. Saat mengasah, gunakan tekanan yang merata. Jika tidak, saat kedua permukaan yang akan disatukan kembali, akan terjadi kebocoran udara atau minyak akibat perbedaan tinggi permukaannya. 2. Perbaikan celah gigi roda gigi yang terlalu besar: Akibat gesekan yang terus-menerus antar gigi roda gigi di dalam pompa oli, celah antara gigi-gigi tersebut akan membesar. Saat pemeriksaan, dapat digunakan alat pengukur celah untuk mengukur jarak antara gigi-gigi roda gigi, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 8-7(c). Saat melakukan pemeriksaan, umumnya dipilih 3 posisi yang berjarak 120° satu sama lain untuk diukur. Setelah itu, rata-rata dari ketiga nilai pengukuran tersebut dihitung; inilah celah aktual antara gigi-gigi roda gigi tersebut. Jarak ini umumnya berkisar antara 0,05 hingga 0,25 mm. Batas penggunaannya tidak boleh melebihi 0,28 mm. Jika celah gigi roda gigi terlalu besar, biasanya roda gigi tersebut digunakan dengan sisi yang berlawanan, atau diganti dengan roda gigi baru secara berpasangan. 3. Perbaikan akibat celah antara puncak gigi yang terlalu besar. Celah antara dinding dalam pompa oli dengan ujung gigi disebut celah antara puncak gigi. Peningkatan celah ini umumnya disebabkan oleh peningkatan celah antara poros penggerak dan bantalan, atau antara lubang pusat gigi pasif dan poros pasif. Hal ini menyebabkan terjadinya gesekan antara dinding dalam pompa oli dengan ujung gigi. Jarak ini umumnya berkisar antara 0,05 hingga 0,15 mm, sedangkan batas maksimum jaraknya adalah 0,45 mm. Saat pemeriksaan, dapat digunakan jari-jari untuk mengukurnya. Jika hasil pengukuran melebihi nilai celah maksimal, umumnya gigi roda atau badan pompa perlu diganti secara berpasangan. 4. Perbaikan poros penggerak dan bantalan. Setelah mengalami keausan dalam jangka waktu yang lama, poros penggerak dan bantalan akan memiliki celah yang lebih besar di antara keduanya. Hal ini akan mempengaruhi akurasi transmisi pompa oli serta celah antar gigi-gigi roda gigi. Pada kondisi normal, celah antara poros utama dan bantalan berkisar antara 0,04 hingga 0,10 mm. Nilai maksimalnya adalah 0,15 mm. Saat melakukan pemeriksaan, dapat digunakan mikrometer untuk mengukur diameter poros utama dan lubang bagian dalam bantalan. Perbedaan antara kedua nilai tersebut merupakan celah pasangan antara poros utama dan bantalan. Jika tingkat keausan antara poros utama dan bantalan melebihi batas yang ditentukan, umumnya celah pasangannya dapat dikembalikan dengan cara mengganti bantalan tersebut. VII. Pemasangan dan pengujian pompa oli tipe gigi
Saat memasang pompa oli tipe gigi, lakukan prosesnya sesuai urutan yang berlawanan dengan urutan pembongkarannya. Setelah dipasang, bagian transmisi harus dapat berputar dengan lancar, tanpa adanya hambatan. Kemudian, letakkan pompa oli di dalam wadah yang berisi oli. Gunakan ibu jari untuk menutup lubang keluaran oli pada pompa tersebut, sementara tangan lainnya digunakan untuk memutar poros penggerak pompa oli. Jika saat memutar terasa ada tekanan pada ibu jari dan oli mulai tumpah, maka berarti kinerja pompa oli tersebut secara umum normal.

Submit a Project

**Looking for Chemical Technology, Equipment & Solutions?** No Registration Required Broader Platform Exposure | Global Chemical Service Provider Connections

Submit Request — Free Consultation

Disclaimer

This is an automated machine translation of the original thread. Some technical terms may have inaccuracies; the original text shall prevail. Click "View Original" at the top right to access the source page, which supports IP-based automatic real-time language translation. Please watch out for contact details and sales inducements to prevent fraud. All content and translations are for reference only, representing solely the poster's personal views. For enquiries, email service@hcbbs.com.